Memories
Author: Erza Noorfatma
Genre: Romance, Friendship, Sad
Main Cast: Noor Euncha(OC), Do
Kyungsoo(EXO), Zha Inta(OC)
Euncha melangkah perlahan
menelusuri koridor sekolah dengan wajah lesu tak bersemangat, seperti ada
sesuatu yang terus dia pikirkan. Dia menatap setiap lantai yang dia lewati
sambil mengingat semua kenangan itu.
‘Bagaimana kabarmu sekarang, ya?’
Dia berhenti melangkah di depan
ruang musik dimana dia biasa bertemu dengan temannya, teman lamanya. Kenangan
itu mulai terputar lagi di pikiran yeoja mungil itu.
“Sudah 1 tahun, eoh?”
Suara namja terdengar dari
belakangnya. Namja lain yang dia kenal dan selalu dekat dengannya, walau dia
terlihat lebih serius dari dirinya. Kyungsoo. Namja itu menatap Euncha dengan
senyum miring yang tak asing baginya. Euncha akhirnya tersenyum lebar dan
menghampiri namja itu dengan penuh semangat.
...0O0...
“Sudah setahun kita kehilangan
dia...”
Euncha duduk di bangku taman
sekolah yang kosong diikuti oleh Kyungsoo, wajahnya kembali sedih saat dia
mengucapkan kalimat itu. Kyungsoo menatap wajah temannya dengan prihatin, dia
tau apa yang dimaksud dengan ‘dia’.
“Kamu masih sulit melupakan dia?”
kata Kyungsoo lirih, Euncha mengangguk.
“Memang sulit melupakan namja
seperti dia...”
#flashback
“Lihat!! Akhirnya lagu ini sudah
selesai!!”
Seru seorang namja tinggi
menunjukkan secarik kertas berisi lirik lagu miliknya pada Euncha dan Kyungsoo.
Namja tinggi yang sangat bersemangat.
“Woaa! Daebak, Chanyeol-ah!! Aku
yakin Inta pasti suka!” Euncha juga terlihat antusias dengan lagu itu. Kyungsoo
hanya tersenyum bangga akan lagu itu.
“Aku harap dia akan
menyukainya...” terdapat sedikit jeda dari kalimatnya, tatapannnya menjadi
sedih. Euncha dapat menangkap tatapan itu. tatapan khawatir.
#flashback End
“Iya, sih. Dia sangat
menyenangkan, selalu positif walau dia memiliki penyakit itu. seandainya dia
masih bisa bertahan lebih lama.” Kyungsoo kembali bersuara dan membuyarkan
lamunan Euncha.
“Tapi... mungkin memang sudah
waktunya. Aku yakin dia akan baik – baik saja.”
“Lalu... Apa yang terjadi dengan
Inta?”
Euncha diam. Wajahnya masih
diliput aura kesedihan, bahkan mengenai temannya.
“Dia...” Euncha kembali menjeda
kalimatnya sesaat, “Sudah seminggu ini aku tak melihatnya. Aku khawatir dia
kembali bersedih akan hal ini.”
Kyungsoo mengangguk mengerti, dia
tau perasaan Inta saat ini, seperti mereka juga.
“Dia pernah cerita padaku kalau
Chanyeol adalah cinta pertama dalam hidupnya dan dia berharap Chanyeol adalah
cinta terakhirnya di masa SMA-nya ini. Tapi sekarang, itu hanya impian belaka.”
Di akhir cerita Euncha, Kyungsoo
jadi teringat kalimat Chanyeol yang masih mengiang di pikirannya. Seperti
kalimat terakhir.
#flashback
“Kyungsoo, bisa kau membantuku?”
Chanyeol menghampiri Kyungsoo yang akan meninggalkan ruang musik.
“Tentu. Aku kan, selalu
membantumu.” Jawab Kyungsoo berbalik badan dengan wajah santai.
“Bisakah kamu menyerahkan ini
pada Inta?” Chanyeol menyerahkan sebuah MP3 dan secarik lirik miliknya.
“Mwo? Kenapa aku?”
“Aku tak yakin aku mampu memberikannya
padanya. Aku...”
“Ehh? Kenapa kamu jadi seperti
ini? Kamu selalu bersemangat untuk mendapatkannya. Apa ada sesuatu yang kamu
sembunyikan?”
“Aku... Aku tak yakin aku bisa
bertahan saat akan menyerahkan ini.”
Kalimat terakhir itu membuat
Kyungsoo seketika diam. Dia berpikir kalau akan ada hal buruk akan terjadi pada
namja tinggi itu. perasaannya jadi gelisah.
“Serahkan ini di saat aku sudah
tidak berada di sisinya lagi.”
#flashback End
Kyungsoo tak menyadari adanya air
mata yang telah jatuh ke pipinya.
...0O0...
Keesokan harinya, Euncha kembali
melewati koridor itu dan saat dia berhenti di depan ruang musik, dia mendapati
seorang yeoja tinggi memandang ruang musik.
“Inta-ya!!!” Seru Euncha saat dia
mengetahui kalau yeoja itu adalah teman sekelasnya.
“Ahh... Euncha. Kamu datang...
aku sedang melihat – lihat saja...”
Euncha menatap matanya yang sembab karena menangis. Dia tau apa yang dia tangisi.
Senyumnya sedikit jatuh kebawah, membuat wajahnya datar.
GREEP!
Dengan cepat,
Euncha memeluk tubuh tinggi Inta. Masih dengan wajah datar, tapi dengan tatapan
sedih.
“Aku mengkhawatirkanmu.”
Inta hanya diam merasakan hangatnya
tubuh yeoja mungil itu. Pelukan itu tak kalah hangat dengan namja yang pernah
dekat dengannya. Dia merasa air matanya tak bisa berhenti keluar. Dia
mempererat pelukan itu sambil terus terisak.
...0O0...
Kyungsoo melangkah perlahan
menuju taman sekolah mendekati Euncha dan Inta yang tengah duduk di bangku
taman, terlihat Inta bersandar di bahu Euncha dengan wajah sedihnya. Kyungsoo
bisa menatap matanya yang sembab, seperti sudah menangis berhari – hari.
“Yaa... Inta-ya. Kamu...”
“Aku baik, kok. hanya saja...
melupakan dia itu... susah banget.”
Inta memotong perkataan Kyungsoo
dengan tatapannya yang masih sama. Lalu Kyungsoo menatap Euncha yang masih
terlihat datar tanpa sepatah katapun. Karena menyadari adanya Kyungsoo di
depannya, dia langsung membuyarkan lamunannya dan tersenyum santai.
“Ah... Kyungsoo... kamu...”
“Jangan mengelak lagi, deh!” Seru
Kyungsoo tak sabaran, “Aku tau kalian semua masih mengingat Chanyeol, tapi
jangan terus bersedih begini!!”
Inta yang bersandar di bahu Euncha
langsung terkejut dengan seruan tegas Kyungsoo, begitu juga Euncha.
“Ingat! Dulu Chanyeol selalu
berusaha keras untuk menahan rasa sakit dari penyakitnya dengan sikap
positifnya dan senyumannya. Masa kita yang sudah ditinggal olehnya tak bisa
bersikap sama sepertinya?”
Kyungsoo terengah – engah setelah
mengatakan semua kalimat itu, benar – benar tak sabaran. Euncha melangkah satu
langkah ke arah namja itu dengan menatap kedua matanya. Lalu memegang leher
belakangnya dan mendekatkan bibirnya pada telinganya.
“Mianhae...”
...0O0...
Saat dalam pelajaran, Kyungsoo
hanya memandang keluar jendela. Termenung keras tentang apa yang terjadi tadi.
‘Apa aku terlalu keras dan memaksa?’, Itulah yang terus ada di pikirannya, rasa
bersalah terus menghantui dirinya.
“Aku harus melakukan sesuatu!”
...0O0...
Terlihat Euncha tengah menunggu
seseorang di depan sebuah cafe di pinggiran kota Seoul dengan wajah berseri –
seri. Dia tak pernah sesenang ini sejak kenangan itu terus terkuak, dia tengah
menunggu seseorang yang menurutnya spesial selain Inta. Pacar mungkin? Tak
mungkin.
“Mianhae... aku lama, eoh?”
Seorang namja yang tingginya
setara dengannya menghampirinya dengan senyuman tulus. Euncha langsung
tersenyum lebar melihat senyuman itu.
“Ah... Gwenchana. Aku sudah
biasa, kok.” Kata Euncha masih tersenyum
“Yakin?”
“Kalau enggak, kenapa aku
tersenyum?”
“Hmmm... benar juga.”
Euncha langsung menarik lengan
Kyungsoo masuk ke cafe dengan semangat. Mereka sama – sama memesan cappucino
dan mereka duduk di dekat jendela.
“Ya! Kenapa kamu mengajakku ke
sini? Tak seperti biasanya.” Euncha mulai membuka pembicaraan.
“Eeeee... aku hanya ingin
membawamu ke tempat yang tak biasa. Kamu tak suka?”
“Ahh... aku suka sekali.
Suasananya juga tenang. Tak salah kamu memilih cafe ini.”
Kyungsoo hanya tersenyum senang
melihat senyuman Euncha yang memang terlihat senang. Lalu Euncha memfokuskan
pandangannya keluar jendela, senyumnya terlihat damai menyatu dengan sinar matahari
yang mengenai wajahnya.
“Aku ingin jadi seseorang yang
berharga bagimu.” Bisik Kyungsoo sambil menatap cappucino miliknya.
“Mwo?”
“Ahh... bukan apa – apa.”
Kyungsoo terlihat berusaha tenang
dan tak memikirkan kalimat itu lagi. Euncha masih terlihat bingung. Sepertinya
ada yang ingin dia katakan, itu yang ada di benaknya. Dia langsung tersenyum
pada Kyungsoo seperti bocah polos di kartun yang biasa dia tonton.
‘Senyumanmu itu... tak pernah
bisa terlupakan...’ Kyungsoo tersenyum senang.
...0O0...
Saat mereka keluar dari cafe itu,
Euncha melihat ada sebuah taman kecil di depan cafe tersebut.
“Kyungsoo-ya! Lihat! Ada taman di
depan sini! Jalan ke sana, yuk!” Kata Euncha antusias, seperti biasa.
“Ah... Benar juga. Eh! Tunggu!”
Tiba – tiba Kyungsoo terlihat
sibuk menggeledah isi saku celananya, seperti ada sesuatu yang tertinggal.
“Wah! Ponselku masih tertinggal d
cafe, tunggu sebentar, eoh!”
Sepeninggalnya Kyungsoo menuju ke
cafe, Euncha hanya diam di depan cafe sambil menatap taman itu.
‘Kenapa aku tak pergi ke sana
duluan? Jadi Kyungsoo bisa mencariku dulu. Jadi seperti petak umpet, nih!’
Gumam Euncha dalam hati, sambil tersenyum sendiri.
Tanpa ambil pusing, dia
menyeberang jalan di dekatnya. Namun tiba – tiba dari samping ada sebuah truk
melintas ke arahnya. Seketika tubuhnya terpelanting dan pandangannya menjadi
gelap.
Ketika Kyungsoo keluar dari cafe,
terlihat banyak kerumunan orang di jalan raya depan cafe. Perasaannya mulai tak
enak ketika dia tau bahwa Euncha tidak ada di sekitar sini. Dia langsung
menyerbu kerumunan itu dan tak menyangka bahwa korbannya adalah...
...0O0...
Inta tengah meratapi makam
Chanyeol seperti biasa, sambil membawa seikat bunga dan MP3 berisi lagu buatan
namja itu. Hingga dia mendapati seorang namja lain yang tak lain adalah
Kyungsoo. Di pipinya terdapat setetes air mata yang sepertinya baru saja jatuh.
“Euncha... dia...”
“Gwenchana! Aku sudah tau. Kamu
yang sabar, eoh.” Inta memotong pe
Kyungsoo mengantarnya ke sebuah
makam lain yang terlihat masih baru. Kyungsoo meletakkan seikat bunga di atas
makam tersebut. Inta hanya menatapnya sambil menahan air matanya.
“Kamu bilang, kita tak boleh
terus bersedih. Tapi sekarang akhirnya aku bisa melihat air matamu jatuh.”
Gumam Inta di tengah keheningan.
“Aku tau, kehilangan dua orang
yang sangat berharga adalah sangat menyedihkan. Aku berusaha menahan semuanya,
tapi kali ini aku tak bisa!”
Inta menatap Kyungsoo dengan
prihatin, dia tau persaan Kyungsoo saat ini karena telah menahan rasa sakit
yang amat dalam.
“Kamu menyukai Euncha, kan?”
seketika Kyungsoo terkejut, “Jika tidak, kamu tak akan mengeluarkan air matamu
itu.”
Kyungsoo mengangguk lalu menatap
wajah Inta yang datar mengatakan hal itu. Semua kembali hening, menatap makam
tersebut.
“Euncha, jangan lupakan kami...”
END
Yooo! What’s up!!! Kembali bersama
Erza Noorfatma si author baru dengan Fanfic baru lagi! Kali ini, FanFic ini
merupakan sekuel dari Moonlight yang tokoh utamanya Chanyeol. Semoga banyak
yang suka dan aku terus ngepost banyak FanFic lain
Annyeong <3



