Sabtu, 30 April 2016

[FF] FanFiction - My Friend Is A Ghost

My BoyFriend Is A Ghost





Author: Erza Noorfatma
Genre: Fantasy, Horror (?), Friendship, Comedy
Cast: Byun Baekhyun(EXO), Kim Salna(OC)


          Dunia ini rasanya sangat aneh, apa hanya perasaanku saja? Bukannya dunia ini terbagi jadi dua alam? Tapi mengapa aku bisa melihat alam itu selain alam yang aku tempati? Apa hanya aku yang merasakan hal ini?


...0O0...


          Seperti biasa, Salna berada di sekolah, tepatnya di salah satu koridor sekolah yang rada sepi. Koridor yang banyak dibilang kalo koridor tersebut angker adalah jalanan yang selalu Salna lewati di sekolah. Salna tak pernah mempercayai semua rumor yang tersebar di sekolahnya, menurutnya itu hanya fiktif belaka, seperti drama – drama yang sering dia tonton. Hingga dia bertemu sosok itu hari ini...

          “DORR!!”

          Salna melompat kaget mendengar suara nyaring yang menggema hampir ke seluruh koridor

          “Hahaha... Kau takut, Salna-ya?”, tanya sosok pucat itu dengan wajah berseri – seri.

          “Huh! Lagi – lagi kau, Baekhyun-ah! Maunya apa sih? Iya aku tau kalo kamu itu hantu! Tapi jangan terus – terusan ngagetin aku, dong!!”, Salna tak kalah kesalnya.

          “Soalnya kamu mudah dikerjain, jadi enak, dong!”

          “Enak aja! Masa cuma aku targetmu untuk dikerjain? Bisa – bisa aku kasih kamu ketimun, lho!”

          “Ah... sudahlah! Nanti aku akan mengerjainmu lagi. Annyeong!”

          “Huuuhh! Denger ketimun saja langsung lari! Gimana sih!!”

          Lalu dia pergi entah kemana, Salna hanya memanyunkan bibirnya. Dia bahkan heran kenapa dia menyukai mahluk yang sejak 3 tahun menemani hidupnya yang sepi. Baekhyun pernah bercerita kalau dia meninggal saat menyelamatkan seseorang dan dia mulai muncul sehari setelah dia meninggal dia juga berkata kalau Salna sudah benar-benar bahagia dia sudah bisa melepas kepergian yeoja mungil itu. Sampai sekarang, Salna masih bingung dengan kalimat ‘sudah bisa melepas kepergian’ itu,tapi dia tidak pernah memusingkan hal tersebut.

          Tak jarang Salna dan Baekhyun saling mengerjai satu sama lain.Salna yang mudah terkejut dan Baekhyun yang tidak suka dengan ketimun.Tak jarang pula merasa nyaman kalau berada di samping Baekhyun,walaupun Baekhyun sendiri bukanlah manusia lagi.


...0O0...


          “Salna-ya!!”

          Suara kencang dari mulut pintu kelas itu menggema hingga ke gendang telinga Salna hanya duduk di bangku kelas. Teriakan itu bukan berasal dari sosok yang sering dia temui, melainkan dari seorang yeoja yang sangat mengenal Salna, wajahnya sangat bersemangat ditambah senyum ceria di bibirnya.

          “Hmmm... Oh Nanhyun. Ada apa, sih? Itu muka santai aja, tau!!” Salna terlihat merasa geli akan tingkah yeoja itu.

          “Ada sesuatu yang harus kamu lihat di papan pengumuman! Buruan!!”

          Lalu, Nanhyun menarik lengan Salna dengan penuh semangat hingga berhenti di depan papan pengumuman sekolah yang dimaksud. Salna sangat terkejut dengan pengumuman yang tertera di papan tersebut.

SELAMAT!! KEPADA KIM SALNA
PERAIH BEASISWA DI SALAH SATU UNIVERSITAS CALIFORNIA
CALIFORNIA INSTITUTE OF TECHNOLOGY
SEMOGA PRESTASINYA SEMAKIN MENINGKAT DAN RAJIN BELAJAR

          ‘Ya Tuhan. Apakah ini benar?!’


...0O0...


          Seminggu telah berlalu, Salna sudah tak melihat sosok periang itu di sekitar sekolah. Dia mulai berpikir ada hal buruk terjadi padanya, walau terkadang dia sangat mengganggu. Dia memutuskan untuk mencarinya di sekitar sekolah yang tak pernah dilewati siswa lain selain koridor sekolah itu. Tak lama dia menemukannya di taman belakang sekolah yang biasanya didatangi siswa yang galau.

          “Ternyata kamu bisa datang ke sini, ya?” Baekhyun mulai bersuara.

          “Kenapa belakangan ini kau menghindar dariku?” Salna sudah kelihatan kesal begitu melihat Baekhyun

          “Bukankah itu yang kamu mau? Kamu dulu bilang kalau aku sangat mengganggumu.”

          “Ne, memang! Tapi itu kadang – kadang, kok!”

          “Bukankah kamu tengah sibuk mempersiapkan dirimu di universitas barumu?”
         
          Salna diam. Dia tau tentang pengumuman itu? itu yang ada di benaknya. Dia mulai merasa akan ada hal buruk lainnya yang akan terjadi.
         
          “Kenapa diam?” Baekhyun terlihat tak sabar.

          “Ee... sebenarnya... aku...”

          “Aku tau hari itu akan datang...”

          “Mwo? Apa maksudmu?”

          “Kamu ingat saat aku akan meninggalkanmu jika kamu sudah benar – benar bahagia? Aku tau saat kamu melihat pengumuman itu kamu terlihat bahagia, dan aku tau sepertinya tugasku sebentar lagi akan selesai.”

          “Ehh? Maksudnya?”

          “3 tahun lalu, aku adalah murid nenekmu, aku sering berkunjung ke rumahnya untuk mengerjakan tugas sekolah yang tak aku mengerti. Suatu hari, kamu datang berkunjung ke rumah nenekmu, sejak saat itu aku mulai menyukaimu, Salna-ya. Nenekmu tau kalau aku menyukaimu dan sebelum meninggal, beliau menitipkanmu padaku. Beliau bilang jangan pernah meninggalkanmu hingga kamu benar – benar bahagia.”

          ‘Jadi selama ini, dia wasiat nenek padaku.’ Gumam Salna dalam hati.

          ‘Hingga suatu hari, saat aku berangkat ke sekolah, ku lihat dirimu tengah menolong nenek yang terjatuh, tapi ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahmu, aku berusaha melindungimu dan...”

          “Jangan – jangan... kamu siswa SMA yang meninggal karena kejadian itu, kan?”, Salna melangkah mundur sambil menggelengkan kepalanya bertanda tak percaya, berharap yang dia katakan itu salah.

          Sayangnya, hal itu benar. Baekhyun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Salna hanya bisa diam seraya mendekap mulutnya, menahan air mata yang akan jatuh ke pipi mungilnya.

          “Aku tau. Tapi sejak mengenalmu, hari - hariku tidak penuh dengan kesendirian. dan...”

          “Tapi sampai sekarang aku belum bahagia.”

          Salna memotong perkataan Baekhyun, dia kembali merasa rileks untuk berbicara.

          “Walau sebentar lagi aku akan melanjutkan sekolah di luar negeri, tapi aku yakin aku akan lebih menderita karena aku sendirian di negara asing. Ditambah lagi, aku harus melanjutkan kehidupanku di sana. Mungkin  aku akan meninggalkanmu dalam waktu yang lama dan...”

          “Gwenchana! Aku tahu kamu pasti kembali. Aku juga akan terus menjagamu walau arwahku masih disini.”

          Salna kembali diam. Yeoja mungil itu memandang wajah riang Baekhyun yang selalu bersemangat.

          ‘Sebenarnya akan sangat sulit melupakanmu.’ Salna berbisik di dalam hati.


...0O0...


          5 tahun kemudian, ...

          Salna kembali ke Korea dengan membawa setumpukan buku tebal di tangannya. Dia sudah menjadi mahasiswi S1 di Universitas terbaik di California. Dia kembali ke Korea karena ingin mengunjungi orang – orang yang dia rindukan. Setelah dia mengunjungi kedua orangtua dan temannya, Nanhyun, dia mengunjungi sebuah makam seseorang yang pernah dekat dengannya.

          “Sudah aku bilang ‘kan kalau kamu pasti kembali.”

          Terdapat suara samar – samar berada di belakang Salna, suara yang tak asing lagi baginya. Byun Baekhyun. Salna tersenyum tulus dan menghampiri sosok ceria itu dan berusaha bersikap santai seperti biasa.

          “Kalau begitu, jalan yuk!”


...0O0...


“Ternyata kamu masih menunggu, ya?” gumam Salna seraya membawa secangkir cappucino, melangkah menelusuri taman yang mereka kunjungi waktu itu.

“Kan, sudah aku bilang. Aku yakin kamu pasti kembali, walau sebentar...”

“Maksudnya?”

“Bukankah kamu akan kembali ke California? Kamu bilang, kamu ingin mendapatkan gelar S2 juga?”

“Lalu untuk apa aku di sini?”

Baekhyun berhenti melangkah, merasa ada yang aneh dengan perkataan Salna yang tak seperti biasa. Dia terdengar positif dan dewasa.

“Maksudnya?” Baekhyun kembali bersuara,

“Aku keluar dari kampus itu.” Salna bisa membaca maksud Baekhyun

“Mwo? Bukankah masuk ke kampus seperti itu adalah salah satu keinginanmu?”

“Iya. Tapi entah mengapa aku lebih betah tinggal di Korea, walau tak banyak orang yang aku kenal.”

“Tak kusangka kamu memilih tempat tinggalmu sendiri sebagai tempat kesukaanmu.”

“Aku sangat senang bisa melihat keadaan Seoul lagi.”

“Aku juga senang bisa bertemu lagi denganmu.”


...0O0...


Salna kembali mendatangi makam Baekhyun dengan menggenggam sebuah liontin bintang di tangannya.

‘Walau kita berbeda alam, kamu masih menjadi sahabat yang baik bagiku. Seandainya kamu masih manusia, aku ingin jadi pacarmu.’


END


Yooo! What’s up!! Aku kembali lebih cepat dengan Fanfic ini (mungkin menurut kalian ini rada geje :P). Kali ini, ada Request dari temanku yang lain yang ngebias Baekhyun. Bagi yang ingin request FanFic-mu bersama bias, bisa ditulis di komen di bawah. Jangan lupa Genre, Cast, dan nama hangul kalian.

Aku tunggu, lho J

Selasa, 26 April 2016

[FF] FanFiction - U Smile I Smile

U Smile I Smile



Author: Erza Noorfatma
Genre: Friendship, School Life
Main Cast: Hyun Miku (OC), Kim Taehyung(BTS),
Support Cast: Mi Luka, Bae Joohyun(Red Velvet)




          BRUKK!

          Seorang yeoja berambut biru laut itu tampak tak sengaja menabrak pundak kanan namja lain yang berjalan berlawanan dengannya di sebuah koridor sekolah. Namja itu memakai tudung kepala jaketnya membuat wajahnya tak terlihat.

          “Mianhae... Aku...”

          Namja itu tak menyahut, dia justru melanjutkan jalannya. Yeoja itu sedikit merasa tidak enak tapi di satu sisi juga sedikit kesal karena menurutnya itu tak sopan.
          Akhirnya dia berbalik melanjutkan jalannya sambil mendengus kesal.


...0O0...


          “Miku-ya! Bantu aku sebentar!”

         Saat akan masuk ke kelas, yeoja lain berambut merah jambu memanggil yeoja kesal itu sambil memeluk banyak buku lirik yang dibawanya.

          “Ah! Luka-shi! Aku kesel banget tadi!” Miku merengek kesal menghampiri yeoja yang dia panggil Luka.

          “Hah?! Wae?”

          “Tadi di koridor, aku gak sengaja nabrak seorang namja. Waktu aku minta maaf, malah gak disahutin”

          “Bukannya itu salahmu sendiri? Kan, kamu yang nabrak dia?”

          “Aku tau. Tapi minimal balik sapa, kek! Omong ‘gak apa apa’, kek! Ini malah cuek gitu kayak gak merasa ditabrak sama sekali!”

          Luka mulai merasa ada yang aneh, seperti ada yang tak asing dari namja yang dimaksud sahabatnya.

          “Tunggu. Memang siapa yang kamu tabrak?” Luka kembali bertanya.

          “Entahlah. Dia pakai tudung jaket.” Miku menjawab dengan santai.

          “Masa kamu lupa dia? Dia kan, Kim Taehyung, teman sekelasmu yang pendiam itu, kan.

          Setelah mendengar nama itu diucapkan, Miku langsung terkejut seperti mendengar petir yang menggelegar.

          “Haaahh! Jinja?!!”, Miku terbelalak, “Iya juga, sih!”

          “Nah! Gitu kamu tau! Teman sekelas aja lupa, gimana sama temannya yang lain?” Luka menepuk jidat Miku dengan gemas.

          “Bukan begitu. Dia kan sudah pendiam, misterius, jarang disapa. Kan, jadi gak dikenal.” Miku mengelak

          “iya juga, sih” Luka memasukkan buku’’ ke dalam locker miliknya. Miku mulai berpikir lagi tentang Taehyung.

          “Aku rasa dia punya sisi lain, deh.” Miku kembali bersuara

          “Maksudnya?” Luka menutup locker miliknya sudah kembali bertanya.

          “Mungkin saja dia punya sifat lain dan berusaha untuk menghilangkannya.”

          “Ihh!! Gak mungkin! Aku meragukannya.” Mata Luka terbelalak tak percaya.

          “Itu menurutmu. Aku yakin pasti ada sesuatu yang dia simpan. Yakin!!”, Miku 
terlihat bersemangat.

          “Haaa... semaumu saja, lah...!” Luka terlihat pasrah akan sikap sahabatnya yang sifat cheerful-nya hampir di luar batas.


...0O0...


          Pada jam pulang sekolah, Miku langsung menuju ruang kelas Luka dengan semangat berapi – api. Luka hanya memandangnya dengan senyum geli.

Tiba’’ Miku merasa tangannya digenggam erat dan tubuhnya ditarik ke suatu tempat. Setelah genggaman itu terlepas, Miku ditahan dengan tangan kiri menghadang di sisi kirinya, masih memasang wajah bingung.

          “Bisakah kau berhenti membicarakanku?”

          Suara bass yang tak dikenal itu berasal dari namja dingin pemakai jaket bertudung.

          “Ohh... kamu, Kim Taehyung. Memang kenapa kalau aku ingin tau tentangmu?” kali ini, Miku memasang wajah menentang yang sangat polos.

          “Kamu tak tau, karena tak akan ada yang mau mengetahuinya!”

          “Mana buktinya? Aku saja penasaran tentangmu!”

          Namja itu tak menjawab. Dia memalingkan wajahnya, sementara Miku masih menunggu jawabannya.

          “Kenapa saat itu, kamu tak menyapaku balik?!”

          Kali ini Miku yang bertanya, Taehyung bisa menebak arah kemana pertanyaan Miku. Taehyung masih dalam posisi semula, dengan wajah datarnya.

          Akhirnya, Taehyung meninggalkan Miku dengan pertanyaan yang masih belum terjawab. Miku merasa seperti yeoja yang diabaikan seseorang.

          “Yaaa!!! KAU BELUM MENJAWAB PERTANYAANKU!!!!”


...0O0...


          Keesokan harinya, Miku masuk ke sekolah dengan perasaan yang kesal. Miku merasa seperti tidak diberi keadilan hanya karena masalah sepele kemarin.

          “Gitu aja dimasalahkan. Lebih baik lupakan sajalah.” Kata Luka saat dia mengunjungi kelas Miku.

          “Tapi aku benar – benar ingin tau! Aku sangat yakin kalau ada yang disembunyikan!!”

          “Dengan sifat seperti itu, bisa saja kamu benar. Tapi kenapa kamu bersih keras untuk mengetahuinya? Apa kamu suka sama dia?”

          Pertanyaan Luka langsung membuat Miku salah tingkah, Luka langsung menatapnya serius dan senyum menantang. Bisa saja itu tepat sasaran.

          “Aku... eeer... bukan begitu! Aku hanya merasa kalau itu benar!” Miku mengelak.

          “Halaaahhh!! Biasanya yang mempunyai perasaan seperti itu pasti ada perasaan suka pada dia.” Luka mulai menggodanya

          “Kau ini!! Bukannya mendukungku!! Malah mengatakan yang bukan – bukan!!!” Miku mulai kesal.

          Tiba – tiba ada seorang yeoja dari ambang pintu tengah memanggil Miku yang masih berbincang dengan Luka.

          “Aku Miku. Eonnie sendiri siapa, ya?” Miku menghampiri yeoja itu. Dia memanggilnya ‘Eonnie’ karena dia tau bahwa yeoja itu adalah kakak kelas.

          “Nanti aku jelaskan. Tapi sebelum itu, ikut denganku!”

          Miku langsung ditarik seperti saat Taehyung menarik dirinya tanpa alasan, tapi kali ini dia tidak dibawa ke koridor, melainkan di atap sekolah yang jarang didatangi setiap siswa disini.

          “Eonnie... kenapa disini?” Miku terlihat bingung.

          “Kamu bilang kamu ingin tau tentang Taehyung.” Yeoja itu mulai pembicaraannya.

          “Ummm... iya, sih. Apa itu jadi masalah bagi eonnie?” Miku mulai merasa tak enak. Yeoja itu bersandar di pagar pembatas dengan tatapan sedih.

          “Aku tau bagaimana perasaanmu yang ingin tau tentang Taehyung. Aku mengenal namja itu sejak lama. Aku ingin kamu tau tentang dia.”

          “Eonnie mengenal Taehyung?”
          “Ne. Aku Bae Joohyun. Aku kakak kelas Taehyung sejak di sekolah dasar. Aku sangat mengenal Taehyung seperti adikku sendiri. Dia adalah namja yang sangat hiperaktif bahkan tingkahnya yang sangat aneh seperti spesies lain.


          #flashback

          “Noona, ada apa? Kenapa noona menangis?” seorang anak kecil menghampiri Joohyun kecil yang terlihat menangis dengan memegang secarik kertas.

          “Lihat ini! Nilaiku jatuh. Mungkin karena jam belajarku masih belum cukup.” Joohyun memperlihatkan kertas itu.

          “Apa karena noona terus bermain denganku?” anak itu terlihat sedikit merasa bersalah.

          “Aiiisshh! Bukan begitu. Walau ujian pun, aku akan terus menemanimu. Jangan menyalahkan dirimu.”

          “Tapi kalau noona terus dapat nilai buruk, aku juga ikut sedih.”

          “Ahh... sudahalah. Ambil hikmahnya aja. Lebih baik senang – senang aja.”

          Joohyun menarik tangan anak itu dengan senang dan setelah itu mereka menari gila – gilaan. Anak itu lebih hiperaktif dari dirinya, dan benar. Itu Taehyung.

          #flashback END


          Miku mendengarkannya dengan seksama, dan tak melewatkan satu kalimat dari Joohyun eonnie, karena rasa ingin taunya pada Taehyung.

         “Walaupun aku lebih tua darinya, aku selalu merasa nyaman bersamanya, karena dia selalu membuatku tertawa. Lalu aku lulus ke SMP, dan setahun kemudian, dia masuk ke SMP yang sama denganku. Tapi kami jarang berbicara, dia sering bersama 6 teman barunya.”

          Tiba – tiba perkataan Joohyun terhenti, dia memegang pagar pembatas itu, memandangi langit yang hanya ada beberapa burung yang melewati langit dan awan dengan berbagai bentuk. Miku masih diam menunggu kelanjutan dari penjelasan Joohyun.

          “Begitu aku di SMA dan setahun kemudian dia juga di SMA yang sama, dia berubah. Dia jadi sangat pendiam dan lebih tertutup. Entah apa yang terjadi aku tak tau, tapi saat aku mencoba berbicara dengannya seperti biasa, dia membentak bahkan menghindar...”


          #flashback

          “Taehyung-ah! Kamu masuk ke SMA ini juga, ya?”

          Joohyun menghampiri Taehyung saat dia mengetahui bahwa namja itu telah masuk ke sekolah itu dan telah mengetahui kelas apa dia berada. Tapi Taehyung hanya diam. Dia berbalik dan tak menjawab sapaan noona-nya itu.

          “Aku hanya ingin mengucapkan selamat karena kamu sudah bekerja keras sampai sekarang.”

          “Itu bagus. Sekarang pergilah!”

          Gumam Taehyung tanpa berbalik menghadap Joohyun. Senyum yang terukir di mulut Joohyun seketika luntur dengan mendengar perkataan kasar Taehyung seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya.

          “Ah... Taehyung-ah... wae-yo?”

          “Apa noona tak dengar tadi? PERGILAH!!!”

          Sebuah bentakan yang amat keras sukses membuat Joohyun mundur satu langkah, seperti signal untuk segera pergi dari sini. Taehyung yang berbalik ke arah noona beberapa saat itu langsung berbalik melanjutkan jalannya.

          “Mwo...?” Joohyun masih terpaku di tempat dia berdiri. Matanya mulai terasa basah dan setitik air mata jatuh ke pipinya.

          #flashback END


          Miku tampak merasa kasihan akan cerita sedih itu. Dia menyangka bahawa dulu sifatnya sangat berbeda dengan yang ini, lebih cheerful seperti dirinya.

          “Begitu aku sudah berpacaran dengan Park Jimin, dia semakin menghindar dariku. Aku tak bermaksud untuk menghindar darinya, tapi sepertinya aku sudah tak bisa menemuinya secara langsung lagi.”

          “Itu tak benar, eonnie.” Akhirnya Miku bersuara setelah sekian lama diam mendengarkan penjelasan panjang itu, “Mungkin dia menghindar dari eonnie agar tidak merusak hubungan eonnie dengan Jimin...”

          “Tapi aku yakin kamu bisa menjadi temannya.” Joohyun memotong kata – kata Miku.

          “Mwo? Aku? Kenapa aku?”

          “Karena hanya kamu yang percaya bahwa dia memiliki sisi lain dari sifat dinginnya itu. Walau banyak juga yeoja yang menyukai dia, tapi mereka hanya menilai dari penampilan dia saja.”

          “Aku hanya merasa kalau dia memiliki sifat lain itu, tapi aku tak pernah terpikir kalau sifat itu... sama denganku.”

          Joohyun menatap Miku secara cermat, memang rada polos seperti Taehyung yang dulu. ‘memang benar, sih. Anak ini memang polos, tak beda jauh dengan Taehyung.’ Gumam Joohyun dalam hati.

          “Tapi aku mohon, jadilah teman Taehyung. Kalau aku tak bisa, mungkin kamu bisa seperti dirinya.”

          Setelah mengatakan itu, Joohyun pergi meninggalkan Miku yang masih mencerna kalimat itu. Angin menerpa rambut biru lautnya.

          ‘Apa iya... itu sifat lama Taehyung?’


...0O0...


          ‘Tapi kenapa dia jadi berubah seperti ini?’

          Miku masih berpikir keras dengan perkataan Joohyun di atap tadi. Di kelas, dia masih memikirkan bagaimana cara agar lebih tau tentang Taehyung, tapi sangat sulit untuk mencari Taehyung, karena dia jarang terlihat di lingkungan sekolah. ‘Gimana, ya?’

          “Yaaa!! Kau yang menatap ke luar jendela! Arahkan pandanganmu ke sini!!”

          “Ahh... maafkan saya.”


...0O0...


          Jam pulang sekolah telah datang, Miku keluar dari kelas dengan lesu. Lalu dia melihat Taehyung keluar dari kelas dengan buru – buru. Tumbuhlah rasa curiga pada diri Miku dan tanpa ambil pusing, dia mengikuti Taehyung diam – diam.

          Miku berhenti beberapa langkah dimana Taehyung berhenti di salah satu koridor dimana dia tiba – tiba dikelilingi namja lain yang tak dikenalnya.

          “Yaaa... yang kemarin itu kamu sengaja, eoh?”

          Namja lain mulai berbicara dengan kasar dan mendorong Taehyung ke dinding dengan keras. Taehyung masih memandangnya dengan malas. Miku masih mendengarkan apa yang sedang dibicarakan.

          “Yaaa! Kamu kenapa diam? Kamu takut?” kata namja lain yang terlihat menentangnya.

          “Untuk apa aku takut sama kalian?” Akhirnya Taehyung mulai berbicara.

          “Waaahh...!! Mulai ngelawan, nih! Kamu mau ini, huh?!”

          Buuukk!

          Satu pukulan telak mendarat ke wajah Taehyung membuat Taehyung langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai.

          “Ihh... gitu aja langsung ambruk? Bangun, wooiii!!”

          Namja itu menarik kerah baju Taehyung dan memukulinya sekali lagi.

          “CUKUP!!! KUBILANG CUKUP!!!”         

          Suara kencang itu berasal dari Miku di ujung koridor, wajahnya sudah sangat kesal sampai membuat bayi menangis.‘Mwo? Apa – apaan yeoja ini?’ gumam Taehyung dalam hati.

          “Wah, wah. Tiba – tiba ada yeoja cantik datang, nih! Sama aku, yuk!!”

          Duaaaaakkkk!!!!!!

          Satu lagi pukulan keras yang tak kalah kerasnya dari yang didaratkan namja itu ke Taehyung. Tapi kali ini yang memukul itu adalah Miku. ‘yeoja ini...’ Taehyung langsung terpaku melihat kejadian anti-mainstream itu.

          “Woaaaa... cantik cantik mukulnya keras banget! Kabur, yuk!”

          Para namja itu langsung melarikan diri meninggalkan koridor tersebut dengan ketakutan. Taehyung menatap kepergian para namja itu.

          “Syukurlah, kamu tak apa – apa, Taehyung-ah!”


...0O0...


          Miku membawa dua kaleng soda untuk dirinya dan Taehyung. Mereka tengah duduk di bangku taman di sekolahnya. Angin menghembus membuat rambut kedua insan tersebut.

          “Kamu ini benar – benar nekat, eoh!” Gumam Taehyung yang sedari tadi tidak membuka kaleng sodanya.

          “Memangnya kenapa? Tadi itu bahaya sekali, lho! Asal kamu tau, aku melakukan ini untukmu. Seharusnya kamu berterima kasih padaku!” Kata Miku setelah meneguk seperempat dari isi kaleng soda miliknya.

          “Memangnya kamu tau apa tentangku dan hidupku, hah?!”

          “Bukannya kamu namja hiperaktif yang jadi pendiam itu, kan?” Miku balik bertanya dengan santai dan tatapan malas ala yeoja yang malas bangun di Minggu pagi.

          “Itu semua dari Joohyun eonnie.”

          “Memangnya apa yang dia tau tentang aku?”

          “Kau berubah.”

          Kalimat terucap dari Miku langsung membuat Taehyung langsung memutar otaknya. Miku memalingkan pandangannya ke arah langit biru yang cerah.Taehyung kembali menatap Miku dan dia rasa Miku ada benarnya.

          “Sebenarnya apa masalahmu, hah? Joohyun eonnie saja sampai kepikiran tenatangmu.” Miku kembali menatap Taehyung. Terjadilah eyes contact yang tak diduga. Mereka kembali memalingkan pandangan mereka bersamaan.

          “Kamu tentunya tau kalau sewaktu SMP aku dekat dengan 6 teman baruku dan tak pernah memperhatikan Joohyun eonnie. Tapi ada hal lain yang tak kamu tau tentangku darinya.”

          Taehyung memberi jeda dalam kalimatnya untuk sementara, seperti belum mampu mengulah masa lalu dirinya sendiri yang membingungkan. Miku mendengarkannya secara teliti, dengan tatapan yang masih polos.

          “Aku berteman dengan mereka karena mereka bisa menghiburku setiap saat. Kalau aku menghampiri Joohyun noona, kegiatan yang dia lakukan jadi terganggu karena aku.”

          “Yaa.. dia tak pernah berpikir seperti itu. Lalu untuk apa dia mengatakan semua itu padaku?”

          “Aku selalu menghabiskan bersama mereka. Hingga saat kami kelas IX, di suatu malam.” Dia kembali memberi jeda pada perkataannya, “Saat aku pulang bersama Seokjin hyung, kami dicegat seseorang, yang jelas dia mengenal Seokjin hyung. Dia menggiring kami ke suatu tempat, dan menyerang kami habis – habisan. Seokjin berusaha menlidungiku, tapi yang terjadi dia terbunuh dalam pertarungan itu, aku menangis sangat keras saat melihat kejadian itu dengan mataku sendiri. Yoongi hyung selalu menyalahkanku karena waktu itu aku tak bisa melindungi diriku sendiri. Dan setelah itu, kami berpencar di SMA. Ketika kami saling bertemu, kami tak pernah saling menyapa, dan itu membuatku jadi seperti ini.”

          Miku hanya memiringkan bibirnya mendengarkan kisah Taehyung yang bisa dibilang rada tragis itu. Tak sengaja, Miku melihat setitik air mata jatuh ke pipi Taehyung.

          "Tapi kamu masih beruntung, lho." Miku membuyarkan keheningan itu. Saat Taehyung akan bertanya, Miku melanjutkan maksud mengapa dia mengucapkan kalimat itu.

          "Masih beruntung karena kamu tak diberi masalah seperti itu dari kecil. Sedangkan aku sejak masih bayi tak pernah tau siapa sebenarnya orangtua kandungku."

          Taehyung terkejut bukan main dengan kalimat yang dilontarkan Miku tentang dia yang tak mengetahui siapa orangtuanya yang sebenarnya. Miku terlihat masih tersenyum tapi matanya menunjukkan tatapan yang sendu.

          "Sejak kecil, aku dan Luka tak pernah tau orangtua kami. Lalu kami diasuh oleh keluarga Kim dimana mereka sudah memiliki 2 anak kembar yaitu Kim Ki Rin dan Kim Ki Len. Begitu sudah berumur 7 tahun, kami sudah tak mempermasalahkan hal itu lagi. Kami diasuh seperti anak mereka sendiri sampai sekarang."

          Miku kembali tersenyum tulus pada Taehyung. Namja bersuara bass itu terlihat mendalami cerita Miku tapi wajahnya terlihat acuh tak acuh.

          "Menghadapi hidup ini mudah aja, kok. Cukup tersenyum pada setiap orang yang kamu sayangi."

          Taehyung kembali memutar otaknya ketika Miku kembali bersuara. Kalimat itu seperti tak asing terdengar oleh Taehyung, seperti kalimatnya dulu sewaktu SMP. Tiba'' dia jadi teringat bahwa dia tak pernah bertemu dengan Joohyun noona yang merupakan teman masa kecilnya.

          "Dia meridukanmu, Taehyung-ah." Miku berbalik menatap Taehyung, sepertinya dia bisa membaca pikiran Taehyung, "Walau dia sudah punya pacar, dia masih memikirkanmu, lho! Dia juga masih berpikir bahwa kamu adalah adiknya."

          Taehyung mulai merasa bersalah akan sikapnya yang selama ini selalu dingin pada setiap orang, terutama pada Joohyun. Bahkan terakhir kali dia bertemu dengannya, membentak yeoja berambut pirang itu dengan keras.

          "Ahh... Sudah hampir sore, nih. Aku harus pulang sekarang, annyeong."

          "Tunggu!"

          Saat Miku beranjak dari tempat duduknya dan berbalik badan, dia merasakan dekapan hangat menyelimuti dirinya dari belakang. Taehyung.

          "Kamu benar. Kamu 100% benar. Aku terlalu memikirkan diriku sendiri, sampai melupakan Joohyun noona, teman masa kecilku. Aku tak mau terus menerus seperti ini."

          Miku merasakan dekapan Taehyung yang begitu hangat, lebih hangat dari dekapan nyonya Kim yang selalu memberi pelukan yang nyaman. Miku merasa sangat lega saat Taehyung mengatakan semua itu, dia bisa menangkap maksud dari namja itu. Miku tersenyum dalam dekapan

          "Kamshahamida... Miku-ya."


...0O0...


          Keesokan harinya, Miku berjalan ke sekolah dengan perasaan yang amat senang. Dilihat burung - burung yang mondar - mandir di langit, angin musim semi yang sangat hangat bertiup perlahan. Dia merasa akan ada hal baik yang akan terjadi hari ini.

          Saat sampai di sekokah, dia buru - buru menuju ruang kelasnya. Dilihatnya seorang namja yang tengah berbincang dengan namja lain dengan semangat.

          "Miku-ya! Kamu sudah datang, eoh?" Teriak namja bersuara bass itu dengan riang, membuat Miku langsung tersenyu lebar melihat senyumannya

          Kemudian saat istirahat berjalan, Miku berada di ruang musik sekolah dan memainkan keyboard. Hingga dia dikejutkan oleh seseorang, yang jelas bukan Luka. Taehyung.

          “Wah! Aku juga suka musik, eoh? Aku juga.”

          “Ehh... Ne. Aku suka memainkan keyboard dan membuat sebuah lagu.”

          “Ayo kita coba nyanyikan lagu buatanmu!”

          “Ahh... baiklah!!”

          Dengan semangat, Miku mengeraskan volume Keyboard dan mereka menyanyi dengan riang hingga menggema ke seluruh ruang musik.

          ‘Aku tau kamu punya sisi lain, Taehyung-ah. Dan itu tak jauh beda denganku.’


END


Annyeong Haseyo *Apaan sih!*, Aku kembali dengan Fanfic yan anti mainstream, soalnya karakter dalam FanFic ini berasal dari member BTS(yang jelas tau itu siapa) dan Hatsune Miku. Ini adalah salah satu bentuk kecintaanku *wanjer* pada Hatsune Miku yang imut dan lucu ini. Oh iya, satu lagi. Mianhae, sudah lama gak ngepost FanFic karena lagi gak ada ide :P Tapi jangan khawatir, doakan aja semoga FanFic selanjutnya cepet kerilis *Ogah, ah!* dan sekali lagi, aku minta maaf dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca FanFicku.

          Annyeong <3