My BoyFriend Is A Ghost
Author: Erza Noorfatma
Genre: Fantasy, Horror (?),
Friendship, Comedy
Cast: Byun Baekhyun(EXO), Kim Salna(OC)
Dunia ini rasanya sangat aneh, apa
hanya perasaanku saja? Bukannya dunia ini terbagi jadi dua alam? Tapi mengapa
aku bisa melihat alam itu selain alam yang aku tempati? Apa hanya aku yang merasakan
hal ini?
...0O0...
Seperti biasa,
Salna berada di sekolah, tepatnya di salah satu koridor sekolah yang rada sepi.
Koridor yang banyak dibilang kalo koridor tersebut angker adalah jalanan yang
selalu Salna lewati di sekolah. Salna tak pernah mempercayai semua rumor yang
tersebar di sekolahnya, menurutnya itu hanya fiktif belaka, seperti drama –
drama yang sering dia tonton. Hingga dia bertemu sosok itu hari ini...
“DORR!!”
Salna melompat
kaget mendengar suara nyaring yang menggema hampir ke seluruh koridor
“Hahaha... Kau
takut, Salna-ya?”, tanya sosok pucat itu dengan wajah berseri – seri.
“Huh! Lagi –
lagi kau, Baekhyun-ah! Maunya apa sih? Iya aku tau kalo kamu itu hantu! Tapi
jangan terus – terusan ngagetin aku, dong!!”, Salna tak kalah kesalnya.
“Soalnya kamu
mudah dikerjain, jadi enak, dong!”
“Enak aja! Masa
cuma aku targetmu untuk dikerjain? Bisa – bisa aku kasih kamu ketimun, lho!”
“Ah...
sudahlah! Nanti aku akan mengerjainmu lagi. Annyeong!”
“Huuuhh! Denger
ketimun saja langsung lari! Gimana sih!!”
Lalu dia pergi
entah kemana, Salna hanya memanyunkan bibirnya. Dia bahkan heran kenapa dia
menyukai mahluk yang sejak 3 tahun menemani hidupnya yang sepi. Baekhyun pernah
bercerita kalau dia meninggal saat menyelamatkan seseorang dan dia mulai muncul
sehari setelah dia meninggal dia juga berkata kalau Salna sudah benar-benar
bahagia dia sudah bisa melepas kepergian yeoja mungil itu. Sampai sekarang, Salna
masih bingung dengan kalimat ‘sudah bisa melepas kepergian’ itu,tapi dia tidak
pernah memusingkan hal tersebut.
Tak jarang
Salna dan Baekhyun saling mengerjai satu sama lain.Salna yang mudah terkejut
dan Baekhyun yang tidak suka dengan ketimun.Tak jarang pula merasa nyaman kalau
berada di samping Baekhyun,walaupun Baekhyun sendiri bukanlah manusia lagi.
...0O0...
“Salna-ya!!”
Suara kencang
dari mulut pintu kelas itu menggema hingga ke gendang telinga Salna hanya duduk
di bangku kelas. Teriakan itu bukan berasal dari sosok yang sering dia temui,
melainkan dari seorang yeoja yang sangat mengenal Salna, wajahnya sangat
bersemangat ditambah senyum ceria di bibirnya.
“Hmmm... Oh
Nanhyun. Ada apa, sih? Itu muka santai aja, tau!!” Salna terlihat merasa geli
akan tingkah yeoja itu.
“Ada sesuatu
yang harus kamu lihat di papan pengumuman! Buruan!!”
Lalu, Nanhyun
menarik lengan Salna dengan penuh semangat hingga berhenti di depan papan
pengumuman sekolah yang dimaksud. Salna sangat terkejut dengan pengumuman yang
tertera di papan tersebut.
SELAMAT!!
KEPADA KIM SALNA
PERAIH
BEASISWA DI SALAH SATU UNIVERSITAS CALIFORNIA
CALIFORNIA
INSTITUTE OF TECHNOLOGY
SEMOGA
PRESTASINYA SEMAKIN MENINGKAT DAN RAJIN BELAJAR
‘Ya Tuhan.
Apakah ini benar?!’
...0O0...
Seminggu telah
berlalu, Salna sudah tak melihat sosok periang itu di sekitar sekolah. Dia
mulai berpikir ada hal buruk terjadi padanya, walau terkadang dia sangat
mengganggu. Dia memutuskan untuk mencarinya di sekitar sekolah yang tak pernah
dilewati siswa lain selain koridor sekolah itu. Tak lama dia menemukannya di
taman belakang sekolah yang biasanya didatangi siswa yang galau.
“Ternyata kamu
bisa datang ke sini, ya?” Baekhyun mulai bersuara.
“Kenapa
belakangan ini kau menghindar dariku?” Salna sudah kelihatan kesal begitu
melihat Baekhyun
“Bukankah itu
yang kamu mau? Kamu dulu bilang kalau aku sangat mengganggumu.”
“Ne, memang!
Tapi itu kadang – kadang, kok!”
“Bukankah kamu
tengah sibuk mempersiapkan dirimu di universitas barumu?”
Salna diam. Dia
tau tentang pengumuman itu? itu yang ada di benaknya. Dia mulai merasa akan ada
hal buruk lainnya yang akan terjadi.
“Kenapa diam?”
Baekhyun terlihat tak sabar.
“Ee...
sebenarnya... aku...”
“Aku tau hari
itu akan datang...”
“Mwo? Apa
maksudmu?”
“Kamu ingat
saat aku akan meninggalkanmu jika kamu sudah benar – benar bahagia? Aku tau
saat kamu melihat pengumuman itu kamu terlihat bahagia, dan aku tau sepertinya
tugasku sebentar lagi akan selesai.”
“Ehh?
Maksudnya?”
“3 tahun lalu,
aku adalah murid nenekmu, aku sering berkunjung ke rumahnya untuk mengerjakan
tugas sekolah yang tak aku mengerti. Suatu hari, kamu datang berkunjung ke
rumah nenekmu, sejak saat itu aku mulai menyukaimu, Salna-ya. Nenekmu tau kalau
aku menyukaimu dan sebelum meninggal, beliau menitipkanmu padaku. Beliau bilang
jangan pernah meninggalkanmu hingga kamu benar – benar bahagia.”
‘Jadi selama
ini, dia wasiat nenek padaku.’ Gumam Salna dalam hati.
‘Hingga suatu
hari, saat aku berangkat ke sekolah, ku lihat dirimu tengah menolong nenek yang
terjatuh, tapi ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahmu, aku berusaha
melindungimu dan...”
“Jangan –
jangan... kamu siswa SMA yang meninggal karena kejadian itu, kan?”, Salna
melangkah mundur sambil menggelengkan kepalanya bertanda tak percaya, berharap
yang dia katakan itu salah.
Sayangnya, hal
itu benar. Baekhyun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Salna hanya bisa
diam seraya mendekap mulutnya, menahan air mata yang akan jatuh ke pipi
mungilnya.
“Aku tau. Tapi
sejak mengenalmu, hari - hariku tidak penuh dengan kesendirian. dan...”
“Tapi sampai
sekarang aku belum bahagia.”
Salna memotong
perkataan Baekhyun, dia kembali merasa rileks untuk berbicara.
“Walau sebentar
lagi aku akan melanjutkan sekolah di luar negeri, tapi aku yakin aku akan lebih
menderita karena aku sendirian di negara asing. Ditambah lagi, aku harus
melanjutkan kehidupanku di sana. Mungkin
aku akan meninggalkanmu dalam waktu yang lama dan...”
“Gwenchana! Aku
tahu kamu pasti kembali. Aku juga akan terus menjagamu walau arwahku masih
disini.”
Salna kembali
diam. Yeoja mungil itu memandang wajah riang Baekhyun yang selalu bersemangat.
‘Sebenarnya
akan sangat sulit melupakanmu.’ Salna berbisik di dalam hati.
...0O0...
5 tahun
kemudian, ...
Salna kembali
ke Korea dengan membawa setumpukan buku tebal di tangannya. Dia sudah menjadi
mahasiswi S1 di Universitas terbaik di California. Dia kembali ke Korea karena
ingin mengunjungi orang – orang yang dia rindukan. Setelah dia mengunjungi
kedua orangtua dan temannya, Nanhyun, dia mengunjungi sebuah makam seseorang
yang pernah dekat dengannya.
“Sudah aku
bilang ‘kan kalau kamu pasti kembali.”
Terdapat suara
samar – samar berada di belakang Salna, suara yang tak asing lagi baginya. Byun
Baekhyun. Salna tersenyum tulus dan menghampiri sosok ceria itu dan berusaha
bersikap santai seperti biasa.
“Kalau begitu,
jalan yuk!”
...0O0...
“Ternyata kamu masih menunggu,
ya?” gumam Salna seraya membawa secangkir cappucino, melangkah menelusuri taman
yang mereka kunjungi waktu itu.
“Kan, sudah aku bilang. Aku yakin
kamu pasti kembali, walau sebentar...”
“Maksudnya?”
“Bukankah kamu akan kembali ke
California? Kamu bilang, kamu ingin mendapatkan gelar S2 juga?”
“Lalu untuk apa aku di sini?”
Baekhyun berhenti melangkah,
merasa ada yang aneh dengan perkataan Salna yang tak seperti biasa. Dia
terdengar positif dan dewasa.
“Maksudnya?” Baekhyun kembali bersuara,
“Aku keluar dari kampus itu.”
Salna bisa membaca maksud Baekhyun
“Mwo? Bukankah masuk ke kampus
seperti itu adalah salah satu keinginanmu?”
“Iya. Tapi entah mengapa aku
lebih betah tinggal di Korea, walau tak banyak orang yang aku kenal.”
“Tak kusangka kamu memilih tempat
tinggalmu sendiri sebagai tempat kesukaanmu.”
“Aku sangat senang bisa melihat
keadaan Seoul lagi.”
“Aku juga senang bisa bertemu
lagi denganmu.”
...0O0...
Salna kembali mendatangi makam
Baekhyun dengan menggenggam sebuah liontin bintang di tangannya.
‘Walau kita berbeda alam, kamu
masih menjadi sahabat yang baik bagiku. Seandainya kamu masih manusia, aku
ingin jadi pacarmu.’
END
Yooo! What’s up!! Aku kembali
lebih cepat dengan Fanfic ini (mungkin menurut kalian ini rada geje :P). Kali
ini, ada Request dari temanku yang lain yang ngebias Baekhyun. Bagi yang ingin
request FanFic-mu bersama bias, bisa ditulis di komen di bawah. Jangan lupa
Genre, Cast, dan nama hangul kalian.
Aku tunggu, lho J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar