Moonlight
Author: Erza Noorfatma
Genre: Romance, sad
Main Cast: Park Chanyeol(EXO), Zha Intha (OC)
Support Cast: Do Kyungsoo(EXO), Noor Euncha (OC)
Seorang
namja yang tengah memainkan jarinya di senar pada gitar miliknya. Ditambah
nyanyian merdu dari seorang namja lain yang lebih mungil darinya.
"Hyung!
Sebentar lagi sore, nih! Apa kamu tidak kembali sekarang?" Tanya Kyungsoo
beberapa saat kemudian, namja mungil itu menatap jam tangan yang melingkar di
tangan kirinya. Sedangkan namja yang dia sebut 'hyung' itu hanya menatapnya
dengan malas, menurutnya dongsaenya sangat disiplin soal waktu.
"Kalau
mau, kamu pulang saja duluan. Aku harus menyelesaikan lagu ini." Katanya
lalu kembali memfokuskan pandangannya pada gitar miliknya.
"Kamu
yakin? Aku takut ada sesuatu yang buruk akan terjadi padamu, Chanyeol
hyung."
"Aku
akan baik - baik saja. Percaya aja sama hyungmu ini!"
Dengan
berat hati, Kyungsoo mengiyakannya dan meninggalkan Chanyeol diruang musik,
namja tinggi itu melanjutkan permainan gitarnya.
Setelah
beberapa saat memainkan senar gitarnya, dia beristirahat sebentar. Lalu dia
mendengar suara langkah kaki di dekat
ruang musik. Karena penasaran, diapun mengecek siapa itu. Seorang yeoja yang
tingginya beda beberapa senti darinya tengah mendengarkan lagu melalui earphone di telinganya. Tapi menyadari
bahwa ada seseorang yag tengah menatapnya sekarang, dia berbalik dengan cepat
dan membuat rambut panjangnya terkibas indah.
Chanyeol
hanya terpatung di depan pintu seraya menatap yeoja itu. Mereka saling
bertatapan dalam keheningan. Di tengah keheningan, yeoja itu tersenyum tulus
padanya.
“Ya!
Kenapa kamu belum pulang? Kita pulang bareng, yuk!” yeoja itu memecah
keheningan, sontak memecah lamunan Chanyeol.
“Ah...
tak perlu. Aku menunggu jeputanku. Kamu duluan saja.” Jawab Chanyeol berusaha
tetap santai.
“Oh...
baiklah. Aku pulang dulu. Annyeong.”
Yeoja
itu melambaikan tangannya, lalu melangkah berlalu dari koridor itu.
‘Siapa yeoja itu? Senyumannya sulit
dilupakan. Ingin sekali aku bertemu dengannya.’ Pikir Chanyeol dalam hati,
lalu merasakan detak jantungnya
‘Jadi seperti ini rasanya cinta?’
...O0O...
Keesokan
harinya, seperti biasa sepulang sekolah, Chanyeol dan Kyungsoo berada di ruang
musik. Namja tinggi itu memberitau tentang yeoja yang dia temui kemarin, dia
sangat bersemangat saat membayangkan yeoja manis itu.
“Chanyeolie!
Jangan bertingka berlebihan seperti itu! Apa kamu sudah meminum obatmu?” Kata
Kyungsoo tanpa ekspresi. Chanyeol langsung meraih sebuah botol obat dari saku
celananya lalu meminum salah satunya. Setelah itu, wajah namja riang itu
berubah murung. Kyungsoo bisa menangkap maksud tatapan itu.
“Punya
penyakit itu tidak enak, kan?
Kyungsoo
tak menjawab pertanyaan Hyung-nya, sepertinya Chanyeol teringat dengan penyakit
yang dideritanya.
Chanyeol
sudah lama mengidap penyakit jantung koroner. Dia akan tiba – tiba merasakan
rasa sakit yang teramat sangat di jantungnya. Chanyeol harus membawa botol
kecil yang berisi obat miliknya unutuk meredakan rasa sakit itu. Ditambah lagi,
dia tak bisa bergerak bebas, yang dia lakukan menghabiskan waktu di ruang musik
dan menghasilkan beberapa lagu. Hanya Kyungsoo dan Euncha, salah satu teman
yeojanya yang mengetahui penyakitnya. Mereka selalu memberi semangat agar
Chanyeol tetap bersikap positif.
“Sudahlah,
hyung. Aku tau penderitaanmu selama ini. Tapi jangan terus memikirkan hal itu.
Kamu, kan masih punya aku dan ...”
Drap...
Drap...
Suara
langkah kaki yang cepat semakin jelas terdengar dan pintu ruang musik terbuka
lebar dan keras, menggema ke seluruh ruangan.
“Ya!
Ya! Kenalin, nih, teman baruku!” Euncha tengah menarik seseorang dengan wajah
berseri – seri. Yeoja yang ditarik Euncha terlihat familiar di mata Chanyeol. Yeoja itu tersenyum pada Chanyeol dan
Kyungsoo.
“Annyeong
haseyo. Intha imnida.” Yeoja itu memperkenalkan namanya, “maafkan aku, waktu
itu aku belum memberitau namaku.”
Kini
Chanyeol tau nama yeoja. Intha. Sekilas namanya sangat indah seperti wajah yang
dia tatap sekarang. Chanyeol ikut tersenyum dengan senyum khasnya.
“Ah...
Gwenchana. Aku juga tidak memperkenalkan namaku, Chanyeol imnida.”
“Aku
dengar, kamu sering main musik di sini. Aku penasaran sama kemampuan alat
musikmu.”
“Jinja?
Baiklah! Akan aku perlihatkan!!”
“Ya!
Kenapa tidak kau tunjukkan lagu yang sedang kamu buat?” Tanya Euncha seraya
menyenggol pinggang Chanyeol.
“Hmmm...
lagu itu belum selesai, tapi aku bisa membawakan satu lagu yang aku ingat.”
Namja tinggi itu mulai memetik senar
gitarnya dan menciptakan nada indah. Lagu yang dibawakan membuat Intha berdecak
kagum.
"Woaa...
Daebak!! Kalo didengar - dengar, ini pasti lagu Moonlight dari EXO, kan?"
Tanya Intha antusias, dan benar. Tepat sasaran, "Padahal, lagu itu
diiringi alunan piano. Ternyata kamu bisa membuatnya menjadi nada merdu dari
gitar!"
Mereka
berdua kembali bertatapan dalam keheningan, lagi. Euncha melihat mereka dengan
semangat yang berapi - api. Sedangkan Kyungsoo hanya tersenyum kecil.
"Oh...
Aku harus pulang sekarang. Eomma sedang menunggumenungguku di rumah." Kata
Intha beberapa saat kemudian, dia melihat jam tangan hitam di tangan kirihya.
"Ah...
Sayang sekali." Chanyeol sedikit kecewa, "kalalu ingin bertemu
denganku lagi, datang aja ke sini!"
"Jinja?
Baiklah! Akan sering ke sini melihat permainan alat musikmu!"
...0O0...
Seperti
kata Intha, dia sering datang ke ruang musik untuk bertemu Chanyeol. Dia selalu
mendengarkan alunan gitar dari Chanyeol, bahkan dia juga menyukai permainan
piano dan drum yang sangat hebat. Intha juga sering memberi saran tentang musik
yang enak didengar dan akhirnya mereka menjadi dekat. Tapi Intha tak akan
pernah tau tentang penyakit yang bersarang pada Chanyeol.
Hingga
suatu hari, saat jam pelajaran berakhir, Chanyeol tengah menunggu Intha di
ruang musik seperti biasanya, dengan Kyungsoo dan Euncha. Tapi Intha belum
datang juga.
"Eehh...
Aku mau ke toilet dulu." Kata Chanyeol menuju ambang pintu.
"Ne,
tapi Cepat! Sebentar lagi aku ke klub karate!" Euncha gak mau rugi.
"Gak
bakal lama. Paling lama cuma setahun aja."
"Mulai,
deh!"
Chanyeol
tertawa saat melihat wajah Euncha yang terlihat manyun. Lalu Chanyeol keluar
dari ruang musik, meninggalkan Kyungsoo dan Euncha.
"Eh...
Aku dengar, Chanyeol mulai dekat dengan teman barumu itu." Kyungsoo
membuka pembicaraan.
"Nugu?
Intha? Emang benar. Mereka semakin romantis. Kadang aku ketemu mereka saat
mereka lagi di taman." Euncha menjawab dengan riang.
Kyungsoo
hanya diam, tak melanjutkan pembicaraannya sejenak. Euncha yang tadinya sangat
bersemangat berubah bingung akan raut wajah sahabatnya yang mulai gelisah.
Di
saat yang sama, Intha tengah berlari kecil menuju ruang musik. Dia begitu
bersemangat akan ikut membuat lagu yang tengah Chanyeol buat.
'Hmm... Sepertinya aku terlambat, nih!'
Intha mempercepat larinya.
Hingga
dia berhenti di ambang pintu ruang musik, dia mendapat hanya ada Kyungsoo dan
Euncha di sana. Yeoja berambut hitam pekat itu menahan diri untuk masuk ke
dalam ruangan itu dan memilih mendengarkan pembicaraan mereka.
"Tapi,
apa Intha tau tentang penyakit yang diderita Chanyeol?" Kyungsoo akhirnya
bersuara, tapi masih dengan wajah gelisah.
"Aniyo.
Aku tidak mengatakannya. Rasanya dia akan terluka kalau tau bahwa Chanyeol
adalah penderita jantung koroner." Euncha menggeleng, wajahnya berubah
sedih.
"Tapi,
sampai kapan kita akan menyembunyikan masalah ini dari Intha? Mau tak mau, dia
harus tau tentang ini. Walau rasanya sangat menyedihkan!"
"Kamu
benar." Euncha menyadarinya, "Tapi, kalau Chanyeol tidak mau,
gimana?"
Mereka
berdua berpikir keras, bahkan mereka tak menyadari bahwa sedari tadi
pembicaraan mereka didengar oleh Intha. Intha sedikit terkejut karena
mengetahui bahwa Chanyeol memiliki penyakit itu, setitik air mata jatuh ke pipi
kirinya.
"Ugh...
Chanyeol lama, nih! Aku duluan, ya! Annyeong."
Euncha
akhirnya meninggalkan ruangan itu. Dia bahkan tidak menyadari bahwa Intha
tengah berada di sana beberapa meter darinya, menatap nanar yeoja yang berlalu
itu.
'Kenapa kamu tak memberitau hal ini padaku?'
Akhirnya
hanya tersisa Kyungsoo di sana. Dia asyik menepuk kursi yang dia duduki,
menciptakan irama. Lalu masuklah Intha, yeoja itu berusaha bersikap biasa aja
seperti tidak mengetahui apa yang baru saja dia dengar.
“Ya,
Intha-ya! Kamu tunggu dulu. Chanyeol hyung sedang ke toilet.”
Intha
hanya mengangguk canggung dan duduk di satu kursi dekat Kyungsoo. Kyungsoo
melanjutkan permainan menepuknya, tanpa merasa curiga akan sikap Intha yang
jadi canggung padanya.
“Aku
kembali!” Chanyeol berteriak dari depan pintu, “Ah... Intha-ya! Kamu datang.
Maaf kalau lama.”
“Gwenchana.
Aku juga baru sampai.” Intha menjawab dengan senyum khasnya.
“Baik!
Apa kita bisa mulai?” Kyungsoo tak mau ambil pusing ketika mengetahui kalau dia
merasa menjadi orang ketiga.
“Haha...
baiklah kita mulai aja.”
Intha
berusaha untuk melupakan apa yang dia dengar tadi, tapi terlalu sulit. Dia
terus menatap Chanyeol cemas.
...0O0...
Seminggu
kemudian, Chanyeol mengajak Intha mengunjungi taman dekat sekolah untuk mencari
inspirasi lagunya.
“Taman
ini indah banget.” Intha melihat sekeliling, “Memang disini cocok banget untuk
cari inspirasi!”
“Aku
tau.” Chanyeol menjawab dengan riang seperti biasanya, “Kamu, kan tau banyak
tentang lagu romantis, makanya aku mengajakmu kesini.”
“Tapi,
kamu bisa membawa Kyungsoo sunbae.”
“Aniyoo.
Aku lebih memilih dirimu, karena aku juga ingin menunjukkan taman ini.”
Intha
justru merasa malu dengan perkataan Chanyeol. Tapi, apa kamu tak tau kalau tempat adalah tempat untuk melamarmu?,
pikir Chanyeol sambil tersenyum sendiri dan diam – diam dia membawa setangkai
mawar putih.
“Ehh...
duduk disini, yuk!” Intha duduk di sebuah bangku dan mengajak Chanyeol duduk di
sampingnya. “Ehh... Gimana kalau reff-nya si cowok membahas bunga itu?”
“Hmm...
boleh juga, atau pakai bunga ini aja?” Chanyeol mengelarkan bunga mawar dari
saku jaketnya. Mata Intha melebar tak percaya bahwa Chanyeol sudah membawa
bunga sendiri.
“Woaa...
mawar! Tapi kenapa harus yang warnanya putih?”
“Karena
putih itu artinya suci. Dan ditambah lagi, memiliki keindahan tersendiri.”
Pipi
Intha menjadi merah padam. Apa ini
artinya...
“Terima
bunga ini kalau kamu mencintaiku, seperti perasaanku padamu.”
Perasaanku sekarang? Sama dengannya?
Tanpa
buang waktu, Intha menerima bunga itu. Dia pun tersenyum manis pada namja
tinggi itu. Dan akhirnya mereka saling bertatapan.
Saat
Intha memcium bau harum bunga mawar itu, tiba’’ Chanyeol tersukur ke rerumputan
taman dalam keadaan memegan dada kirinya. Intha terkejut dan langsung
menghampir Chanyeol dengan wajah panik.
“Chanyeol-Ah!
Wae? Apa yang terjadi?”
Tak
ada jawaban dari namja itu. Dia segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
...0O0...
Selama ini, kaulah
yeoja yang aku idamkan
Aku bersyukur bisa
berada di sampingmu
Walau hanya
sebentar...
Aku tau kamu merasakan
hal yang sama...
Rasa sakit yang
amat dalam...
Tapi asal ada aku,
rasa sakit itu pasti hilang...
Aku harap kamu
terus bahagia...
Aku akan
menemanimu...
Di bawah sinar bulan
Cintaku tak akan
berhenti... Yeah...
Ku akan terus
mencintaimu walau kau jauh dariku...
...0O0...
Intha
tengah duduk di samping sebuah makam. Menatapnya dengan mata yang berkaca –
kaca. Memegang secarik kertas yang berisi lirik lagu.
“Setiap
hari, aku terus mendengar lagu buatanmu itu, dan itu membuatku sangat
tersentuh, terkadang aku merasa berada di sampingmu.”
Hingga
Kyungsoo dan Euncha menghampiri yeoja itu. Terlihat setetes air mata di pipi
kiri Euncha, tapi wajahnya tegar menghadapi masalah ini.
“Maafkan
kami selama ini kami tak pernah cerita tentang ini. Tapi ini permintaan
Chanyeol.” Kyungsoo mulai bicara
“Tapi
Chanyeol sendiri yang menyuruh kami untuk tidak cerita.” Euncha menghapus air
matanya, “Dan satu lagi, kamu tau penyakitnya dari kami, kan?”
Intha
mengangguk. Lalu Euncha menepuk pundak Intha dan tersenyum.
“Aku
yakin, dia akan bahagia di sana, asal kamu juga bahagia”
Intha
kembali menatap kembali makam itu dan akhirnya tersenyum tulus.
’Beristirahat dengan tenang, Chanyeol-ah’
END
Hey
lagi! Kembali dengan FanFic terbaru. Kali ini aku menambah salah satu temanku
sebagai pemain di Fanfic ini, kebetulan dia juga salah satu EXO-L. Kalau ada
yang mau request Fanfic, tulis di comment di bawah, ya! Aku tunggu, lho!!
Annyeong
=D
