You’re My Yandere (Part 1)
Author: Noor Euncha (Erza Noorfatma)
Genre: Gore, Thiller, Crime
Cast: Kim Minseok (EXO), Gyu Yuno
(OC)
Support Cast: EXO member
PG: 18+
Warning!! Terdapat adegan kekerasan
dalam cerita ini. Bagi yang belum cukup umur, harap membaca artikel saya yang
lain. Gomawo~
Seperti biasa, Minseok berangkat
ke sekolah dengan diantar oleh sopir pribadinya. Dalam perjalanannya, dia
menatap banyaknya polisi di jalanan yang mondar – mandir selain kendaraan lain.
Memang belakangan ini, banyak sekali kasus orang hilang di sekitar Seoul.
Seperti siswi SMP yang hilang saat dia pulang ke rumahnya dan Siswi SMA yang
hilang setelah menyelesaikan Tugasnya di malam hari. Yang aneh adalah semua
korbannya itu para yeoja yang masih bersekolah, itu juga selalu terjadi di sore
menjelang malam ataupun tengah malam
saat kota telah sepi, sebenarnya itu hal yang biasa. Tapi korban yan hilang itu
tak pernah bisa ditemukan sampai detik ini. Apakah mereka dibunuh? Itu masih
misteri.
Mobil Minseok berhenti di depan
gerbang sekolah dan Minseok melihat teman – temannya tengah menunggu kedatangan
hyungnya yang tajir itu turun dari mobilnya.
“Hyung!! Aku ingin kamu hentikan
cewekmu!!!” Baekhyun, yang paling humoris diantara mereka terlihat tak senang
sambil mengguncang tubuh hyungnya itu.
“Ya! Maksud kamu apa,
Baekhyun-ah?!” Minseok langsung bingung saat Baekhyun marah – marah ke arahnya,
yang lain hanya bisa tertawa kecil karena cara marahnya Baekhyun yang lucu.
“Itu...”
“MINSEOK-OPPAAAAA...!!!”
Belum selesai Baekhyun protes,
seorang yeoja berlari dan berteriak kearah Minseok seperti seorang sasaeng fans
yang melihat idolanya tepat di depannya. Minseok masih berada di posisinya
dengan Baekhyun di depannya hanya diam menunggu kedatangannya.
“Minseok Oppa!! Kangen, nih!!”
Yeoja itu langsung memeluk tubuh Minseok dengan manja.
“Kita, kan sudah ketemuan setiap
hari, Yuno-shi.” Sahut Minseok kelabakan saat yeoja bernama Yuno itu memeluknya
tiba – tiba.
“Tapi aku pengen bisa berduaan
aja sama kamu, bukan bareng teman – temanmu yang gak bisa diandalkan itu.”
Tatapan sinis dari teman Minseok langsung bisa dibaca oleh Minseok sendiri.
“Yaudah, malam ini nanti kita
jalan di taman sambil makan Tteokbokki hangat, aja.” Minseok akhirnya memberi
penengahan.
“Huh!! Ke taman?! Kenapa harus ke
taman? Kan, dingin kalo ke taman malam – malam.” Yuno kelihatan tak setuju.
“Ahh.. Gimana kalo ke restoran di
deket sekolah aja. Kan, tempatnya bagus dan romantis.”
“Wah...! Bener juga! Kalo gak ada
tugas, kita jadi keluar ya!” Yuno terlihat antusias
Yuno langsung bertemu dengan
teman yeoja-nya yang lain dan melepas pelukan eratnya yang sedari tadi membuat
Minseok agak sesak.
“Hyung!” Baekhyun yang
pembicaraannya tertahan, kembali mengeluarkan suaranya, “Itu yang aku maksud
dengan ‘hentikan cewekmu’ itu!”
“Ne, hyung.” Chanyeol yang
merupakan sahabat terbaik Baekhyun juga ikut bicara, “Yeoja itu aneh &
menyebalkan. Dia selalu memata – matai kita, dan kita kadang diancam untuk
jangan mengganggu acara ‘kencan’nya itu.”
“Hyung, kumohon!” Jongdae,
sahabat Minseok terlihat khawatir & menghampiri sobatnya itu, “Kendalikan
sedikit yeoja-mu itu. Bisa – bisa dia melakukan hal buruk pada kita.”
“Yaa! Ayolah!” Minseok mencoba
menenangkan dongsae – dongsaenya, “Kalian ini sensitif sekali! Mana mungkin
gadis seperti Yuno akan menyebabkan kerusakan besar seperti kasus orang hilang
belakangan ini.”
“Tapi mungkin aja bisa!” Joonmyun
menyela perkataan Minseok yang terlihat santai, “Bisa aja dia pakar dari kasus
itu?!”
“Sudah aku bilang, dia itu sama
kayak yeoja pada umumnya, pengen diperhatikan gitu. Kalian aja yang risih!”
“Bukannya kita gak percaya sama
kamu, hyung.” Kyungsoo yang pendiam akhirnya menengahi, “Masalahnya dia itu
selalu nge-stalk kamu lewat kita, kalo misalnya kita gak mau kasih tau, dia
bakal ngancam bawa pisau ke sekolah.”
Minseok diam sejenak, tapi dia
masih yakin bahwa Yuno tak akan melakukan hal semacam itu. Mungkin Yuno terlalu
terobsesi makanya dia mengatakan hal itu.
“Hyung! Kok diam?” Jongin dan
Sehun mengguncang tubuh Minseok bersamaan
“Ehh! Hmm... baiklah! Nanti aku
akan bicara dengannya.”
...0O0...
“MINSEOK OPPA!”
Dengan penuh semangat, Yuno yang
berada di halaman sebuah restoran memanggil Minseok yang melangkah ke arahnya,
dia memakai jas hitam yang rapi dan sepatu hitam yang mengkilat.
“Wow! Kau tampak cantik malam
ini!” Minseok menyapanya dengan manly, wajah Yuno langsung merona merah. Yuno
mengenakan gaun merah muda selutut yang imut serta sarung tangan yang serasi
dengan gaunnya.
“Ahh... oppa bisa aja. Kamu juga
terlihat tampan malam ini.”
Minseok hanya menjawabnya dengan
senyuman miring, lalu dia memperkenankan Yuno masuk lebih dulu. Sang pelayan
menunjukkan meja yang sudah Minseok pesan beberapa jam yang lalu dan 2 piring steak di sisi kiri dan kanan meja. Yuno
sangat terkesan pada suasana meja itu, aroma bunga mawar yang sangat harum,
musik klasik yang melantung dengan indah dan suasana romantis di sekitar
restoran itu yang sangat melekat.
“Oppa... yakin ini semua kamu
yang...”
Saat Yuno akan melanjutkan,
Minseok menutup bibir Yuno dengan telunjuknya. Wajah Yuno semakin memerah
begitu jari itu menyentuh bibir pinknya.
“Sudahlah, nikmati saja
suasananya. Silahkan duduk disini.” Minseok menarik sebuah kursi untuk Yuno.
“Ke... Keure..” Yuno dengan
terbata – bata mengangguk, lalu dia duduk di kursi itu dan Minseok duduk di
kursi seberang lain
Yuno menatap Minseok di seberang
meja tapi tak begitu jauh dari jangkauannya. Betapa tampannya dia bahkan
letaknya sedekat ini, batin Yuno. Mereka menyantap steak itu bersama - sama
“Hmm... Yuno-shii? Boleh aku
bertanya sesuatu?” Minseok mulai terlihat serius.
“Keureyo, Oppa. Kamu boleh tanya
apa aja.” Yuno tersenyum saat akhirnya Minseok memecah keheningan.
“Apa belakangan ini kamu menanyakan
teman – temanku sesuatu?”
Mulut Yuno langsung turun
membentuk lengkungan. Pipinya masih kemerahan
“Kenapa diam?” Minseok bertanya
lagi, “bukannya tadi kamu bilang aku boleh bertanya apa saja?”
“Eeehh... Begini...” Yuno mulai
bicara, “aku hanya ingin tau tentangmu lebih dalam, makanya aku bertanya ke
teman – temanmu.”
“Tapi kata mereka, bertanya aja
ke orangnya langsung.”
“Dijawab, gak?”
“Pasti akan dijawab.” Minseok
kembali tersenyum, “Makanya berhentilah bertanya ke teman – temanku. Itu membuatku
cemburu.”
“Bukannya Oppa bukan tipe namja
yang mudah cemburu?” tanya Yuno menyeringai.
“Walau begitu, kamu itu tetap
milikku. Aku berusaha melindungi apa yang aku miliki.”
“Ahh... Gomawo, Oppa.” Yuno
kembali tersenyum manis dengan pipi yang masih memerah.
“Minseok-ah!!”
Seorang yeoja memanggil Minseok
yang sontak membuat keduanya mengganti fokus matanya ke arah yeoja yang
dimaksud. Saat mengetahui yeoja itu, Yuno langsung terlihat sinis.
“Taeyeon sunbae!”
...0O0...
Akhirnya makan malam mereka sudah
selesai dan mereka memutuskan untuk berpisah sekarang.
“Baiklah... aku juga harus
pulang. Ada urusan yang harus aku selesaikan.” Ucap Yuno sambil memberikan
ciuman jarak jauh. Minseok menangkap kecupan itu lalu menempelkannya di dada
kirinya.
“Jaga diri baik – baik, ya.
Annyeong.” Minseok melambaikan arah Yuno yang sudah setengah jauh.
Setelah Minseok menghilang di
belokan jalan, Yuno langsung berlari sekencang mungkin dan mendatangi seorang
yeoja yang tengah berjalan santai
“Yaaa!!” Yuno membentak yeoja itu
begitu keras, “Jauhi Namjachingu-ku, sunbaenim!!!”
“Apa maksudmu!” Yeoja itu
akhirnya membalikkan badannya dan menatap Yuno dengan wajah bingung. “Apa
karena aku memanggil Minseok tadi?
Yuno tak menjawabnya, Taeyeon
merasa tak enak pada Yuno karena dia tau kalo Yuno adalah pacar Minseok.
“Baiklah. Mianhae karena sudah
menyapa Minseok di depanmu.” Akhirnya Taeyeon mengakui kesalahannya.
“Menjauh...” Yuno mendesis,
tangan kanannya sudah ada pisau tajam yang mengkilat dan Taeyeon menyadari kalo
berada disini sudah tak aman.
“MENJAUH DARI OPPAKUUUUU!!!!”
Yuno berlari dan menerkam
sunbae-nya seperti singa yang mengoyak mangsanya. Dengan sadis, dia memasukkan
pisau itu ke dalam perut dan dada yeoja itu tanpa ampun. Dia juga mengiris nadi
di setiap Taeyeon tanpa ada yang tersisa. Hingga dia sudah tak bernafas lagi,
Yuno masih menancapkan pisaunya seperti orang gila.
“Dengan ini, kau tak akan bisa
menyapanya lagi.”
Dia membuang pisaunya di dekat
mayat Taeyeon yang sudah tak bernyawa lagi. Dia melihat ke sekelilingnya, dia
merasa kalo dia tengah diawasi.
Yuno mendapati seseorang di balik
gedung belakangnya, Joonmyun. Dia sedari tadi merekam aksinya menggunakan pisau.
Yuno melebarkan matanya saat akhirnya menyadari kehadiran Joonmyun.
“Hapus video itu sekarang!” Yuno
menunjuk Joonmyun dengan penuh dendam.
“Begitu Minseok tau ini, dia akan
percaya padaku.” Joonmyun mengayunkan ponselnya, ditambah dengan senyuman
sinisnya.
“Hapus... sebelum kau menyesal!”
Yuno mengambil kembali pisaunya dan menodongkannya ke Joonmyun, Joonmyun hanya
mengambil melangkah mundur.
“Kau tak memberiku pilihan..”
Tanpa aba – aba, Yuno langsung
menerkam Joonmyun, namun namja itu tetap bisa melawannya walau dengan tenaga
yang sedikit.
Namun sayangnya, Yuno lebih
agresif dari dirinya dan pada akhirnya dia harus menerima tubuhnya dicabik –
cabik seperti rusa malang di bagian bawah lingkaran kehidupan.
Yuno merampas ponsel Joonmyun,
lalu membanting ponsel itu hingga terlempar ke jalanan, membiarkan mobil
melindasnya. Dia menarik mayat Joonmyun dan Taeyeon lalu memasukkannya ke
tempat sampah. Dia membuang sarung tangan miliknya dan langkah terakhirnya
adalah membakar mayat – mayat itu sampai tak tersisa.
...0O0...
Minseok terlihat syok begitu
melihat berita di televisi miliknya.
“Lagi.
2 korban hilang di sekitar pinggiran Seoul, hanya menyisahkan darah di sebuah
gang.”
“Tuan muda. Sudah saatnya
berangkat.” Sopir pribadi Minseok memberitau Minseok yang sedari tadi fokus ke
berita itu.
“Oh! Baiklah, saya kesana.”
Dengan pikiran yang masih berantakan, Minseok akhirnya berlari menuju mobil
miliknya.
...0O0...
“HYUNG! HYUNG! HYUNG!”
Baekhyun mengguncang tubuh
Minseok saat Minseok baru turun dari mobil pribadinya. Baekhyun terlihat hampir
menangis dan teman – temannya terlihat sedih.
“Yaa! Kalian kenapa?! Waeyo?”,
Minseok terlihat bingung melihat teman – temannya yang terlihat tak bersemangat.
“Joonmyun hyung...” kata Baekhyun
lirih, “dia menghilang...”
Kaki Minseok langsung lemah
dengan wajah masih kebingungan. ,Apa
jangan – jangan Joonmyun...’ Minseok kembali memikirkan berita yang dia
lihat tadi pagi.
“Saat kami datangi rumahnya,
Eomma-nya bilang dia belum pulang sampai sekarang.” Kyungsoo memberitahu pada
Minseok dengan wajah datar khas-nya.
“Gimana kalo kita beritahu polisi
saja!”
“Apa gunanya? Polisi saja tidak
bisa menyelesaikan kasus ini, apalagi detektif.”
“Ahh!!” Sepertinya Minseok
mendapat buah dari pemikirannya, “Gimana kalo kita menyelidiki sendiri kasus
ini?”
Walaupun itu ide yang bagus,
namun teman – temannya masih berpikir apa saja resiko yang harus ditanggung
mereka semua.
“Ayolah!! Kalian buang waktu aja!
Kalau kita diam aja, bisa – bisa korbannya tambah banyak!!”
“Bener juga,” Jongdae mulai
menyetujui apa yang dipikirkan hyung-nya, “Kalo kita gak coba menyelidiki semua
ini, bisa aja kita akan jadi korban selanjutnya!”
Semua temannya mulai menyetujui
apa yang telah disampaikan, bahkan mereka juga memiliki beberapa bukti yang
bisa digunakan untuk mencari si pembunuh.
“Aku setuju!! Aku yakin bahwa
pembunuhnya adalah seseorang yang kita kenal di sekolah ini!” Jongin
mengeluarkan suaranya yang lantang.
“Ne! Bagaimana kalo kita
melakukannya...”
“MINSEOOOKKK~OPPAAAA~!!!!”
Belum selesai Minseok mengucapkan
perkataannya, gadis idaman perusak suasana datang dengan suara khasnya berlari
ke arahnya. Namun, tubuhnya tertahan saat melihat raut wajah Minseok yang
sangat serius.
“Yuno-ya! Kau...”
“Ah... oppa!” Yuno masih
menunjukkan senyum imutnya, “aku masih ingin diajak berkencan seperti tadi
malam!”
“Mianhae, Yuno,” Minseok masih
memasang wajah serius, “Untuk saat ini, kita jangan berkencan dulu.”
Kaliamat itu langsung membuat
Yuno lemas. Dia tak menyangka bahwa orang yang paling dia sayang mengatakan hal
semacam itu. Minseok hanya menatap Yuno dengan wajah iba.
“Sekali lagi, Mianhae” Minseok
memeluk tubuh Yuno saat mata Yuno berkaca – kaca, “Hal ini sangat penting. Ini
demi sahabatku. Jika kau terlibat, pasti kau akan celaka.”
Setelah melepaskan pelukannya,
Minseok melangkah menuju teman – temannya yang memandang Yuno dengan iba, namun
sedikit curiga dengannya. Yuno masih diam saat Minseok sudah tak berada di
hadapannya lagi. Diam – diam tangannya mengepal dengan keras.
Demi
Sahabat, huh?
TBC...
Hana, tul, see.... annyeong haseyo. This is Noor Eun Cha. Gyaaaa~~~ kira - kira sudah berapa lama aku gak lama uploud FanFic lagi :v kali ini aku uploud Fanfic ini kira - kira sampai twoshoot, gak kayak biasanya :P Mohon ditunggu part keduanya, ya :D
Annyeong <3
