Rabu, 09 Maret 2016

[FF] FanFiction - Moonlight

Moonlight





Author: Erza Noorfatma
Genre: Romance, sad
Main Cast: Park Chanyeol(EXO), Zha Intha (OC)
Support Cast: Do Kyungsoo(EXO), Noor Euncha (OC)


          Seorang namja yang tengah memainkan jarinya di senar pada gitar miliknya. Ditambah nyanyian merdu dari seorang namja lain yang lebih mungil darinya.

          "Hyung! Sebentar lagi sore, nih! Apa kamu tidak kembali sekarang?" Tanya Kyungsoo beberapa saat kemudian, namja mungil itu menatap jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Sedangkan namja yang dia sebut 'hyung' itu hanya menatapnya dengan malas, menurutnya dongsaenya sangat disiplin soal waktu.

          "Kalau mau, kamu pulang saja duluan. Aku harus menyelesaikan lagu ini." Katanya lalu kembali memfokuskan pandangannya pada gitar miliknya.

          "Kamu yakin? Aku takut ada sesuatu yang buruk akan terjadi padamu, Chanyeol hyung."

          "Aku akan baik - baik saja. Percaya aja sama hyungmu ini!"

          Dengan berat hati, Kyungsoo mengiyakannya dan meninggalkan Chanyeol diruang musik, namja tinggi itu melanjutkan permainan gitarnya.

          Setelah beberapa saat memainkan senar gitarnya, dia beristirahat sebentar. Lalu dia mendengar suara langkah kaki  di dekat ruang musik. Karena penasaran, diapun mengecek siapa itu. Seorang yeoja yang tingginya beda beberapa senti darinya tengah mendengarkan lagu melalui earphone di telinganya. Tapi menyadari bahwa ada seseorang yag tengah menatapnya sekarang, dia berbalik dengan cepat dan membuat rambut panjangnya terkibas indah.

          Chanyeol hanya terpatung di depan pintu seraya menatap yeoja itu. Mereka saling bertatapan dalam keheningan. Di tengah keheningan, yeoja itu tersenyum tulus padanya.

          “Ya! Kenapa kamu belum pulang? Kita pulang bareng, yuk!” yeoja itu memecah keheningan, sontak memecah lamunan Chanyeol.

          “Ah... tak perlu. Aku menunggu jeputanku. Kamu duluan saja.” Jawab Chanyeol berusaha tetap santai.

          “Oh... baiklah. Aku pulang dulu. Annyeong.”

          Yeoja itu melambaikan tangannya, lalu melangkah berlalu dari koridor itu.

          ‘Siapa yeoja itu? Senyumannya sulit dilupakan. Ingin sekali aku bertemu dengannya.’ Pikir Chanyeol dalam hati, lalu merasakan detak jantungnya

          ‘Jadi seperti ini rasanya cinta?’


...O0O...


          Keesokan harinya, seperti biasa sepulang sekolah, Chanyeol dan Kyungsoo berada di ruang musik. Namja tinggi itu memberitau tentang yeoja yang dia temui kemarin, dia sangat bersemangat saat membayangkan yeoja manis itu.

          “Chanyeolie! Jangan bertingka berlebihan seperti itu! Apa kamu sudah meminum obatmu?” Kata Kyungsoo tanpa ekspresi. Chanyeol langsung meraih sebuah botol obat dari saku celananya lalu meminum salah satunya. Setelah itu, wajah namja riang itu berubah murung. Kyungsoo bisa menangkap maksud tatapan itu.

          “Punya penyakit itu tidak enak, kan?

          Kyungsoo tak menjawab pertanyaan Hyung-nya, sepertinya Chanyeol teringat dengan penyakit yang dideritanya.

          Chanyeol sudah lama mengidap penyakit jantung koroner. Dia akan tiba – tiba merasakan rasa sakit yang teramat sangat di jantungnya. Chanyeol harus membawa botol kecil yang berisi obat miliknya unutuk meredakan rasa sakit itu. Ditambah lagi, dia tak bisa bergerak bebas, yang dia lakukan menghabiskan waktu di ruang musik dan menghasilkan beberapa lagu. Hanya Kyungsoo dan Euncha, salah satu teman yeojanya yang mengetahui penyakitnya. Mereka selalu memberi semangat agar Chanyeol tetap bersikap positif.

          “Sudahlah, hyung. Aku tau penderitaanmu selama ini. Tapi jangan terus memikirkan hal itu. Kamu, kan masih punya aku dan ...”

          Drap... Drap...

          Suara langkah kaki yang cepat semakin jelas terdengar dan pintu ruang musik terbuka lebar dan keras, menggema ke seluruh ruangan.

          “Ya! Ya! Kenalin, nih, teman baruku!” Euncha tengah menarik seseorang dengan wajah berseri – seri. Yeoja yang ditarik Euncha terlihat familiar di mata Chanyeol. Yeoja itu tersenyum pada Chanyeol dan Kyungsoo.

          “Annyeong haseyo. Intha imnida.” Yeoja itu memperkenalkan namanya, “maafkan aku, waktu itu aku belum memberitau namaku.”

          Kini Chanyeol tau nama yeoja. Intha. Sekilas namanya sangat indah seperti wajah yang dia tatap sekarang. Chanyeol ikut tersenyum dengan senyum khasnya.

          “Ah... Gwenchana. Aku juga tidak memperkenalkan namaku, Chanyeol imnida.”

          “Aku dengar, kamu sering main musik di sini. Aku penasaran sama kemampuan alat musikmu.”

          “Jinja? Baiklah! Akan aku perlihatkan!!”

          “Ya! Kenapa tidak kau tunjukkan lagu yang sedang kamu buat?” Tanya Euncha seraya menyenggol pinggang Chanyeol.

          “Hmmm... lagu itu belum selesai, tapi aku bisa membawakan satu lagu yang aku ingat.”

                    Namja tinggi itu mulai memetik senar gitarnya dan menciptakan nada indah. Lagu yang dibawakan membuat Intha berdecak kagum.

          "Woaa... Daebak!! Kalo didengar - dengar, ini pasti lagu Moonlight dari EXO, kan?" Tanya Intha antusias, dan benar. Tepat sasaran, "Padahal, lagu itu diiringi alunan piano. Ternyata kamu bisa membuatnya menjadi nada merdu dari gitar!"

          Mereka berdua kembali bertatapan dalam keheningan, lagi. Euncha melihat mereka dengan semangat yang berapi - api. Sedangkan Kyungsoo hanya tersenyum kecil.

          "Oh... Aku harus pulang sekarang. Eomma sedang menunggumenungguku di rumah." Kata Intha beberapa saat kemudian, dia melihat jam tangan hitam di tangan kirihya.

          "Ah... Sayang sekali." Chanyeol sedikit kecewa, "kalalu ingin bertemu denganku lagi, datang aja ke sini!"

          "Jinja? Baiklah! Akan sering ke sini melihat permainan alat musikmu!"


...0O0...


          Seperti kata Intha, dia sering datang ke ruang musik untuk bertemu Chanyeol. Dia selalu mendengarkan alunan gitar dari Chanyeol, bahkan dia juga menyukai permainan piano dan drum yang sangat hebat. Intha juga sering memberi saran tentang musik yang enak didengar dan akhirnya mereka menjadi dekat. Tapi Intha tak akan pernah tau tentang penyakit yang bersarang pada Chanyeol.

          Hingga suatu hari, saat jam pelajaran berakhir, Chanyeol tengah menunggu Intha di ruang musik seperti biasanya, dengan Kyungsoo dan Euncha. Tapi Intha belum datang juga.

          "Eehh... Aku mau ke toilet dulu." Kata Chanyeol menuju ambang pintu.

          "Ne, tapi Cepat! Sebentar lagi aku ke klub karate!" Euncha gak mau rugi.

          "Gak bakal lama. Paling lama cuma setahun aja."

          "Mulai, deh!"

          Chanyeol tertawa saat melihat wajah Euncha yang terlihat manyun. Lalu Chanyeol keluar dari ruang musik, meninggalkan Kyungsoo dan Euncha.

          "Eh... Aku dengar, Chanyeol mulai dekat dengan teman barumu itu." Kyungsoo membuka pembicaraan.

          "Nugu? Intha? Emang benar. Mereka semakin romantis. Kadang aku ketemu mereka saat mereka lagi di taman." Euncha menjawab dengan riang.

          Kyungsoo hanya diam, tak melanjutkan pembicaraannya sejenak. Euncha yang tadinya sangat bersemangat berubah bingung akan raut wajah sahabatnya yang mulai gelisah.

          Di saat yang sama, Intha tengah berlari kecil menuju ruang musik. Dia begitu bersemangat akan ikut membuat lagu yang tengah Chanyeol buat.

          'Hmm... Sepertinya aku terlambat, nih!' Intha mempercepat larinya.

          Hingga dia berhenti di ambang pintu ruang musik, dia mendapat hanya ada Kyungsoo dan Euncha di sana. Yeoja berambut hitam pekat itu menahan diri untuk masuk ke dalam ruangan itu dan memilih mendengarkan pembicaraan mereka.

          "Tapi, apa Intha tau tentang penyakit yang diderita Chanyeol?" Kyungsoo akhirnya bersuara, tapi masih dengan wajah gelisah.

          "Aniyo. Aku tidak mengatakannya. Rasanya dia akan terluka kalau tau bahwa Chanyeol adalah penderita jantung koroner." Euncha menggeleng, wajahnya berubah sedih.

          "Tapi, sampai kapan kita akan menyembunyikan masalah ini dari Intha? Mau tak mau, dia harus tau tentang ini. Walau rasanya sangat menyedihkan!"

          "Kamu benar." Euncha menyadarinya, "Tapi, kalau Chanyeol tidak mau, gimana?"

          Mereka berdua berpikir keras, bahkan mereka tak menyadari bahwa sedari tadi pembicaraan mereka didengar oleh Intha. Intha sedikit terkejut karena mengetahui bahwa Chanyeol memiliki penyakit itu, setitik air mata jatuh ke pipi kirinya.

          "Ugh... Chanyeol lama, nih! Aku duluan, ya! Annyeong."

          Euncha akhirnya meninggalkan ruangan itu. Dia bahkan tidak menyadari bahwa Intha tengah berada di sana beberapa meter darinya, menatap nanar yeoja yang berlalu itu.

          'Kenapa kamu tak memberitau hal ini padaku?'

          Akhirnya hanya tersisa Kyungsoo di sana. Dia asyik menepuk kursi yang dia duduki, menciptakan irama. Lalu masuklah Intha, yeoja itu berusaha bersikap biasa aja seperti tidak mengetahui apa yang baru saja dia dengar.

          “Ya, Intha-ya! Kamu tunggu dulu. Chanyeol hyung sedang ke toilet.”

          Intha hanya mengangguk canggung dan duduk di satu kursi dekat Kyungsoo. Kyungsoo melanjutkan permainan menepuknya, tanpa merasa curiga akan sikap Intha yang jadi canggung padanya.

          “Aku kembali!” Chanyeol berteriak dari depan pintu, “Ah... Intha-ya! Kamu datang. Maaf kalau lama.”

          “Gwenchana. Aku juga baru sampai.” Intha menjawab dengan senyum khasnya.

          “Baik! Apa kita bisa mulai?” Kyungsoo tak mau ambil pusing ketika mengetahui kalau dia merasa menjadi orang ketiga.

          “Haha... baiklah kita mulai aja.”

          Intha berusaha untuk melupakan apa yang dia dengar tadi, tapi terlalu sulit. Dia terus menatap Chanyeol cemas.


...0O0...


          Seminggu kemudian, Chanyeol mengajak Intha mengunjungi taman dekat sekolah untuk mencari inspirasi lagunya.

          “Taman ini indah banget.” Intha melihat sekeliling, “Memang disini cocok banget untuk cari inspirasi!”

          “Aku tau.” Chanyeol menjawab dengan riang seperti biasanya, “Kamu, kan tau banyak tentang lagu romantis, makanya aku mengajakmu kesini.”

          “Tapi, kamu bisa membawa Kyungsoo sunbae.”

          “Aniyoo. Aku lebih memilih dirimu, karena aku juga ingin menunjukkan taman ini.”

          Intha justru merasa malu dengan perkataan Chanyeol. Tapi, apa kamu tak tau kalau tempat adalah tempat untuk melamarmu?, pikir Chanyeol sambil tersenyum sendiri dan diam – diam dia membawa setangkai mawar putih.

          “Ehh... duduk disini, yuk!” Intha duduk di sebuah bangku dan mengajak Chanyeol duduk di sampingnya. “Ehh... Gimana kalau reff-nya si cowok membahas bunga itu?”

          “Hmm... boleh juga, atau pakai bunga ini aja?” Chanyeol mengelarkan bunga mawar dari saku jaketnya. Mata Intha melebar tak percaya bahwa Chanyeol sudah membawa bunga sendiri.

          “Woaa... mawar! Tapi kenapa harus yang warnanya putih?”

          “Karena putih itu artinya suci. Dan ditambah lagi, memiliki keindahan tersendiri.”

          Pipi Intha menjadi merah padam. Apa ini artinya...

          “Terima bunga ini kalau kamu mencintaiku, seperti perasaanku padamu.”

          Perasaanku sekarang? Sama dengannya?

          Tanpa buang waktu, Intha menerima bunga itu. Dia pun tersenyum manis pada namja tinggi itu. Dan akhirnya mereka saling bertatapan.

          Saat Intha memcium bau harum bunga mawar itu, tiba’’ Chanyeol tersukur ke rerumputan taman dalam keadaan memegan dada kirinya. Intha terkejut dan langsung menghampir Chanyeol dengan wajah panik.

          “Chanyeol-Ah! Wae? Apa yang terjadi?”

          Tak ada jawaban dari namja itu. Dia segera membawanya ke rumah sakit terdekat.


...0O0...


       Selama ini, kaulah yeoja yang aku idamkan
       Aku bersyukur bisa berada di sampingmu
       Walau hanya sebentar...
       Aku tau kamu merasakan hal yang sama...
       Rasa sakit yang amat dalam...
       Tapi asal ada aku, rasa sakit itu pasti hilang...
       Aku harap kamu terus bahagia...
       Aku akan menemanimu...
Di bawah sinar bulan
       Cintaku tak akan berhenti... Yeah...
       Ku akan terus mencintaimu walau kau jauh dariku...


...0O0...


          Intha tengah duduk di samping sebuah makam. Menatapnya dengan mata yang berkaca – kaca. Memegang secarik kertas yang berisi lirik lagu.

          “Setiap hari, aku terus mendengar lagu buatanmu itu, dan itu membuatku sangat tersentuh, terkadang aku merasa berada di sampingmu.”

          Hingga Kyungsoo dan Euncha menghampiri yeoja itu. Terlihat setetes air mata di pipi kiri Euncha, tapi wajahnya tegar menghadapi masalah ini.

          “Maafkan kami selama ini kami tak pernah cerita tentang ini. Tapi ini permintaan Chanyeol.” Kyungsoo mulai bicara

          “Tapi Chanyeol sendiri yang menyuruh kami untuk tidak cerita.” Euncha menghapus air matanya, “Dan satu lagi, kamu tau penyakitnya dari kami, kan?”

          Intha mengangguk. Lalu Euncha menepuk pundak Intha dan tersenyum.

          “Aku yakin, dia akan bahagia di sana, asal kamu juga bahagia”

          Intha kembali menatap kembali makam itu dan akhirnya tersenyum tulus.

         ’Beristirahat dengan tenang, Chanyeol-ah’

END

          Hey lagi! Kembali dengan FanFic terbaru. Kali ini aku menambah salah satu temanku sebagai pemain di Fanfic ini, kebetulan dia juga salah satu EXO-L. Kalau ada yang mau request Fanfic, tulis di comment di bawah, ya! Aku tunggu, lho!!

          Annyeong =D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar