Rabu, 24 Februari 2016

[FF] FanFiction - Don't Go in My Birthday

Don’t Go In My Birthday



Author: Erza Noorfatma
Genre: Sad
Main Cast: Jung Hoseok(BTS), Hatsune Miku


           “Saengil Chukae hamida... Saengil chukae hamida”

          Suara itu terdengar bergerumuh di sebuah kelas. Keenam siswa mengucapkan kalimat itu dengan riang dan semangat pada Hoseok saat jam pelajaran berakhir.

          “Saengil chukae, Hoseok hyung!” kata salah satu dari sahabatnya, Jungkook, yang paling muda di kelasnya.

          “Semoga kamu bisa terus menari. Hehehe...” kata salah satu sahabatnya yang lain, Taehyung yang paling ceria dan disebut sebagai alien oleh teman – temannya. Dia pun menirukan cara Hoseok biasanya menari dan semuanya tertawa melihat tingkah laku sang alien itu, terutama Namjoon.

          “Ne... khamsahamida” Hoseok merasa senang karena keenam temannya masih mengingat namanya, dan yang lebih menyenangkan lagi adalah tepung dan telur menjadi satu di bajunya.

          “Kami akan terus bersamamu, kalau bisa sampai kita kuliah aja!” Jimin merangkul Hoseok

          “Ne... aku juga mau banget bersama kalian hingga kuliah nanti, pokoknya kita akan terus bersama. Kita BANGTAN BOYS!!!”

          Teriakan Hoseok diikut seruan dari teman – teman lainnya. Dia tak menyangka akan sesenang ini di hari ulang tahunnya.


...0O0...


          “Aku pulang!!!”

          Teriak Hoseok menggema hingga ke seluruh ruangan di apartemennya membuat seseorang keluar dari sebuah ruangan. Seorang gadis berambut panjang sebokongnya dan berwarna biru laut terlihat samar seperti sebuah hologram. Hoseok menatap gadis itu dengan senang.

          “Ahh... Hoseok! Kamu sudah pulang. Happy Birthday!!”

          Gadis itu membawa sepiring sushi yang masih hangat ditemani senyum tulus dari bibirnya.

          “Miku-ya! Thank you! Hari ini  aku dapat banyak sekali ucapan itu. Ditambah lagi tepung, telur dan krim ini!” Hoseok dengan bangga menunjukkan seragam kotornya pada gadis yang dia sebut Miku.

          “Huuh! Kau ini! Seragam kotor dipamerkan! Seharusnya langsung masuk mesin cuci!” Miku meletakkan sepiring sushi buatannya ke meja ruang televisi dan mengomeli Hoseok dengan penampilan itu.

          Di apartemen Hoseok, Mikulah yang mengatur apartemen ini. Dia yang biasa memasak dan membersihkan apartemen ketika Hoseok berada di sekolah. Sebenarnya Miku adalah semacam vocaloid Jepang yang tak sengaja masuk ke salah satu file data milik Hoseok. Hoseok yang sebenarnya bukan seorang Otaku(penggemar anime Jepang), hanya ingin menyimpannya sebagai teman dan satupun temannya tak ada yang tau tentang ini, termasuk Taehyung.

          “Hoseok! Seandainya aku bisa bersama denganmu...”

          Suara Miku melemas. Saat Hoseok menyantap sushi buatan Miku dan setelah Miku memasukkan mesin cuci, gadis anime itu menatap Hoseok sedih.

          “Ya! Memang apa yang akan terjadi padamu? Kamu akan pindah ke file data lainnya?”

          Pertanyaan Hoseok tak dijawab oleh gadis itu. Wajah Miku justru lebih sendu. Hoseok mulai curiga apa yang terjadi.

          “Apa jadinya kalau aku sudah tak berada di sampingmu?”

          “Tentunya tempat ini akan sepi tanpamu. Tak ada yang akan menyanyi dan menari denganku.”

          “Seandainya aku bisa terus bernyanyi dan tersenyum padamu...”

          Seketika suasana menjadi hening. Miku pun meranjak dari tempat duduknya.

          “Kamu mau kemana?”, Hoseok menatap Miku yang berjalan ke mulut pintu apartemen.

          “Ada sesuatu yang harus aku urus. Jika kamu penasaran, baca saja catatan di meja belajarmu.”

          Miku pun pergi dari hadapan namja yang diam di sofa ruang televisi sambil terpaku.

          Hoseok yang saking penasarannya terhadap apa yang terjadi pada sahabat vocaloid-nya, mengecek catatan yang Miku tinggalkan padanya.

          Kamarnya yang sedikit berantakan, terlihat gelap tanpa cahaya lampu kamarnya. Lalu dia mendapati sebuah catatan kecil dan laptop miliknya yang menunjukkan data – data Hatsune Miku saat ini.


          Aku tak bisa bertahan lama...

          Aku hanya simulasi... yang saat ini memiliki virus yang amat buruk...

          Aku ingin terus menyanyi, menari, dan tersenyum denganmu...

          Seandainya aku bisa...

          Tapi aku semakin lemah... memoriku semakin terkuras...

          Kemampuanku semakin berkurang... seandainya aku juga manusia sepertimu

          Satu kalimat yang ingin aku katakan lagi...

          Happy Birthday


          Hoseok menyangka kalau Miku akan menjadi seperti ini. Lalu dia menatap data Miku secara teliti.

          --Emergency stop system in operation—
     
     Hoseok terpaku sekaligus terkejut menatap laptopnya. Tak menyangka akan sampai seburuk ini.

           Aniyaa... ini tak mungkin!!


...0O0...


          Hoseok berlari ke sebuah jembatan kecil dimana Miku selalu berada disana, dan ternyata benar. Miku tengah menata kosong aliran sungai di depannya.

          “Miku-ya!”

          “Oni-Chan! Kamu datang? Apa kamu...”

          GREBB!

          Pelukan hangat menyelimuti tubuh Miku. Miku terkejut mendapat pelukan tiba-tiba dari Hoseok yang terisak di pundaknya.

          “Kenapa kau tak jujur dari awal kalau kamu menjadi seperti ini? Kamu akan lenyap untuk selamanya!!”

          Mendengar isakan Hoseok di pundaknya, Miku juga ikut menangis. Tapi baru pertama kalinya dia melihat pria di depannya.

          “Maafkan aku! Aku memang tak pernah cerita agar kamu tak khawatir”

          “Tapi kenapa harus di hari ulang tahunku? Kenapa di hari ulang tahunku harus terjadi seperti ini?!”

          “Aku mungkin tak nyata, tapi aku akan terus dekat denganmu...”

          Perlahan, Miku mulai lenyap di mata Hoseok dan bayangannya mulai menghilang

          “Khamsahamida... kurika... annyeong...”

          Kalimat terakhir Miku berbahasa Korea, membuat Hoseok sedikit terkejut. Hingga bayangannya benar – benar lenyap, tak tersisa.

          Aku tak akan pernah melupakanmu... Hatsune Miku


END


          Hai lagi! Kali ini ngepost FanFic yang bertemakan lagu ‘The Disapperance of Hatsune Miku’ dan sebenarnya FanFic ini Special ini hari ulang tahun Jhope BTS, jadi ini Laete Post :P Tunggu FanFic Berikutnya, ya!!

          Annyeong =D

Sabtu, 20 Februari 2016

Review MV Scissoroid [MikuXLuka]





Inilah video Vocaloid yang menginspirasiku untuk membuat FanFic 'I'm Jealous To You'

Lagu ini menceritakan kecemburuan Miku terhadap Luka yang selalu diperhatikan oleh sang master

Hingga dia akan membunuh Luka dengan memotong kabel milik Luka.

Saat akan memotong kabel itu, tangan Miku tertahan dan Luka terbangun dari tidurnya. Wajahnya menunjukkan senyum tulus, hingga Miku tak mau melanjutkan niatnya. Tapi Luka melayangkan sebuah pisau ke Miku hingga Miku tewas.

Mungkin FanFic itu agak mengambil dari video ini. Tapi semoga banyak yang suka, deh!! Mana belakangan ini aku lagi suka lagu vocaloid, nih =D

[FF] FanFiction - I'm Jealous To You

I'm Jealous To You



Author: Erza Noorfatma
Genre: Friendship, Sad, Thriller
Main Cast: Park Chanyeol(EXO), Kim Jongin(EXO), Lee Taemin(Shinee)


          Sore hari setelah beberapa siswa telah keluar dari area SMA Internasional Seoul, hanya beberapa siswa yang masih berada di sekolah untuk ekstrakulikuler dan yang hal lain. Chanyeol hanya terdiam di depan pintu ruang latihan dance dengan menatap dua temannya yang tengah asyik menggerakkan tubuhnya. Dengan wajah kakunya, dia hanya menyaksikan mereka menciptakan gerakan yang indah

          "Chanyeol hyung! Kenapa kamu tak ikut berlatih dengan kami? Setelah ini kita akan latihan vocal!" Seru Jongin ke arah Chanyeol yang sedari tadi hanya diam saja.

          "Sepertinya, dia terlihat lelah. Kenapa kamu tidan beristirahat saja dulu?" Taemin menambahkan

          "Aku memang berencana akan pulang! Sudahlah! Aku pulang dulu!!"

          Chanyeol mendengus kesal dan mengambil tasnya, lalu keluar ruangan itu dengan wajah kaku. Jongin merasa bingung dengan tingkah laku sahabatnya belakangan ini.

          "Chanyeol hyung kenapa, ya? Biasanya kan ceria banget?"

          "Mungkin dia lagi kepikiran tentang ujian. Sebentar lagi ujian sekolah, kan?" Taemin menepuk pundak Jongin yang cemas.

          "Benar juga, sih. Tapi walau mendekati ujian, dia tetap bersikap positif"

          "Hmmm... Mungkin kamu ada benarnya juga. Kita biarkan aja dulu, mungkin ada perubahan."

          Jongin hanya mengangguk setuju lalu mereka kembali melanjutkan latihan mereka


...0O0...


          Sementara Chanyeol hanya menelusuri jalanan sekolah sambil menendang kaleng yang ada di depan kakinya. Hingga dia teringat sebuah kenangan dirinya dan Jongin,

          "Yesss!! Kita sekelas, Jongin!!!"  Teriak Chanyeol senang.

          Saat itu mereka mendaftar di SMA Internasional Seoul dan saat itu Chanyeol seperti suporter bola yang girang melihat tim idolanya mencetak gol. Chanyeol selalu berpikir positif saat itu

          Jongin juga sangat senang dengan pengumuman di papan penilaian itu yang menunjukkan kalau dia sekelas dengan Chanyeol hyung.

          "Kita sekelas. Kita hersama lagi, dong!"

          Hingga mereka mengenal Lee Taemin, seorang sisiwa yang sangat terkenal di sekolah itu. Mereka akhirnya berteman baik.

          Tapi Chanyeol merasa menjadikan Taemin hyung sebagai salah satu temannya adalah kesalahan besar. Dia merebut semua tentangnya, termasuk sahabatnya sendiri. Namja tinggi itu terus menggeram kesal menyesali apa yang telah dia lakukan saat itu.

          Di perjalanannya, dia melihat sebuah gunting besar di bawah kakinya. Dia pun memikirkan hal di luar batas kewajaran.

          'Dia hanya milikku seorang!'

          Dia meraih gunting itu dan berbalik kembali ke sekolah.


…0O0…


          "Wahhh! Aku harus kembali sekarang. Ada tugas yang belum aku selesaikan, mana besok dibahas lagi!" Seru Jongin seraya melihat jam tangan di tangan kirinya.

          "Yaudah. Kamu selesaikan saja. Aku disini menyelesaikan koreo kita."

          "Jinja?! Apa hyung akan baik - baik saja?"

          "Sebaiknya kamu kerjakan tugasmu itu daripada besok kamu harus berdiri di koridor sekolah!"

          "Hmmm... Baiklah. Gomawo, hyung."

          Jonginpun keluar dari ruangan dance itu dan meninggalkan Taemin yang melanjutkan gerakan dancenya.

          Saat menuruni tangga sekolah, dia mendapati seseorang yang naik ke lantai dua. Dia seperti mengenal namja tinggi itu, tapi dia mengurungkan niatnya untuk menyapanya.

          Di waktu yang sama, Taemin tengah beristirahat. Dia memejamkan matanya dan hampir terlelap. Dia pun tak menyadari kalau ada seseorang yang memasuki ruangan.

          Dia adalah Chanyeol,

          Dengan membawa gunting besar yang dia ambil di jalan, dia mengangkat gunting itu tinggi untuk menusukkannya ke Taemin.

          Tapi tangannya tertahan. Dia teringat saat dia ingin mengajak Taemin hyung berlatih vocal dan dance bersama. Disaat mengingat itulah, air mata Chanyeol terjatuh di pipinya. Dia tak mau melakukan ini, bahkan ini sudah di luar batas. Namja tinggi itu menjatuhkan gunting besar itu. Sontak membuat Taemin hyung terbangun.

          "Wahh, Chanyeol-ah! Kamu datang. Terima kasih sudah membangunkanku. Kalau tidak, aku akan menginap di sini sampai besok pagi." Taemin tersenyum tulus ke arah Chanyeol, Chanyeol hanya diam saja, menatap wajah hyungnya yang riang.

          "Kamu datang untuk berlatih bersama, ya? Kita bisa menjadi boyband yang hebat bersama - sama, seperti yang kamu dan Jongin inginkan!"

          Mendengar kalimat Taemin hyung, air mata Chanyeol langsung mengalir hingga kedua pipinya. Dia tau kalau perbuatannya tadi adalah hal yang sangat buruk, terutama pada hyung-nya.

          'Aniyaa! Ini tak benar!!'

          "Khuhuhu... Aku hanya bercanda...!"

          JLEEBB...

          Suara tusukan dari sebuah gunting besar yang Chanyeol bawa. Tapi bukan Chanyeol yang melayangkan gunting tersebut.

          "A... aa... apa...?"

          Suara Chanyeol terbata - bata. Tangannya berlumuran darah, darah yang berasal dari ulu hatinya. Rasa sakit yang teramat sangat bercampur dengan hilangnya keseimbangan hingga dia terjatuh dan tak sadarkan diri.

          "Huuh! Chanyeol-ah! Aku tau selama ini kamu cemburu padaku karena aku telah merebut Jongin darimu. Sekarang dia adalah milikku..."

          Taemin terkekeh ala psikopat lalu menjatuhkan gunting berlumuran darah ke lantai dan meninggalkan ruang dance itu dengan tersenyum sinis.


END


          Hey! Kembali lagi dengan Erza Noorfatma, si author baru dan kali ini FanFic yang rasanya rada menyedihkan. Fanfic ini terinspirasi dari lagu vocaloid Miku x Luka yang berjudul Scissoroid. Semoga banyak yang suka dan sering main ke blog ini, ya!

          Annyeong =D

Minggu, 14 Februari 2016

[FF] FanFiction - Trick and Treat

TRICK AND TREAT!



Author: Erza Noorfatma
Genre: Thriller, Horror
Cast: Byun Baekhyun(EXO), Kim Taehyun(BTS), Park Chanshi(OC)
Support Cast: Park Chanyeol(EXO), Oh Sehun(EXO)

“Sepertinya, kamu perlu istirahat sejenak, Baekhyun hyung.”

Seorang namja berjambul yang duduk di bangku kelas itu memberitau hyungnya yang sepertinya terlihat bingung dan resah, seperti ada sesuatu yang dia pikirkan dan berusaha untuk melupakannya.

“Belakang ini kamu sering melamun? Apa sih yang kamu pikirkan? Mungkin kamu harus beristirahat, seperti kata Sehun”

Namja tinggi di sampingnya menyetujui apa kata dongsaenya itu. Dia juga mengkhawatirkan Baekhyun.

“Benar juga. Tapi katamu kita akan pergi ke cafe dekat sini setelah pulang sekolah?”, Baekhyun kembali bertanya

“Kalau kondisimu kayak gini, mending kamu pulang aja. Istirahatkan otakmu itu!”
Chanyeol menyindir Baekhyun dan seketika memanyunkan bibirnya kesal. Sehun hanya tertawa mendengarnya.

“Ne! Aku akan beristirahat. Tapi kalian jangan terus menghinaku seperti itu! Mau aku ejek lagi?! Pokoknya setelah aku merasa tenang, aku akan lebih sering mengejek kalian!!”

Chanyeol dan Sehun hanya tertawa ngakak(?) mendengar perkataan namja mata sipit itu. Dan mereka akhirnya mereka malah asyik bercanda riang.


...0O0...


          Baekhyun menusuri jalanan tua menuju apartemennya. Dia masih saja melamun memikirkan hal itu
  
        Give me that...hahaha...

          Suara itu terus ada di pikirannya. Suara seperti anak kecil itu terdengar samar’’ di pikirannya. Apa maksudnya, ya?, tanya Baekhyun dalam hati

          Lalu dia berhenti di sebuah hutan gelap di dekat jalanan tua tersebut. Dia merasa sangat familiar dengan hutan itu dan akhirnya memasuki hutan itu. Sesaat dia masuk ke hutan itu, dia merasa ada yang mengikutinya dari belakang dan sekelilingnya. Baekhyun terus menerus menengok ke belakang untuk memastikan keadaan sekitarnya baik – baik 
saja.

         Tiba’’ Baekhyun melihat sebuah pondok kecil yang halamannya dikelilingi lampion halloween yang masih menyala. Suasana gelap menambah kengerian tempat tersebut, dan hanya tempat itulah yang bercahaya. Baekhyun merasa ada hubungannya dengan pemikirannya yang dipenuhi dengan suara samar itu.

          Hingga dia merasa kedua tangannya terangkat seperti ada yang memegang erat tangannya. Namja sipit itu menengok kedua sisinya dan mendapati dua remaja dengan pakaian formal tengah mencium tangannya. Sedetik kemudian, mereka mendongak menatapnya dengan senyum riang

          “Kami sudah menunggumu lama sekali!”, kata yeoja yang sisi kiri Baekhyun lalu menarik tangan Baekhyun masukke pondok itu.

          Sedangkan namja di sisi kanannya membuka pintu pondok dan masuk lebih dulu, bertujuan untuk membimbing Baekhyun masuk ke pondok yang terlihat besar dari dalam.

          “Sekarang duduklah disini!”
          “Dan nikmati teh hangat ini, setelah itu kita dapat...”
          “Bermain seharian seperti dulu!!”

          Sambungan kata mereka sedikit membuat Baekhyun bingung. Bermain seperti dulu?, Baekhyun hanya diam saat namja misterius itu menyerahkan secangkir teh hangat dengan aroma melati yang menenangkan.

          “N-nugu-ya?”

          Mulut Baekhyun akhirnya bersuara, tapi sebenarnya dia tidak berniat mengatakan itu. Dia berpikir apa yang akan terjadi padanya setelah dia mengucapkan kalimat itu.

          “Woaa!! Kamu tak ingat dengan kita, ya? Mungkin karena sudah lama tak bertemu, deh! Aku Taehyung!”

          “Dan aku Chanshi! Apa bisa diingat?”

          Mereka memberitahu nama mereka dengan senyum riangnya. Baekhyun hanya mengangguk canggung, lalu meneguk teh hangat yang disajikan tadi.

          “Ayooo! Sekarang kita bermain! Tutup mata, ya!!” Chanshi menutup mata Baekhyun dengan syal abu – abu yang sudah robek dan kusut. Baekhyun hanya mengikuti intruksi agar dia bisa selamat dari dan segera keluar dari sini. Taehyung berusaha menuntun arah gerak Baekhyun agar tak tersandung.

          Ayo bermain bersama!!!

          Terbesit di pikirannya saat Baekhyun masih kecil dia suka memainkan boneka kecil, dan yang paling istimewa untuknya adalah boneka sepasang kekasih Tae-Cha yang selalu menjadi teman baiknya dulu. Hingga dia berumur 13 tahun, dia sudah tak memainkannya lagi. Keesokan harinya boneka itu menghilang entah kemana.

          Perasaannya menjadi seperti masa kecilnya itu saat dia bermain dengan Taehyung dan Chanshi ini. Tapi dia punya firasat kalau mereka adalah teman masa kecilnya itu.

          Setelah selesai bermain, mereka membiarkan Baekhyun beristirahat sejenak di sofa yang penuh dengan boneka. Tapi masih dalam keadaan mata tertutup syal.

          Aarghh... aku harus keluar dari sini!

          Baekhyun ingin segera keluar tapi keadaannya tak membantu. Matanya masih tertutup syal itu. Lalu namja itu menyadari kalau ada lubang di syal itu. Tanpa sengaja, matanya menatap langsung sepasang kekasih itu tersenyum ke arahnya.

Dia juga baru menyadari kalau dugaannya benar. Namja mata sipit itu menatap bayangan yang dihasilkan mereka. Bayangan itu justru lebih kecil dari ukuran tubuhnya, seukuran boneka kecil.

Perasaannya mulai gak enak saat mereka menghampirinya walau mereka masih menunjukkan senyum manisnya.

“Kamu terlihat murung. Ayo, tersenyumlah!”

Chanshi menarik bibir Baekhyun dengan jarinya agar dia tersenyum. Taehyung hanya tersenyum. Baekhyun berusaha untuk berpikir positif dan mengikuti senyum kecil

“Ya! Give me that... hahaha”

Terdengar sama dengan yang selalu berada di pikiran Baekhyun. Tapi kali ini terdengar lebih jelas karena itu berasal dari suara Chanshi. Mata Taehyung dan Chanshi berubah merah dan terlihat seperti vampir yang haus darah saat melihat mangsanya, tapi yang aneh adalah mereka masih menunjukkan senyum riang.

Kami juga punya keinginan terakhir. Apa kamu mau mengabulkannya?”  , Kali ini Taehyunglah yang mengucapkannya, suaranya mendesis suara mistis.

Baekhyun hanya tercengang dengan wajah setengah panik, tak menjawab pertanyaan pasangan misterius itu. Rasanya seperti ingin mati berdiri.

“Berikan yang selama ini kami inginkan!”, Chanshi merangkul Baekhyun dari belakang dengan cepat, secepat kilat. Baekhyun segera terdiam dengan wajah setengah panik.

"Apa kau tak tahu penderitaan kami setelah kau meninggalkan kami bertahun – tahun lalu?”, lanjutnya

"Bagaimana kalau kau menebusnya dengan bermain bersama kami”, Taehyung mengulurkan tangannya pada Baekhyun, senyumnya terlihat sendu.

Merasa kalau mereka akan membawanya ke suatu tempat dan tak akan kembali, Baekhyun melangkah mundur dengan harapan di belakangnya adalah pintu keluar.

Namun, semua terlambat. Mereka langsung menyerangnya dengan jarum jahit yang tak asing juga di mata Baekhyun, dia akhirnya berlari menjauh, berusaha mencari pintu keluar.

Tapi dia melihat mereka bermunculan dimana – mana. Saat dia hampir menabrak Taehyung, bayangan namja misterius itu langsung menghilang.

Tiba’’ kepalanya terasa pusing dan pengelihatannya mengabur ditanbah rasa sakit yang luar biasa di dadanya. Sedetik kemudian, tubuhnya tersukur di sebuah pohon.


...O0O...


Keesokan harinya, Chanyeol dan Sehun mencari Baekhyun di hutan gelap tersebut. Mereka mengetahui Baekhyun menghilang karena tas namja itu terjatuh di depan hutan itu.

Hingga mereka mendapati seseorang yang terbaring dibawah pohon dengan dua boneka di pangkuannya, tubuhnya tersimbah darah. Mereka tak menyangka kalau itu adalah...
BAEKHYUN


END


Nah! Bagaimana Fanfic terbaruku? Karena ini Fanfic pertama di blog ini, jadi mungkin agak geje :P Fanfic ini terinspirasi dari lagu Vocaloid yang dinyanyikan Kagamine Rin dan Kagamine Len. Tungguin aja Fanfic berikutnya, ya =D

          Annyeong <3

Jumat, 12 Februari 2016

Rin & Len - Trick and Treat LYRICS





Sudah pada denger belum tentang lagu ini? Buat kamu yang penggemar Vocaloid, pasti gak asing lagi sama lagu ini. Lagu vocaloid yang dinyanyikan Kagamine Rin dan Len ini membuat yang denger tercengang kagum,

ini liriknya:



fukai fukai  kiri no naka  youen ni hibiku koe
oide oide  kono mori no motto okufukaku made
hayaku hayaku  isogiashi de dekiru dake chikaku ni
oide oide  saa tanoshii
asobi wo hajimeyou

SHINAMON STIKKU wa mahou no SUTEKKI
hitofuri suru dakede SHIROPPU ga fueru
nigasa sae wasurete  amai yume no naka
tengai ni mamorarete
nemuri ni ochiru

gensou no saimin ni oboreta mama de ii
mekakushi wo hazushicha omoshiroku nai desho
ashimoto gochuui  sono te wa boku ga hiku kara
sono mi wo ima sugu ni
yudanenasai  saa

itsukaraka ginen no ha ga miegakure suru
ai to iu menzaifu nado wa sonzai shinai to
mekakushi no sukima kara nozokimita RANTAN ga
utsushi dashita kage ni omowazu
mi no ke ga yodatta


oya oya warui ko  mou omezame desu ka?
mekakushi ga toketa nara  moumoku ni shiyou ka?
hora hora warainasai  kawaii okao de
kegawa wo mata kabutte
shibai ni modoru


"...Nee, choudai?"


doushita no sonna me de  karada wo furuwasete
atatakai MIRUKU de motenashite hoshii no?
saa naka ni ohairi  koko wa totemo atatakai
mikaeri wa POKETTO no nakami de ii kara

choudai  hayaku hayaku
nee hora  ima sugu ni
nisha takuitsu no gensoku wo kanagurisute
mayakashi de motenashite  amai mitsu wo sutte
choudai  yokose  hora  ima sugu ni

choudai...

Perkenalan !!! =D

Salam Kenal!!!

Namaku Erza Noorfatma, tapi disini panggil Echa atau author ya!!
Aku merupakan salah satu Kpopers. Fandomnya... EXO dan Kim Taehyung (V BTS)
Aku sangat senang karena ini adalah blog pertamaku dan aku harap banyak yang bakal datang ke blog ini
Karena aku akan mendatangkan FanFiction yang keren abiss :P
Sering" main ke blog ini ya!!! =D

Annyeong <3