U Smile I Smile
Author: Erza Noorfatma
Genre: Friendship, School Life
Main Cast: Hyun Miku (OC), Kim
Taehyung(BTS),
Support Cast: Mi Luka, Bae Joohyun(Red
Velvet)
BRUKK!
Seorang yeoja berambut
biru laut itu tampak tak sengaja menabrak pundak kanan namja lain yang berjalan
berlawanan dengannya di sebuah koridor sekolah. Namja itu memakai tudung kepala
jaketnya membuat wajahnya tak terlihat.
“Mianhae... Aku...”
Namja itu tak
menyahut, dia justru melanjutkan jalannya. Yeoja itu sedikit merasa tidak enak
tapi di satu sisi juga sedikit kesal karena menurutnya itu tak sopan.
Akhirnya dia berbalik
melanjutkan jalannya sambil mendengus kesal.
...0O0...
“Miku-ya! Bantu
aku sebentar!”
Saat akan masuk
ke kelas, yeoja lain berambut merah jambu memanggil yeoja kesal itu sambil
memeluk banyak buku lirik yang dibawanya.
“Ah! Luka-shi!
Aku kesel banget tadi!” Miku merengek kesal menghampiri yeoja yang dia panggil Luka.
“Hah?! Wae?”
“Tadi di
koridor, aku gak sengaja nabrak seorang namja. Waktu aku minta maaf, malah gak
disahutin”
“Bukannya itu
salahmu sendiri? Kan, kamu yang nabrak dia?”
“Aku tau. Tapi
minimal balik sapa, kek! Omong ‘gak apa apa’, kek! Ini malah cuek gitu kayak
gak merasa ditabrak sama sekali!”
Luka mulai
merasa ada yang aneh, seperti ada yang tak asing dari namja yang dimaksud
sahabatnya.
“Tunggu. Memang
siapa yang kamu tabrak?” Luka kembali bertanya.
“Entahlah. Dia
pakai tudung jaket.” Miku menjawab dengan santai.
“Masa kamu lupa
dia? Dia kan, Kim Taehyung, teman sekelasmu yang pendiam itu, kan.
Setelah
mendengar nama itu diucapkan, Miku langsung terkejut seperti mendengar petir
yang menggelegar.
“Haaahh!
Jinja?!!”, Miku terbelalak, “Iya juga, sih!”
“Nah! Gitu kamu
tau! Teman sekelas aja lupa, gimana sama temannya yang lain?” Luka menepuk jidat
Miku dengan gemas.
“Bukan begitu.
Dia kan sudah pendiam, misterius, jarang disapa. Kan, jadi gak dikenal.” Miku
mengelak
“iya juga, sih”
Luka memasukkan buku’’ ke dalam locker miliknya. Miku mulai berpikir lagi
tentang Taehyung.
“Aku rasa dia
punya sisi lain, deh.” Miku kembali bersuara
“Maksudnya?”
Luka menutup locker miliknya sudah kembali bertanya.
“Mungkin saja
dia punya sifat lain dan berusaha untuk menghilangkannya.”
“Ihh!! Gak
mungkin! Aku meragukannya.” Mata Luka terbelalak tak percaya.
“Itu menurutmu.
Aku yakin pasti ada sesuatu yang dia simpan. Yakin!!”, Miku
terlihat
bersemangat.
“Haaa...
semaumu saja, lah...!” Luka terlihat pasrah akan sikap sahabatnya yang sifat
cheerful-nya hampir di luar batas.
...0O0...
Pada jam pulang
sekolah, Miku langsung menuju ruang kelas Luka dengan semangat berapi – api.
Luka hanya memandangnya dengan senyum geli.
Tiba’’ Miku merasa tangannya
digenggam erat dan tubuhnya ditarik ke suatu tempat. Setelah genggaman itu
terlepas, Miku ditahan dengan tangan kiri menghadang di sisi kirinya, masih
memasang wajah bingung.
“Bisakah kau
berhenti membicarakanku?”
Suara bass yang
tak dikenal itu berasal dari namja dingin pemakai jaket bertudung.
“Ohh... kamu,
Kim Taehyung. Memang kenapa kalau aku ingin tau tentangmu?” kali ini, Miku
memasang wajah menentang yang sangat polos.
“Kamu tak tau,
karena tak akan ada yang mau mengetahuinya!”
“Mana buktinya?
Aku saja penasaran tentangmu!”
Namja itu tak
menjawab. Dia memalingkan wajahnya, sementara Miku masih menunggu jawabannya.
“Kenapa saat
itu, kamu tak menyapaku balik?!”
Kali ini Miku
yang bertanya, Taehyung bisa menebak arah kemana pertanyaan Miku. Taehyung
masih dalam posisi semula, dengan wajah datarnya.
Akhirnya,
Taehyung meninggalkan Miku dengan pertanyaan yang masih belum terjawab. Miku
merasa seperti yeoja yang diabaikan seseorang.
“Yaaa!!! KAU
BELUM MENJAWAB PERTANYAANKU!!!!”
...0O0...
Keesokan
harinya, Miku masuk ke sekolah dengan perasaan yang kesal. Miku merasa seperti
tidak diberi keadilan hanya karena masalah sepele kemarin.
“Gitu aja
dimasalahkan. Lebih baik lupakan sajalah.” Kata Luka saat dia mengunjungi kelas
Miku.
“Tapi aku benar
– benar ingin tau! Aku sangat yakin kalau ada yang disembunyikan!!”
“Dengan sifat
seperti itu, bisa saja kamu benar. Tapi kenapa kamu bersih keras untuk
mengetahuinya? Apa kamu suka sama dia?”
Pertanyaan Luka
langsung membuat Miku salah tingkah, Luka langsung menatapnya serius dan senyum
menantang. Bisa saja itu tepat sasaran.
“Aku... eeer...
bukan begitu! Aku hanya merasa kalau itu benar!” Miku mengelak.
“Halaaahhh!!
Biasanya yang mempunyai perasaan seperti itu pasti ada perasaan suka pada dia.”
Luka mulai menggodanya
“Kau ini!!
Bukannya mendukungku!! Malah mengatakan yang bukan – bukan!!!” Miku mulai
kesal.
Tiba – tiba ada
seorang yeoja dari ambang pintu tengah memanggil Miku yang masih berbincang dengan
Luka.
“Aku Miku.
Eonnie sendiri siapa, ya?” Miku menghampiri yeoja itu. Dia memanggilnya
‘Eonnie’ karena dia tau bahwa yeoja itu adalah kakak kelas.
“Nanti aku
jelaskan. Tapi sebelum itu, ikut denganku!”
Miku langsung
ditarik seperti saat Taehyung menarik dirinya tanpa alasan, tapi kali ini dia
tidak dibawa ke koridor, melainkan di atap sekolah yang jarang didatangi setiap
siswa disini.
“Eonnie...
kenapa disini?” Miku terlihat bingung.
“Kamu bilang
kamu ingin tau tentang Taehyung.” Yeoja itu mulai pembicaraannya.
“Ummm... iya,
sih. Apa itu jadi masalah bagi eonnie?” Miku mulai merasa tak enak. Yeoja itu
bersandar di pagar pembatas dengan tatapan sedih.
“Aku tau
bagaimana perasaanmu yang ingin tau tentang Taehyung. Aku mengenal namja itu
sejak lama. Aku ingin kamu tau tentang dia.”
“Eonnie
mengenal Taehyung?”
“Ne. Aku Bae Joohyun. Aku kakak
kelas Taehyung sejak di sekolah dasar. Aku sangat mengenal Taehyung seperti
adikku sendiri. Dia adalah namja yang sangat hiperaktif bahkan tingkahnya yang
sangat aneh seperti spesies lain.
#flashback
“Noona, ada
apa? Kenapa noona menangis?” seorang anak kecil menghampiri Joohyun kecil yang
terlihat menangis dengan memegang secarik kertas.
“Lihat ini!
Nilaiku jatuh. Mungkin karena jam belajarku masih belum cukup.” Joohyun
memperlihatkan kertas itu.
“Apa karena
noona terus bermain denganku?” anak itu terlihat sedikit merasa bersalah.
“Aiiisshh!
Bukan begitu. Walau ujian pun, aku akan terus menemanimu. Jangan menyalahkan
dirimu.”
“Tapi kalau
noona terus dapat nilai buruk, aku juga ikut sedih.”
“Ahh...
sudahalah. Ambil hikmahnya aja. Lebih baik senang – senang aja.”
Joohyun menarik
tangan anak itu dengan senang dan setelah itu mereka menari gila – gilaan. Anak
itu lebih hiperaktif dari dirinya, dan benar. Itu Taehyung.
#flashback END
Miku
mendengarkannya dengan seksama, dan tak melewatkan satu kalimat dari Joohyun
eonnie, karena rasa ingin taunya pada Taehyung.
“Walaupun aku
lebih tua darinya, aku selalu merasa nyaman bersamanya, karena dia selalu membuatku
tertawa. Lalu aku lulus ke SMP, dan setahun kemudian, dia masuk ke SMP yang
sama denganku. Tapi kami jarang berbicara, dia sering bersama 6 teman barunya.”
Tiba – tiba
perkataan Joohyun terhenti, dia memegang pagar pembatas itu, memandangi langit
yang hanya ada beberapa burung yang melewati langit dan awan dengan berbagai
bentuk. Miku masih diam menunggu kelanjutan dari penjelasan Joohyun.
“Begitu aku di
SMA dan setahun kemudian dia juga di SMA yang sama, dia berubah. Dia jadi
sangat pendiam dan lebih tertutup. Entah apa yang terjadi aku tak tau, tapi
saat aku mencoba berbicara dengannya seperti biasa, dia membentak bahkan
menghindar...”
#flashback
“Taehyung-ah!
Kamu masuk ke SMA ini juga, ya?”
Joohyun
menghampiri Taehyung saat dia mengetahui bahwa namja itu telah masuk ke sekolah
itu dan telah mengetahui kelas apa dia berada. Tapi Taehyung hanya diam. Dia
berbalik dan tak menjawab sapaan noona-nya itu.
“Aku hanya
ingin mengucapkan selamat karena kamu sudah bekerja keras sampai sekarang.”
“Itu bagus.
Sekarang pergilah!”
Gumam Taehyung
tanpa berbalik menghadap Joohyun. Senyum yang terukir di mulut Joohyun seketika
luntur dengan mendengar perkataan kasar Taehyung seolah tak percaya dengan apa
yang didengarnya.
“Ah...
Taehyung-ah... wae-yo?”
“Apa noona tak
dengar tadi? PERGILAH!!!”
Sebuah bentakan
yang amat keras sukses membuat Joohyun mundur satu langkah, seperti signal
untuk segera pergi dari sini. Taehyung yang berbalik ke arah noona beberapa
saat itu langsung berbalik melanjutkan jalannya.
“Mwo...?”
Joohyun masih terpaku di tempat dia berdiri. Matanya mulai terasa basah dan
setitik air mata jatuh ke pipinya.
#flashback END
Miku tampak merasa
kasihan akan cerita sedih itu. Dia menyangka bahawa dulu sifatnya sangat
berbeda dengan yang ini, lebih cheerful seperti dirinya.
“Begitu aku
sudah berpacaran dengan Park Jimin, dia semakin menghindar dariku. Aku tak
bermaksud untuk menghindar darinya, tapi sepertinya aku sudah tak bisa
menemuinya secara langsung lagi.”
“Itu tak benar,
eonnie.” Akhirnya Miku bersuara setelah sekian lama diam mendengarkan
penjelasan panjang itu, “Mungkin dia menghindar dari eonnie agar tidak merusak
hubungan eonnie dengan Jimin...”
“Tapi aku yakin
kamu bisa menjadi temannya.” Joohyun memotong kata – kata Miku.
“Mwo? Aku?
Kenapa aku?”
“Karena hanya
kamu yang percaya bahwa dia memiliki sisi lain dari sifat dinginnya itu. Walau
banyak juga yeoja yang menyukai dia, tapi mereka hanya menilai dari penampilan
dia saja.”
“Aku hanya
merasa kalau dia memiliki sifat lain itu, tapi aku tak pernah terpikir kalau
sifat itu... sama denganku.”
Joohyun menatap
Miku secara cermat, memang rada polos seperti Taehyung yang dulu. ‘memang
benar, sih. Anak ini memang polos, tak beda jauh dengan Taehyung.’ Gumam
Joohyun dalam hati.
“Tapi aku
mohon, jadilah teman Taehyung. Kalau aku tak bisa, mungkin kamu bisa seperti
dirinya.”
Setelah
mengatakan itu, Joohyun pergi meninggalkan Miku yang masih mencerna kalimat
itu. Angin menerpa rambut biru lautnya.
‘Apa iya... itu
sifat lama Taehyung?’
...0O0...
‘Tapi kenapa
dia jadi berubah seperti ini?’
Miku masih
berpikir keras dengan perkataan Joohyun di atap tadi. Di kelas, dia masih
memikirkan bagaimana cara agar lebih tau tentang Taehyung, tapi sangat sulit
untuk mencari Taehyung, karena dia jarang terlihat di lingkungan sekolah.
‘Gimana, ya?’
“Yaaa!! Kau
yang menatap ke luar jendela! Arahkan pandanganmu ke sini!!”
“Ahh... maafkan saya.”
...0O0...
Jam pulang
sekolah telah datang, Miku keluar dari kelas dengan lesu. Lalu dia melihat
Taehyung keluar dari kelas dengan buru – buru. Tumbuhlah rasa curiga pada diri
Miku dan tanpa ambil pusing, dia mengikuti Taehyung diam – diam.
Miku berhenti
beberapa langkah dimana Taehyung berhenti di salah satu koridor dimana dia tiba
– tiba dikelilingi namja lain yang tak dikenalnya.
“Yaaa... yang
kemarin itu kamu sengaja, eoh?”
Namja lain
mulai berbicara dengan kasar dan mendorong Taehyung ke dinding dengan keras.
Taehyung masih memandangnya dengan malas. Miku masih mendengarkan apa yang
sedang dibicarakan.
“Yaaa! Kamu kenapa
diam? Kamu takut?” kata namja lain yang terlihat menentangnya.
“Untuk apa aku
takut sama kalian?” Akhirnya Taehyung mulai berbicara.
“Waaahh...!!
Mulai ngelawan, nih! Kamu mau ini, huh?!”
Buuukk!
Satu pukulan
telak mendarat ke wajah Taehyung membuat Taehyung langsung kehilangan
keseimbangan dan terjatuh ke lantai.
“Ihh... gitu
aja langsung ambruk? Bangun, wooiii!!”
Namja itu
menarik kerah baju Taehyung dan memukulinya sekali lagi.
“CUKUP!!! KUBILANG CUKUP!!!”
Suara kencang itu berasal dari Miku di ujung koridor,
wajahnya sudah sangat kesal sampai membuat bayi menangis.‘Mwo? Apa – apaan
yeoja ini?’ gumam Taehyung dalam hati.
“Wah, wah. Tiba – tiba ada yeoja cantik datang, nih! Sama
aku, yuk!!”
Duaaaaakkkk!!!!!!
Satu lagi pukulan keras yang tak kalah kerasnya dari yang
didaratkan namja itu ke Taehyung. Tapi kali ini yang memukul itu adalah Miku.
‘yeoja ini...’ Taehyung langsung terpaku melihat kejadian anti-mainstream itu.
“Woaaaa... cantik cantik mukulnya keras banget! Kabur,
yuk!”
Para namja itu langsung melarikan diri meninggalkan koridor
tersebut dengan ketakutan. Taehyung menatap kepergian para namja itu.
“Syukurlah, kamu tak apa – apa, Taehyung-ah!”
...0O0...
Miku membawa dua kaleng soda untuk dirinya dan Taehyung.
Mereka tengah duduk di bangku taman di sekolahnya. Angin menghembus membuat
rambut kedua insan tersebut.
“Kamu ini benar – benar nekat, eoh!” Gumam Taehyung yang
sedari tadi tidak membuka kaleng sodanya.
“Memangnya kenapa? Tadi itu bahaya sekali, lho! Asal kamu
tau, aku melakukan ini untukmu. Seharusnya kamu berterima kasih padaku!” Kata
Miku setelah meneguk seperempat dari isi kaleng soda miliknya.
“Memangnya kamu tau apa tentangku dan hidupku, hah?!”
“Bukannya kamu namja hiperaktif yang jadi pendiam itu,
kan?” Miku balik bertanya dengan santai dan tatapan malas ala yeoja yang malas
bangun di Minggu pagi.
“Itu semua dari Joohyun eonnie.”
“Memangnya apa yang dia tau tentang aku?”
“Kau berubah.”
Kalimat terucap dari Miku langsung membuat Taehyung
langsung memutar otaknya. Miku memalingkan pandangannya ke arah langit biru
yang cerah.Taehyung kembali menatap Miku dan dia rasa Miku ada benarnya.
“Sebenarnya apa masalahmu, hah? Joohyun eonnie saja sampai kepikiran
tenatangmu.” Miku kembali menatap Taehyung. Terjadilah eyes contact yang tak diduga. Mereka kembali memalingkan pandangan
mereka bersamaan.
“Kamu tentunya tau kalau sewaktu SMP aku dekat dengan 6
teman baruku dan tak pernah memperhatikan Joohyun eonnie. Tapi ada hal lain
yang tak kamu tau tentangku darinya.”
Taehyung memberi jeda dalam kalimatnya untuk sementara,
seperti belum mampu mengulah masa lalu dirinya sendiri yang membingungkan. Miku
mendengarkannya secara teliti, dengan tatapan yang masih polos.
“Aku berteman dengan mereka karena mereka bisa menghiburku
setiap saat. Kalau aku menghampiri Joohyun noona, kegiatan yang dia lakukan
jadi terganggu karena aku.”
“Yaa.. dia tak pernah berpikir seperti itu. Lalu untuk apa
dia mengatakan semua itu padaku?”
“Aku selalu menghabiskan bersama mereka. Hingga saat kami
kelas IX, di suatu malam.” Dia kembali memberi jeda pada perkataannya, “Saat
aku pulang bersama Seokjin hyung, kami dicegat seseorang, yang jelas dia mengenal
Seokjin hyung. Dia menggiring kami ke suatu tempat, dan menyerang kami habis –
habisan. Seokjin berusaha menlidungiku, tapi yang terjadi dia terbunuh dalam
pertarungan itu, aku menangis sangat keras saat melihat kejadian itu dengan
mataku sendiri. Yoongi hyung selalu menyalahkanku karena waktu itu aku tak bisa
melindungi diriku sendiri. Dan setelah itu, kami berpencar di SMA. Ketika kami
saling bertemu, kami tak pernah saling menyapa, dan itu membuatku jadi seperti
ini.”
Miku hanya memiringkan bibirnya mendengarkan kisah Taehyung
yang bisa dibilang rada tragis itu. Tak sengaja, Miku melihat setitik air mata
jatuh ke pipi Taehyung.
"Tapi kamu masih beruntung,
lho." Miku membuyarkan keheningan itu. Saat Taehyung akan bertanya, Miku
melanjutkan maksud mengapa dia mengucapkan kalimat itu.
"Masih
beruntung karena kamu tak diberi masalah seperti itu dari kecil. Sedangkan aku
sejak masih bayi tak pernah tau siapa sebenarnya orangtua kandungku."
Taehyung
terkejut bukan main dengan kalimat yang dilontarkan Miku tentang dia yang tak
mengetahui siapa orangtuanya yang sebenarnya. Miku terlihat masih tersenyum
tapi matanya menunjukkan tatapan yang sendu.
"Sejak
kecil, aku dan Luka tak pernah tau orangtua kami. Lalu kami diasuh oleh
keluarga Kim dimana mereka sudah memiliki 2 anak kembar yaitu Kim Ki Rin dan
Kim Ki Len. Begitu sudah berumur 7 tahun, kami sudah tak mempermasalahkan hal
itu lagi. Kami diasuh seperti anak mereka sendiri sampai sekarang."
Miku kembali
tersenyum tulus pada Taehyung. Namja bersuara bass itu terlihat mendalami
cerita Miku tapi wajahnya terlihat acuh tak acuh.
"Menghadapi
hidup ini mudah aja, kok. Cukup tersenyum pada setiap orang yang kamu
sayangi."
Taehyung
kembali memutar otaknya ketika Miku kembali bersuara. Kalimat itu seperti tak
asing terdengar oleh Taehyung, seperti kalimatnya dulu sewaktu SMP. Tiba'' dia
jadi teringat bahwa dia tak pernah bertemu dengan Joohyun noona yang merupakan
teman masa kecilnya.
"Dia meridukanmu,
Taehyung-ah." Miku berbalik menatap Taehyung, sepertinya dia bisa membaca
pikiran Taehyung, "Walau dia sudah punya pacar, dia masih memikirkanmu,
lho! Dia juga masih berpikir bahwa kamu adalah adiknya."
Taehyung mulai
merasa bersalah akan sikapnya yang selama ini selalu dingin pada setiap orang,
terutama pada Joohyun. Bahkan terakhir kali dia bertemu dengannya, membentak
yeoja berambut pirang itu dengan keras.
"Ahh...
Sudah hampir sore, nih. Aku harus pulang sekarang, annyeong."
"Tunggu!"
Saat Miku
beranjak dari tempat duduknya dan berbalik badan, dia merasakan dekapan hangat
menyelimuti dirinya dari belakang. Taehyung.
"Kamu
benar. Kamu 100% benar. Aku terlalu memikirkan diriku sendiri, sampai melupakan
Joohyun noona, teman masa kecilku. Aku tak mau terus menerus seperti ini."
Miku merasakan
dekapan Taehyung yang begitu hangat, lebih hangat dari dekapan nyonya Kim yang
selalu memberi pelukan yang nyaman. Miku merasa sangat lega saat Taehyung mengatakan
semua itu, dia bisa menangkap maksud dari namja itu. Miku tersenyum dalam
dekapan
"Kamshahamida...
Miku-ya."
...0O0...
Keesokan
harinya, Miku berjalan ke sekolah dengan perasaan yang amat senang. Dilihat
burung - burung yang mondar - mandir di langit, angin musim semi yang sangat
hangat bertiup perlahan. Dia merasa akan ada hal baik yang akan terjadi hari
ini.
Saat sampai di
sekokah, dia buru - buru menuju ruang kelasnya. Dilihatnya seorang namja yang
tengah berbincang dengan namja lain dengan semangat.
"Miku-ya!
Kamu sudah datang, eoh?" Teriak namja bersuara bass itu dengan riang,
membuat Miku langsung tersenyu lebar melihat senyumannya
Kemudian saat
istirahat berjalan, Miku berada di ruang musik sekolah dan memainkan keyboard. Hingga
dia dikejutkan oleh seseorang, yang jelas bukan Luka. Taehyung.
“Wah! Aku juga
suka musik, eoh? Aku juga.”
“Ehh... Ne. Aku
suka memainkan keyboard dan membuat sebuah lagu.”
“Ayo kita coba
nyanyikan lagu buatanmu!”
“Ahh...
baiklah!!”
Dengan semangat,
Miku mengeraskan volume Keyboard dan mereka menyanyi dengan riang hingga
menggema ke seluruh ruang musik.
‘Aku tau kamu
punya sisi lain, Taehyung-ah. Dan itu tak jauh beda denganku.’
END
Annyeong Haseyo *Apaan sih!*,
Aku kembali dengan Fanfic yan anti mainstream, soalnya karakter dalam FanFic
ini berasal dari member BTS(yang jelas tau itu siapa) dan Hatsune Miku. Ini adalah
salah satu bentuk kecintaanku *wanjer* pada Hatsune Miku yang imut dan lucu
ini. Oh iya, satu lagi. Mianhae, sudah lama gak ngepost FanFic karena lagi gak ada
ide :P Tapi jangan khawatir, doakan aja semoga FanFic selanjutnya cepet kerilis
*Ogah, ah!* dan sekali lagi, aku minta maaf dan terima kasih sudah meluangkan
waktu untuk membaca FanFicku.
Annyeong <3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar