Selasa, 28 Maret 2017

[FF] FanFiction - You're My Yandere (Part 1)

You’re My Yandere (Part 1)





Author: Noor Euncha (Erza Noorfatma)
Genre: Gore, Thiller, Crime
Cast: Kim Minseok (EXO), Gyu Yuno (OC)
Support Cast: EXO member
PG: 18+

Warning!! Terdapat adegan kekerasan dalam cerita ini. Bagi yang belum cukup umur, harap membaca artikel saya yang lain. Gomawo~


Seperti biasa, Minseok berangkat ke sekolah dengan diantar oleh sopir pribadinya. Dalam perjalanannya, dia menatap banyaknya polisi di jalanan yang mondar – mandir selain kendaraan lain. Memang belakangan ini, banyak sekali kasus orang hilang di sekitar Seoul. Seperti siswi SMP yang hilang saat dia pulang ke rumahnya dan Siswi SMA yang hilang setelah menyelesaikan Tugasnya di malam hari. Yang aneh adalah semua korbannya itu para yeoja yang masih bersekolah, itu juga selalu terjadi di sore menjelang malam ataupun tengah  malam saat kota telah sepi, sebenarnya itu hal yang biasa. Tapi korban yan hilang itu tak pernah bisa ditemukan sampai detik ini. Apakah mereka dibunuh? Itu masih misteri.

Mobil Minseok berhenti di depan gerbang sekolah dan Minseok melihat teman – temannya tengah menunggu kedatangan hyungnya yang tajir itu turun dari mobilnya.

“Hyung!! Aku ingin kamu hentikan cewekmu!!!” Baekhyun, yang paling humoris diantara mereka terlihat tak senang sambil mengguncang tubuh hyungnya itu.

“Ya! Maksud kamu apa, Baekhyun-ah?!” Minseok langsung bingung saat Baekhyun marah – marah ke arahnya, yang lain hanya bisa tertawa kecil karena cara marahnya Baekhyun yang lucu.

“Itu...”

“MINSEOK-OPPAAAAA...!!!”

Belum selesai Baekhyun protes, seorang yeoja berlari dan berteriak kearah Minseok seperti seorang sasaeng fans yang melihat idolanya tepat di depannya. Minseok masih berada di posisinya dengan Baekhyun di depannya hanya diam menunggu kedatangannya.

“Minseok Oppa!! Kangen, nih!!” Yeoja itu langsung memeluk tubuh Minseok dengan manja.

“Kita, kan sudah ketemuan setiap hari, Yuno-shi.” Sahut Minseok kelabakan saat yeoja bernama Yuno itu memeluknya tiba – tiba.

“Tapi aku pengen bisa berduaan aja sama kamu, bukan bareng teman – temanmu yang gak bisa diandalkan itu.” Tatapan sinis dari teman Minseok langsung bisa dibaca oleh Minseok sendiri.

“Yaudah, malam ini nanti kita jalan di taman sambil makan Tteokbokki hangat, aja.” Minseok akhirnya memberi penengahan.

“Huh!! Ke taman?! Kenapa harus ke taman? Kan, dingin kalo ke taman malam – malam.” Yuno kelihatan tak setuju.

“Ahh.. Gimana kalo ke restoran di deket sekolah aja. Kan, tempatnya bagus dan romantis.”

“Wah...! Bener juga! Kalo gak ada tugas, kita jadi keluar ya!” Yuno terlihat antusias

Yuno langsung bertemu dengan teman yeoja-nya yang lain dan melepas pelukan eratnya yang sedari tadi membuat Minseok agak sesak.

“Hyung!” Baekhyun yang pembicaraannya tertahan, kembali mengeluarkan suaranya, “Itu yang aku maksud dengan ‘hentikan cewekmu’ itu!”

“Ne, hyung.” Chanyeol yang merupakan sahabat terbaik Baekhyun juga ikut bicara, “Yeoja itu aneh & menyebalkan. Dia selalu memata – matai kita, dan kita kadang diancam untuk jangan mengganggu acara ‘kencan’nya itu.”

“Hyung, kumohon!” Jongdae, sahabat Minseok terlihat khawatir & menghampiri sobatnya itu, “Kendalikan sedikit yeoja-mu itu. Bisa – bisa dia melakukan hal buruk pada kita.”

“Yaa! Ayolah!” Minseok mencoba menenangkan dongsae – dongsaenya, “Kalian ini sensitif sekali! Mana mungkin gadis seperti Yuno akan menyebabkan kerusakan besar seperti kasus orang hilang belakangan ini.”

“Tapi mungkin aja bisa!” Joonmyun menyela perkataan Minseok yang terlihat santai, “Bisa aja dia pakar dari kasus itu?!”

“Sudah aku bilang, dia itu sama kayak yeoja pada umumnya, pengen diperhatikan gitu. Kalian aja yang risih!”

“Bukannya kita gak percaya sama kamu, hyung.” Kyungsoo yang pendiam akhirnya menengahi, “Masalahnya dia itu selalu nge-stalk kamu lewat kita, kalo misalnya kita gak mau kasih tau, dia bakal ngancam bawa pisau ke sekolah.”

Minseok diam sejenak, tapi dia masih yakin bahwa Yuno tak akan melakukan hal semacam itu. Mungkin Yuno terlalu terobsesi makanya dia mengatakan hal itu.

“Hyung! Kok diam?” Jongin dan Sehun mengguncang tubuh Minseok bersamaan

“Ehh! Hmm... baiklah! Nanti aku akan bicara dengannya.”


...0O0...


“MINSEOK OPPA!”

Dengan penuh semangat, Yuno yang berada di halaman sebuah restoran memanggil Minseok yang melangkah ke arahnya, dia memakai jas hitam yang rapi dan sepatu hitam yang mengkilat.

“Wow! Kau tampak cantik malam ini!” Minseok menyapanya dengan manly, wajah Yuno langsung merona merah. Yuno mengenakan gaun merah muda selutut yang imut serta sarung tangan yang serasi dengan gaunnya.

“Ahh... oppa bisa aja. Kamu juga terlihat tampan malam ini.”

Minseok hanya menjawabnya dengan senyuman miring, lalu dia memperkenankan Yuno masuk lebih dulu. Sang pelayan menunjukkan meja yang sudah Minseok pesan beberapa jam yang lalu dan 2 piring steak di sisi kiri dan kanan meja. Yuno sangat terkesan pada suasana meja itu, aroma bunga mawar yang sangat harum, musik klasik yang melantung dengan indah dan suasana romantis di sekitar restoran itu yang sangat melekat.

“Oppa... yakin ini semua kamu yang...”

Saat Yuno akan melanjutkan, Minseok menutup bibir Yuno dengan telunjuknya. Wajah Yuno semakin memerah begitu jari itu menyentuh bibir pinknya.

“Sudahlah, nikmati saja suasananya. Silahkan duduk disini.” Minseok menarik sebuah kursi untuk Yuno.

“Ke... Keure..” Yuno dengan terbata – bata mengangguk, lalu dia duduk di kursi itu dan Minseok duduk di kursi seberang lain

Yuno menatap Minseok di seberang meja tapi tak begitu jauh dari jangkauannya. Betapa tampannya dia bahkan letaknya sedekat ini, batin Yuno. Mereka menyantap steak itu bersama - sama

“Hmm... Yuno-shii? Boleh aku bertanya sesuatu?” Minseok mulai terlihat serius.

“Keureyo, Oppa. Kamu boleh tanya apa aja.” Yuno tersenyum saat akhirnya Minseok memecah keheningan.

“Apa belakangan ini kamu menanyakan teman – temanku sesuatu?”

Mulut Yuno langsung turun membentuk lengkungan. Pipinya masih kemerahan

“Kenapa diam?” Minseok bertanya lagi, “bukannya tadi kamu bilang aku boleh bertanya apa saja?”

“Eeehh... Begini...” Yuno mulai bicara, “aku hanya ingin tau tentangmu lebih dalam, makanya aku bertanya ke teman – temanmu.”

“Tapi kata mereka, bertanya aja ke orangnya langsung.”

“Dijawab, gak?”

“Pasti akan dijawab.” Minseok kembali tersenyum, “Makanya berhentilah bertanya ke teman – temanku. Itu membuatku cemburu.”

“Bukannya Oppa bukan tipe namja yang mudah cemburu?” tanya Yuno menyeringai.

“Walau begitu, kamu itu tetap milikku. Aku berusaha melindungi apa yang aku miliki.”

“Ahh... Gomawo, Oppa.” Yuno kembali tersenyum manis dengan pipi yang masih memerah.

“Minseok-ah!!”

Seorang yeoja memanggil Minseok yang sontak membuat keduanya mengganti fokus matanya ke arah yeoja yang dimaksud. Saat mengetahui yeoja itu, Yuno langsung terlihat sinis.

“Taeyeon sunbae!”


...0O0...


Akhirnya makan malam mereka sudah selesai dan mereka memutuskan untuk berpisah sekarang.

“Baiklah... aku juga harus pulang. Ada urusan yang harus aku selesaikan.” Ucap Yuno sambil memberikan ciuman jarak jauh. Minseok menangkap kecupan itu lalu menempelkannya di dada kirinya.

“Jaga diri baik – baik, ya. Annyeong.” Minseok melambaikan arah Yuno yang sudah setengah jauh.

Setelah Minseok menghilang di belokan jalan, Yuno langsung berlari sekencang mungkin dan mendatangi seorang yeoja yang tengah berjalan santai

“Yaaa!!” Yuno membentak yeoja itu begitu keras, “Jauhi Namjachingu-ku, sunbaenim!!!”

“Apa maksudmu!” Yeoja itu akhirnya membalikkan badannya dan menatap Yuno dengan wajah bingung. “Apa karena aku memanggil Minseok tadi?

Yuno tak menjawabnya, Taeyeon merasa tak enak pada Yuno karena dia tau kalo Yuno adalah pacar Minseok.

“Baiklah. Mianhae karena sudah menyapa Minseok di depanmu.” Akhirnya Taeyeon mengakui kesalahannya.

“Menjauh...” Yuno mendesis, tangan kanannya sudah ada pisau tajam yang mengkilat dan Taeyeon menyadari kalo berada disini sudah tak aman.

“MENJAUH DARI OPPAKUUUUU!!!!”

Yuno berlari dan menerkam sunbae-nya seperti singa yang mengoyak mangsanya. Dengan sadis, dia memasukkan pisau itu ke dalam perut dan dada yeoja itu tanpa ampun. Dia juga mengiris nadi di setiap Taeyeon tanpa ada yang tersisa. Hingga dia sudah tak bernafas lagi, Yuno masih menancapkan pisaunya seperti orang gila.

“Dengan ini, kau tak akan bisa menyapanya lagi.”

Dia membuang pisaunya di dekat mayat Taeyeon yang sudah tak bernyawa lagi. Dia melihat ke sekelilingnya, dia merasa kalo dia tengah diawasi.

Yuno mendapati seseorang di balik gedung belakangnya, Joonmyun. Dia sedari tadi merekam aksinya menggunakan pisau. Yuno melebarkan matanya saat akhirnya menyadari kehadiran Joonmyun.

“Hapus video itu sekarang!” Yuno menunjuk Joonmyun dengan penuh dendam.

“Begitu Minseok tau ini, dia akan percaya padaku.” Joonmyun mengayunkan ponselnya, ditambah dengan senyuman sinisnya.

“Hapus... sebelum kau menyesal!” Yuno mengambil kembali pisaunya dan menodongkannya ke Joonmyun, Joonmyun hanya mengambil melangkah mundur.

“Kau tak memberiku pilihan..”

Tanpa aba – aba, Yuno langsung menerkam Joonmyun, namun namja itu tetap bisa melawannya walau dengan tenaga yang sedikit.

Namun sayangnya, Yuno lebih agresif dari dirinya dan pada akhirnya dia harus menerima tubuhnya dicabik – cabik seperti rusa malang di bagian bawah lingkaran kehidupan.

Yuno merampas ponsel Joonmyun, lalu membanting ponsel itu hingga terlempar ke jalanan, membiarkan mobil melindasnya. Dia menarik mayat Joonmyun dan Taeyeon lalu memasukkannya ke tempat sampah. Dia membuang sarung tangan miliknya dan langkah terakhirnya adalah membakar mayat – mayat itu sampai tak tersisa.


...0O0...


Minseok terlihat syok begitu melihat berita di televisi miliknya.

“Lagi. 2 korban hilang di sekitar pinggiran Seoul, hanya menyisahkan darah di sebuah gang.”

“Tuan muda. Sudah saatnya berangkat.” Sopir pribadi Minseok memberitau Minseok yang sedari tadi fokus ke berita itu.

“Oh! Baiklah, saya kesana.” Dengan pikiran yang masih berantakan, Minseok akhirnya berlari menuju mobil miliknya.


...0O0...


“HYUNG! HYUNG! HYUNG!”

Baekhyun mengguncang tubuh Minseok saat Minseok baru turun dari mobil pribadinya. Baekhyun terlihat hampir menangis dan teman – temannya terlihat sedih.

“Yaa! Kalian kenapa?! Waeyo?”, Minseok terlihat bingung melihat teman – temannya yang terlihat tak bersemangat.

“Joonmyun hyung...” kata Baekhyun lirih, “dia menghilang...”

Kaki Minseok langsung lemah dengan wajah masih kebingungan. ,Apa jangan – jangan Joonmyun...’ Minseok kembali memikirkan berita yang dia lihat tadi pagi.

“Saat kami datangi rumahnya, Eomma-nya bilang dia belum pulang sampai sekarang.” Kyungsoo memberitahu pada Minseok dengan wajah datar khas-nya.

“Gimana kalo kita beritahu polisi saja!”

“Apa gunanya? Polisi saja tidak bisa menyelesaikan kasus ini, apalagi detektif.”

“Ahh!!” Sepertinya Minseok mendapat buah dari pemikirannya, “Gimana kalo kita menyelidiki sendiri kasus ini?”

Walaupun itu ide yang bagus, namun teman – temannya masih berpikir apa saja resiko yang harus ditanggung mereka semua.

“Ayolah!! Kalian buang waktu aja! Kalau kita diam aja, bisa – bisa korbannya tambah banyak!!”

“Bener juga,” Jongdae mulai menyetujui apa yang dipikirkan hyung-nya, “Kalo kita gak coba menyelidiki semua ini, bisa aja kita akan jadi korban selanjutnya!”

Semua temannya mulai menyetujui apa yang telah disampaikan, bahkan mereka juga memiliki beberapa bukti yang bisa digunakan untuk mencari si pembunuh.

“Aku setuju!! Aku yakin bahwa pembunuhnya adalah seseorang yang kita kenal di sekolah ini!” Jongin mengeluarkan suaranya yang lantang.

“Ne! Bagaimana kalo kita melakukannya...”

“MINSEOOOKKK~OPPAAAA~!!!!”

Belum selesai Minseok mengucapkan perkataannya, gadis idaman perusak suasana datang dengan suara khasnya berlari ke arahnya. Namun, tubuhnya tertahan saat melihat raut wajah Minseok yang sangat serius.

“Yuno-ya! Kau...”

“Ah... oppa!” Yuno masih menunjukkan senyum imutnya, “aku masih ingin diajak berkencan seperti tadi malam!”

“Mianhae, Yuno,” Minseok masih memasang wajah serius, “Untuk saat ini, kita jangan berkencan dulu.”

Kaliamat itu langsung membuat Yuno lemas. Dia tak menyangka bahwa orang yang paling dia sayang mengatakan hal semacam itu. Minseok hanya menatap Yuno dengan wajah iba.

“Sekali lagi, Mianhae” Minseok memeluk tubuh Yuno saat mata Yuno berkaca – kaca, “Hal ini sangat penting. Ini demi sahabatku. Jika kau terlibat, pasti kau akan celaka.”

Setelah melepaskan pelukannya, Minseok melangkah menuju teman – temannya yang memandang Yuno dengan iba, namun sedikit curiga dengannya. Yuno masih diam saat Minseok sudah tak berada di hadapannya lagi. Diam – diam tangannya mengepal dengan keras.

Demi Sahabat, huh?


TBC...



Hana, tul, see.... annyeong haseyo. This is Noor Eun Cha. Gyaaaa~~~ kira - kira sudah berapa lama aku gak lama uploud FanFic lagi :v kali ini aku uploud Fanfic ini kira - kira sampai twoshoot, gak kayak biasanya :P Mohon ditunggu part keduanya, ya :D

Annyeong <3