Selasa, 30 Mei 2017

[FF] FanFiction - You're My Yandere (Part 2)

You’re My Yandere




Author: Noor Euncha (Erza Noorfatma)
Genre: Gore, Thiller, Crime
Cast: Kim Minseok (EXO), Gyu Yuno (OC)
Support Cast: EXO member
PG: 18+

Warning!! Terdapat adegan kekerasan dalam cerita ini. Bagi yang belum cukup umur, harap membaca artikel saya yang lain. Gomawo~


“Apa yang kalian ketahui dari orang – orang hilang belakangan ini?”

Minseok menatap teman – temannya dengan serius dan mereka juga melakukan hal yang sama. Mereka mulai membahas tentang bukti –bukti yang mereka kumpulkan secara diam – diam. Mereka mulai meyakini bahwa ‘dalang’ dalam semua orang hilang ini adalah seorang warga sekolah mereka.

“Yang aku tau, setiap kelas akan kehilangan murid tanpa alasan, dan yang jelas... mereka tak pernah kembali...”

Perkataan Kyungsoo membuat teman satu gengnya semakin tegang. Hampir seluruh kelas kehilangan murid setiap hari bahkan menurut laporan, diperkirakan 1-2 murid menghilang dan tak pernah kembali.

“Kasus kali ini adalah hilangnya Joonmyeon hyung dan Taeyeon sunbae,” Sehun mengeluarkan suaranya.

“Taeyeon sunbae juga menghilang?” Baekhyun yang merupakan pacar Taeyeon sunbae terkejut bukan main saat mendengar perkataan Sehun barusan.

Semua kembali diam. Minseok berpikir keras, hal yang membuat dia tak habis pikir adalah kenapa orang yang hilang adalah murid sekolah mereka. Kenapa orang hilang itu tak pernah kembali? Batin Minseok.

“Sebenarnya, ini hanya firasatku saja,” Jongdae akhirnya berpendapat, “Mungkin aja mereka telah dibunuh!”

Mata Baekhyun langsung membulat, sedangkan yang lain mulai memutar otak mereka masing - masing. Mungkin maksud Jongdae adalah semua ini pembunuhan yang dilakukan secara bersih.

“Jongdae ada benarnya juga, sih,” Minseok yang sedari tadi diam memutar otaknya berkali - kali mengeluarkan suaranya, “Mungkin semua ini adalah pembunuhan, dan mungkin si ‘pembunuh’ selalu membersihkan hasil karyanya sampai tak tersisa.”

“Tapi kita masih belum memiliki bukti yag kuat tentang pembunuhan tersebut,” kali ini Chanyeol mengatakan sesuatu, namun terdengar ragu - ragu.

“Sebaiknya kita kumpulkan daftar murid – murid yang hilang besok!”


...0O0...


Keesokan harinya, mereka mulai mencari tau siapa saja murid yang hilang dan tak pernah kembali. Mereka adalah:
1.     Kim Youjung (2-1)
2.    Kim Yeri (2-1)
3.    Bae Joohyun (3-2)
4.    Amber Josephine Liu (2-3)
5.    Jung Eunbi (2-1)
6.    Hwang Eunbi (2-1)
7.    Ahn Heeyeon (3-3)
8.    Im Nayeon (1-2)
9.    Yoo Jeong Yeon (1-1)
Dan masih banyak lagi yang belum disebutkan.

Mereka diantaranya adalah mantan pacar Minseok dan sebagian pernah menjadi teman Minseok atau pernah dekat dengan Minseok.

“Pasti ini semua ada hubungannya denganmu, hyung!” Chanyeol memeriksa kembali daftar orang hilang tersebut,

“Ne, hyung,” Sehun menyela sesaat, “Mana mungkin ini semua hanya kebetulan?”

Semua pertanyaan mengarah ke Minseok. Minseok sendiri masih bingung mengapa korbannya adalah yeoja - yeoja yang pernah dekat dengannya, dan dia sadar bahwa korban selanjutnya pasti...

Yuno...

“Tapi kalo semua korbannya adalah yeoja,” Jongdae membantu Minseok bicara, “Kenapa Joonmyeon hyung masuk ke dalam daftar korban pembunuhan bersih ini?”

Semua kembali bingung. Apa jangan – jangan target selanjutnya adalah teman - temannya juga?


...0O0...


Sehun berjalan sendirian menuju rumahnya. Dia merasa kesal karena bukti – bukti yang dia dan teman - temannya dapatkan malah menjerumuskan mereka ke masalah yang lebih besar. Tak jarang, dia menendang tanah asal – asalan untuk melampiaskan kekesalannya. Tiba – tiba dia merasa ada seseorang di belakangnya. Dengan perasaan tidak enak, Sehun memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Seorang yeoja menangis tersedu – sedu di belakang Sehun.

“Ahh! Yuno-sshi!” Sehun menyadari bahwa dia mengenal yeoja itu, “Kenapa kamu ada disini?”

“Hiks...” Yuno masih menangis, “Minseok oppa jahat!”

“Ya! Kamu ada masalah apa dengan Minseok hyung?”

“Dia atak mau menemuiku lagi...”

Sehun menatap sedih Yuno yang masih terisak, sebenarnya Sehun tidak begitu peduli dengan yeoja berambut pink itu karena dia tak mau mencari masalah dengan hyung tertuanya.

“Itu tidak mungkin,” Sehun kembali bicara, “Minseok hyung sangat menyayangimu. Mungkin dia sengaja menghindar agar kamu tetap aman,”

Yuno menatap Sehun dengan mata masih berurai air mata, apa dia menyembunyikan sesuatu, batin Yuno. Sehun menunjukkan senyum kecilnya.

“Hyung berusaha menemukan dalang dari semua kejadian di sekolah, dia tak pernah menemuimu lagi karena takut kalo yeoja chingu-nya akan jadi korban selanjutnya.”

Sehun bersandar di tembok di dekatnya, sedangkan Yuno diam - diam mengeluarkan sesuatu di punggungnya. Sesuatu pisau yang sedari tadi berada di punggungnya. Sehun sendiri tak merasa curiga karena dia sudah cukup lelah mencari informasi, sehingga dia tak sadar gerakan Yuno yang sedikit mencurigakan, ditambah dengan suasana jalanan itu sangat sepi sampai tak ada seorangpun yang melewati jalanan itu selain mereka berdua.

“Mianhae... Sehun-ah...”

Karena tau Sehun tengah lengah, Yuno menerkam Sehun tanpa ampun. Sehun tak menyadari gerakan Yuno yang super cepat itu. Dia bahkan tak bisa mengelak semua gerakan Yuno dan pada akhirnya Sehun harus mendapati tubuhnya tertusuk - tusuk pisau itu.

“Kau terlalu banyak mengumpulkan informasi!”

Yuno menarik tubuh Sehun yang diam tak bergerak ke sebuah gang sempit lalu memasukkannya ke sebuah tempat sampah lalu membakar tubuh namja berambut pirang itu serta senjata yang dia gunakan sampai habis.

“Kau tak perlu mengumpulkan informasi lagi!”

Setelah semua terbakar habis, dia segera pergi meninggalkan lokasinya. Tanpa disadari, Kyungsoo merekam gerak – gerik Yuno dari awal sampai akhir dari kejauhan.


...0O0...


“Sehun menjadi korban.”

Kyungsoo memasuki ruang ‘pertemuan’ yang sudah diberitahu Minseok sebelumnya. Suasana ruangan itu langsung tegang saat namja itu mengatakan 3 kata tersebut.

Tanpa basa – basi, Kyungsoo menyerahkan ponselnya dan menunjukkan video yang dia rekam pada teman – temannya yang lain. Dalam video itu, ‘orang’ itu terus menusuk Sehun dengan pisau di tangan kanannya. Detik - detik terakhir video itu, sebuah asap melayang dari gang yang dimasuki orang itu. Semua yang melihat video itu masih tak bisa berkata apa - apa.

“Ternyata benar,” Jongdae akhirnya bersuara, “Ini adalah kasus pembunuhan bersih.”

“Kyungsoo-ya! Kamu tau siapa yang melakukan ini?” tanya Minseok.

Kyungsoo menggeleng.

“Kenapa kamu tak mengetahuinya? Kita ini berusaha mencari siapa pelakunya!!” Baekhyun terlihat tak sabar.

“Jika aku mendekatinya, aku akan bernasib sama dengan Joonmyun hyung!!” tandas Kyungsoo.

  “Namun, jika dilihat dari postur tubuh, sepertinya dia ini seorang yeoja.” Kata Jongin.

“Benar juga.” Chanyeol mendukung perkataan Jongin.

Minseok kembali berpikir, Apa jangan - jangan yang melakukan ini adalah seseorang yang cemburu pada...

TOOK! TOOK! TOOK!

Terdengar suara ketukan pintu ruangan yang membuat seluruh isi ruangan mengalihkan pandangan mereka. Minseok tak pernah memberi tahu siapapun tentang ruang rahasia miliknya.

“Hyung! Buka saja.” Ujar Jongdae menepuk pundak Minseok.

Minseok melangkah menuju pintu dengan perasaaan bingung. Begitu dia membuka pintu, dia terkejut saat dia mendapati seorang yeoja menangis terisak dan langsung memeluk tubuh Minseok dengan erat.

“Yuno...”

TBC...

Hana, tul, see.... annyeong haseyo. This is Noor Eun Cha. Part 2 sudah dipublikasikan :D sayangnya ceritanya belum selesai :P nantikan aja part selanjutnya yang aku jamin makin seru dan menegangkan ;)



Annyeong~

Selasa, 28 Maret 2017

[FF] FanFiction - You're My Yandere (Part 1)

You’re My Yandere (Part 1)





Author: Noor Euncha (Erza Noorfatma)
Genre: Gore, Thiller, Crime
Cast: Kim Minseok (EXO), Gyu Yuno (OC)
Support Cast: EXO member
PG: 18+

Warning!! Terdapat adegan kekerasan dalam cerita ini. Bagi yang belum cukup umur, harap membaca artikel saya yang lain. Gomawo~


Seperti biasa, Minseok berangkat ke sekolah dengan diantar oleh sopir pribadinya. Dalam perjalanannya, dia menatap banyaknya polisi di jalanan yang mondar – mandir selain kendaraan lain. Memang belakangan ini, banyak sekali kasus orang hilang di sekitar Seoul. Seperti siswi SMP yang hilang saat dia pulang ke rumahnya dan Siswi SMA yang hilang setelah menyelesaikan Tugasnya di malam hari. Yang aneh adalah semua korbannya itu para yeoja yang masih bersekolah, itu juga selalu terjadi di sore menjelang malam ataupun tengah  malam saat kota telah sepi, sebenarnya itu hal yang biasa. Tapi korban yan hilang itu tak pernah bisa ditemukan sampai detik ini. Apakah mereka dibunuh? Itu masih misteri.

Mobil Minseok berhenti di depan gerbang sekolah dan Minseok melihat teman – temannya tengah menunggu kedatangan hyungnya yang tajir itu turun dari mobilnya.

“Hyung!! Aku ingin kamu hentikan cewekmu!!!” Baekhyun, yang paling humoris diantara mereka terlihat tak senang sambil mengguncang tubuh hyungnya itu.

“Ya! Maksud kamu apa, Baekhyun-ah?!” Minseok langsung bingung saat Baekhyun marah – marah ke arahnya, yang lain hanya bisa tertawa kecil karena cara marahnya Baekhyun yang lucu.

“Itu...”

“MINSEOK-OPPAAAAA...!!!”

Belum selesai Baekhyun protes, seorang yeoja berlari dan berteriak kearah Minseok seperti seorang sasaeng fans yang melihat idolanya tepat di depannya. Minseok masih berada di posisinya dengan Baekhyun di depannya hanya diam menunggu kedatangannya.

“Minseok Oppa!! Kangen, nih!!” Yeoja itu langsung memeluk tubuh Minseok dengan manja.

“Kita, kan sudah ketemuan setiap hari, Yuno-shi.” Sahut Minseok kelabakan saat yeoja bernama Yuno itu memeluknya tiba – tiba.

“Tapi aku pengen bisa berduaan aja sama kamu, bukan bareng teman – temanmu yang gak bisa diandalkan itu.” Tatapan sinis dari teman Minseok langsung bisa dibaca oleh Minseok sendiri.

“Yaudah, malam ini nanti kita jalan di taman sambil makan Tteokbokki hangat, aja.” Minseok akhirnya memberi penengahan.

“Huh!! Ke taman?! Kenapa harus ke taman? Kan, dingin kalo ke taman malam – malam.” Yuno kelihatan tak setuju.

“Ahh.. Gimana kalo ke restoran di deket sekolah aja. Kan, tempatnya bagus dan romantis.”

“Wah...! Bener juga! Kalo gak ada tugas, kita jadi keluar ya!” Yuno terlihat antusias

Yuno langsung bertemu dengan teman yeoja-nya yang lain dan melepas pelukan eratnya yang sedari tadi membuat Minseok agak sesak.

“Hyung!” Baekhyun yang pembicaraannya tertahan, kembali mengeluarkan suaranya, “Itu yang aku maksud dengan ‘hentikan cewekmu’ itu!”

“Ne, hyung.” Chanyeol yang merupakan sahabat terbaik Baekhyun juga ikut bicara, “Yeoja itu aneh & menyebalkan. Dia selalu memata – matai kita, dan kita kadang diancam untuk jangan mengganggu acara ‘kencan’nya itu.”

“Hyung, kumohon!” Jongdae, sahabat Minseok terlihat khawatir & menghampiri sobatnya itu, “Kendalikan sedikit yeoja-mu itu. Bisa – bisa dia melakukan hal buruk pada kita.”

“Yaa! Ayolah!” Minseok mencoba menenangkan dongsae – dongsaenya, “Kalian ini sensitif sekali! Mana mungkin gadis seperti Yuno akan menyebabkan kerusakan besar seperti kasus orang hilang belakangan ini.”

“Tapi mungkin aja bisa!” Joonmyun menyela perkataan Minseok yang terlihat santai, “Bisa aja dia pakar dari kasus itu?!”

“Sudah aku bilang, dia itu sama kayak yeoja pada umumnya, pengen diperhatikan gitu. Kalian aja yang risih!”

“Bukannya kita gak percaya sama kamu, hyung.” Kyungsoo yang pendiam akhirnya menengahi, “Masalahnya dia itu selalu nge-stalk kamu lewat kita, kalo misalnya kita gak mau kasih tau, dia bakal ngancam bawa pisau ke sekolah.”

Minseok diam sejenak, tapi dia masih yakin bahwa Yuno tak akan melakukan hal semacam itu. Mungkin Yuno terlalu terobsesi makanya dia mengatakan hal itu.

“Hyung! Kok diam?” Jongin dan Sehun mengguncang tubuh Minseok bersamaan

“Ehh! Hmm... baiklah! Nanti aku akan bicara dengannya.”


...0O0...


“MINSEOK OPPA!”

Dengan penuh semangat, Yuno yang berada di halaman sebuah restoran memanggil Minseok yang melangkah ke arahnya, dia memakai jas hitam yang rapi dan sepatu hitam yang mengkilat.

“Wow! Kau tampak cantik malam ini!” Minseok menyapanya dengan manly, wajah Yuno langsung merona merah. Yuno mengenakan gaun merah muda selutut yang imut serta sarung tangan yang serasi dengan gaunnya.

“Ahh... oppa bisa aja. Kamu juga terlihat tampan malam ini.”

Minseok hanya menjawabnya dengan senyuman miring, lalu dia memperkenankan Yuno masuk lebih dulu. Sang pelayan menunjukkan meja yang sudah Minseok pesan beberapa jam yang lalu dan 2 piring steak di sisi kiri dan kanan meja. Yuno sangat terkesan pada suasana meja itu, aroma bunga mawar yang sangat harum, musik klasik yang melantung dengan indah dan suasana romantis di sekitar restoran itu yang sangat melekat.

“Oppa... yakin ini semua kamu yang...”

Saat Yuno akan melanjutkan, Minseok menutup bibir Yuno dengan telunjuknya. Wajah Yuno semakin memerah begitu jari itu menyentuh bibir pinknya.

“Sudahlah, nikmati saja suasananya. Silahkan duduk disini.” Minseok menarik sebuah kursi untuk Yuno.

“Ke... Keure..” Yuno dengan terbata – bata mengangguk, lalu dia duduk di kursi itu dan Minseok duduk di kursi seberang lain

Yuno menatap Minseok di seberang meja tapi tak begitu jauh dari jangkauannya. Betapa tampannya dia bahkan letaknya sedekat ini, batin Yuno. Mereka menyantap steak itu bersama - sama

“Hmm... Yuno-shii? Boleh aku bertanya sesuatu?” Minseok mulai terlihat serius.

“Keureyo, Oppa. Kamu boleh tanya apa aja.” Yuno tersenyum saat akhirnya Minseok memecah keheningan.

“Apa belakangan ini kamu menanyakan teman – temanku sesuatu?”

Mulut Yuno langsung turun membentuk lengkungan. Pipinya masih kemerahan

“Kenapa diam?” Minseok bertanya lagi, “bukannya tadi kamu bilang aku boleh bertanya apa saja?”

“Eeehh... Begini...” Yuno mulai bicara, “aku hanya ingin tau tentangmu lebih dalam, makanya aku bertanya ke teman – temanmu.”

“Tapi kata mereka, bertanya aja ke orangnya langsung.”

“Dijawab, gak?”

“Pasti akan dijawab.” Minseok kembali tersenyum, “Makanya berhentilah bertanya ke teman – temanku. Itu membuatku cemburu.”

“Bukannya Oppa bukan tipe namja yang mudah cemburu?” tanya Yuno menyeringai.

“Walau begitu, kamu itu tetap milikku. Aku berusaha melindungi apa yang aku miliki.”

“Ahh... Gomawo, Oppa.” Yuno kembali tersenyum manis dengan pipi yang masih memerah.

“Minseok-ah!!”

Seorang yeoja memanggil Minseok yang sontak membuat keduanya mengganti fokus matanya ke arah yeoja yang dimaksud. Saat mengetahui yeoja itu, Yuno langsung terlihat sinis.

“Taeyeon sunbae!”


...0O0...


Akhirnya makan malam mereka sudah selesai dan mereka memutuskan untuk berpisah sekarang.

“Baiklah... aku juga harus pulang. Ada urusan yang harus aku selesaikan.” Ucap Yuno sambil memberikan ciuman jarak jauh. Minseok menangkap kecupan itu lalu menempelkannya di dada kirinya.

“Jaga diri baik – baik, ya. Annyeong.” Minseok melambaikan arah Yuno yang sudah setengah jauh.

Setelah Minseok menghilang di belokan jalan, Yuno langsung berlari sekencang mungkin dan mendatangi seorang yeoja yang tengah berjalan santai

“Yaaa!!” Yuno membentak yeoja itu begitu keras, “Jauhi Namjachingu-ku, sunbaenim!!!”

“Apa maksudmu!” Yeoja itu akhirnya membalikkan badannya dan menatap Yuno dengan wajah bingung. “Apa karena aku memanggil Minseok tadi?

Yuno tak menjawabnya, Taeyeon merasa tak enak pada Yuno karena dia tau kalo Yuno adalah pacar Minseok.

“Baiklah. Mianhae karena sudah menyapa Minseok di depanmu.” Akhirnya Taeyeon mengakui kesalahannya.

“Menjauh...” Yuno mendesis, tangan kanannya sudah ada pisau tajam yang mengkilat dan Taeyeon menyadari kalo berada disini sudah tak aman.

“MENJAUH DARI OPPAKUUUUU!!!!”

Yuno berlari dan menerkam sunbae-nya seperti singa yang mengoyak mangsanya. Dengan sadis, dia memasukkan pisau itu ke dalam perut dan dada yeoja itu tanpa ampun. Dia juga mengiris nadi di setiap Taeyeon tanpa ada yang tersisa. Hingga dia sudah tak bernafas lagi, Yuno masih menancapkan pisaunya seperti orang gila.

“Dengan ini, kau tak akan bisa menyapanya lagi.”

Dia membuang pisaunya di dekat mayat Taeyeon yang sudah tak bernyawa lagi. Dia melihat ke sekelilingnya, dia merasa kalo dia tengah diawasi.

Yuno mendapati seseorang di balik gedung belakangnya, Joonmyun. Dia sedari tadi merekam aksinya menggunakan pisau. Yuno melebarkan matanya saat akhirnya menyadari kehadiran Joonmyun.

“Hapus video itu sekarang!” Yuno menunjuk Joonmyun dengan penuh dendam.

“Begitu Minseok tau ini, dia akan percaya padaku.” Joonmyun mengayunkan ponselnya, ditambah dengan senyuman sinisnya.

“Hapus... sebelum kau menyesal!” Yuno mengambil kembali pisaunya dan menodongkannya ke Joonmyun, Joonmyun hanya mengambil melangkah mundur.

“Kau tak memberiku pilihan..”

Tanpa aba – aba, Yuno langsung menerkam Joonmyun, namun namja itu tetap bisa melawannya walau dengan tenaga yang sedikit.

Namun sayangnya, Yuno lebih agresif dari dirinya dan pada akhirnya dia harus menerima tubuhnya dicabik – cabik seperti rusa malang di bagian bawah lingkaran kehidupan.

Yuno merampas ponsel Joonmyun, lalu membanting ponsel itu hingga terlempar ke jalanan, membiarkan mobil melindasnya. Dia menarik mayat Joonmyun dan Taeyeon lalu memasukkannya ke tempat sampah. Dia membuang sarung tangan miliknya dan langkah terakhirnya adalah membakar mayat – mayat itu sampai tak tersisa.


...0O0...


Minseok terlihat syok begitu melihat berita di televisi miliknya.

“Lagi. 2 korban hilang di sekitar pinggiran Seoul, hanya menyisahkan darah di sebuah gang.”

“Tuan muda. Sudah saatnya berangkat.” Sopir pribadi Minseok memberitau Minseok yang sedari tadi fokus ke berita itu.

“Oh! Baiklah, saya kesana.” Dengan pikiran yang masih berantakan, Minseok akhirnya berlari menuju mobil miliknya.


...0O0...


“HYUNG! HYUNG! HYUNG!”

Baekhyun mengguncang tubuh Minseok saat Minseok baru turun dari mobil pribadinya. Baekhyun terlihat hampir menangis dan teman – temannya terlihat sedih.

“Yaa! Kalian kenapa?! Waeyo?”, Minseok terlihat bingung melihat teman – temannya yang terlihat tak bersemangat.

“Joonmyun hyung...” kata Baekhyun lirih, “dia menghilang...”

Kaki Minseok langsung lemah dengan wajah masih kebingungan. ,Apa jangan – jangan Joonmyun...’ Minseok kembali memikirkan berita yang dia lihat tadi pagi.

“Saat kami datangi rumahnya, Eomma-nya bilang dia belum pulang sampai sekarang.” Kyungsoo memberitahu pada Minseok dengan wajah datar khas-nya.

“Gimana kalo kita beritahu polisi saja!”

“Apa gunanya? Polisi saja tidak bisa menyelesaikan kasus ini, apalagi detektif.”

“Ahh!!” Sepertinya Minseok mendapat buah dari pemikirannya, “Gimana kalo kita menyelidiki sendiri kasus ini?”

Walaupun itu ide yang bagus, namun teman – temannya masih berpikir apa saja resiko yang harus ditanggung mereka semua.

“Ayolah!! Kalian buang waktu aja! Kalau kita diam aja, bisa – bisa korbannya tambah banyak!!”

“Bener juga,” Jongdae mulai menyetujui apa yang dipikirkan hyung-nya, “Kalo kita gak coba menyelidiki semua ini, bisa aja kita akan jadi korban selanjutnya!”

Semua temannya mulai menyetujui apa yang telah disampaikan, bahkan mereka juga memiliki beberapa bukti yang bisa digunakan untuk mencari si pembunuh.

“Aku setuju!! Aku yakin bahwa pembunuhnya adalah seseorang yang kita kenal di sekolah ini!” Jongin mengeluarkan suaranya yang lantang.

“Ne! Bagaimana kalo kita melakukannya...”

“MINSEOOOKKK~OPPAAAA~!!!!”

Belum selesai Minseok mengucapkan perkataannya, gadis idaman perusak suasana datang dengan suara khasnya berlari ke arahnya. Namun, tubuhnya tertahan saat melihat raut wajah Minseok yang sangat serius.

“Yuno-ya! Kau...”

“Ah... oppa!” Yuno masih menunjukkan senyum imutnya, “aku masih ingin diajak berkencan seperti tadi malam!”

“Mianhae, Yuno,” Minseok masih memasang wajah serius, “Untuk saat ini, kita jangan berkencan dulu.”

Kaliamat itu langsung membuat Yuno lemas. Dia tak menyangka bahwa orang yang paling dia sayang mengatakan hal semacam itu. Minseok hanya menatap Yuno dengan wajah iba.

“Sekali lagi, Mianhae” Minseok memeluk tubuh Yuno saat mata Yuno berkaca – kaca, “Hal ini sangat penting. Ini demi sahabatku. Jika kau terlibat, pasti kau akan celaka.”

Setelah melepaskan pelukannya, Minseok melangkah menuju teman – temannya yang memandang Yuno dengan iba, namun sedikit curiga dengannya. Yuno masih diam saat Minseok sudah tak berada di hadapannya lagi. Diam – diam tangannya mengepal dengan keras.

Demi Sahabat, huh?


TBC...



Hana, tul, see.... annyeong haseyo. This is Noor Eun Cha. Gyaaaa~~~ kira - kira sudah berapa lama aku gak lama uploud FanFic lagi :v kali ini aku uploud Fanfic ini kira - kira sampai twoshoot, gak kayak biasanya :P Mohon ditunggu part keduanya, ya :D

Annyeong <3  

Minggu, 08 Mei 2016

[FF] FanFiction - Memories (Sekuel 'Moonlight')

Memories




Author: Erza Noorfatma
Genre: Romance, Friendship, Sad
Main Cast: Noor Euncha(OC), Do Kyungsoo(EXO), Zha Inta(OC)




Euncha melangkah perlahan menelusuri koridor sekolah dengan wajah lesu tak bersemangat, seperti ada sesuatu yang terus dia pikirkan. Dia menatap setiap lantai yang dia lewati sambil mengingat semua kenangan itu.

‘Bagaimana kabarmu sekarang, ya?’

Dia berhenti melangkah di depan ruang musik dimana dia biasa bertemu dengan temannya, teman lamanya. Kenangan itu mulai terputar lagi di pikiran yeoja mungil itu.

“Sudah 1 tahun, eoh?”

Suara namja terdengar dari belakangnya. Namja lain yang dia kenal dan selalu dekat dengannya, walau dia terlihat lebih serius dari dirinya. Kyungsoo. Namja itu menatap Euncha dengan senyum miring yang tak asing baginya. Euncha akhirnya tersenyum lebar dan menghampiri namja itu dengan penuh semangat.


...0O0...


“Sudah setahun kita kehilangan dia...”

Euncha duduk di bangku taman sekolah yang kosong diikuti oleh Kyungsoo, wajahnya kembali sedih saat dia mengucapkan kalimat itu. Kyungsoo menatap wajah temannya dengan prihatin, dia tau apa yang dimaksud dengan ‘dia’.

“Kamu masih sulit melupakan dia?” kata Kyungsoo lirih, Euncha mengangguk.

“Memang sulit melupakan namja seperti dia...”

#flashback
“Lihat!! Akhirnya lagu ini sudah selesai!!”

Seru seorang namja tinggi menunjukkan secarik kertas berisi lirik lagu miliknya pada Euncha dan Kyungsoo. Namja tinggi yang sangat bersemangat.

“Woaa! Daebak, Chanyeol-ah!! Aku yakin Inta pasti suka!” Euncha juga terlihat antusias dengan lagu itu. Kyungsoo hanya tersenyum bangga akan lagu itu.

“Aku harap dia akan menyukainya...” terdapat sedikit jeda dari kalimatnya, tatapannnya menjadi sedih. Euncha dapat menangkap tatapan itu. tatapan khawatir.
#flashback End


“Iya, sih. Dia sangat menyenangkan, selalu positif walau dia memiliki penyakit itu. seandainya dia masih bisa bertahan lebih lama.” Kyungsoo kembali bersuara dan membuyarkan lamunan Euncha.

“Tapi... mungkin memang sudah waktunya. Aku yakin dia akan baik – baik saja.”

“Lalu... Apa yang terjadi dengan Inta?”

Euncha diam. Wajahnya masih diliput aura kesedihan, bahkan mengenai temannya.

“Dia...” Euncha kembali menjeda kalimatnya sesaat, “Sudah seminggu ini aku tak melihatnya. Aku khawatir dia kembali bersedih akan hal ini.”

Kyungsoo mengangguk mengerti, dia tau perasaan Inta saat ini, seperti mereka juga.

“Dia pernah cerita padaku kalau Chanyeol adalah cinta pertama dalam hidupnya dan dia berharap Chanyeol adalah cinta terakhirnya di masa SMA-nya ini. Tapi sekarang, itu hanya impian belaka.”

Di akhir cerita Euncha, Kyungsoo jadi teringat kalimat Chanyeol yang masih mengiang di pikirannya. Seperti kalimat terakhir.

#flashback
“Kyungsoo, bisa kau membantuku?” Chanyeol menghampiri Kyungsoo yang akan meninggalkan ruang musik.

“Tentu. Aku kan, selalu membantumu.” Jawab Kyungsoo berbalik badan dengan wajah santai.

“Bisakah kamu menyerahkan ini pada Inta?” Chanyeol menyerahkan sebuah MP3 dan secarik lirik miliknya.

“Mwo? Kenapa aku?”

“Aku tak yakin aku mampu memberikannya padanya. Aku...”

“Ehh? Kenapa kamu jadi seperti ini? Kamu selalu bersemangat untuk mendapatkannya. Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?”

“Aku... Aku tak yakin aku bisa bertahan saat akan menyerahkan ini.”

Kalimat terakhir itu membuat Kyungsoo seketika diam. Dia berpikir kalau akan ada hal buruk akan terjadi pada namja tinggi itu. perasaannya jadi gelisah.

“Serahkan ini di saat aku sudah tidak berada di sisinya lagi.”
#flashback End

Kyungsoo tak menyadari adanya air mata yang telah jatuh ke pipinya.


...0O0...


Keesokan harinya, Euncha kembali melewati koridor itu dan saat dia berhenti di depan ruang musik, dia mendapati seorang yeoja tinggi memandang ruang musik.

“Inta-ya!!!” Seru Euncha saat dia mengetahui kalau yeoja itu adalah teman sekelasnya.

“Ahh... Euncha. Kamu datang... aku sedang melihat – lihat saja...”

Euncha menatap matanya yang sembab karena menangis. Dia tau apa yang dia tangisi. Senyumnya sedikit jatuh kebawah, membuat wajahnya datar.

GREEP!

Dengan cepat, Euncha memeluk tubuh tinggi Inta. Masih dengan wajah datar, tapi dengan tatapan sedih.

“Aku mengkhawatirkanmu.”

Inta hanya diam merasakan hangatnya tubuh yeoja mungil itu. Pelukan itu tak kalah hangat dengan namja yang pernah dekat dengannya. Dia merasa air matanya tak bisa berhenti keluar. Dia mempererat pelukan itu sambil terus terisak.


...0O0...


Kyungsoo melangkah perlahan menuju taman sekolah mendekati Euncha dan Inta yang tengah duduk di bangku taman, terlihat Inta bersandar di bahu Euncha dengan wajah sedihnya. Kyungsoo bisa menatap matanya yang sembab, seperti sudah menangis berhari – hari.

“Yaa... Inta-ya. Kamu...”

“Aku baik, kok. hanya saja... melupakan dia itu... susah banget.”

Inta memotong perkataan Kyungsoo dengan tatapannya yang masih sama. Lalu Kyungsoo menatap Euncha yang masih terlihat datar tanpa sepatah katapun. Karena menyadari adanya Kyungsoo di depannya, dia langsung membuyarkan lamunannya dan tersenyum santai.

“Ah... Kyungsoo... kamu...”

“Jangan mengelak lagi, deh!” Seru Kyungsoo tak sabaran, “Aku tau kalian semua masih mengingat Chanyeol, tapi jangan terus bersedih begini!!”

Inta yang bersandar di bahu Euncha langsung terkejut dengan seruan tegas Kyungsoo, begitu juga Euncha.

“Ingat! Dulu Chanyeol selalu berusaha keras untuk menahan rasa sakit dari penyakitnya dengan sikap positifnya dan senyumannya. Masa kita yang sudah ditinggal olehnya tak bisa bersikap sama sepertinya?”

Kyungsoo terengah – engah setelah mengatakan semua kalimat itu, benar – benar tak sabaran. Euncha melangkah satu langkah ke arah namja itu dengan menatap kedua matanya. Lalu memegang leher belakangnya dan mendekatkan bibirnya pada telinganya.

“Mianhae...”


...0O0...


Saat dalam pelajaran, Kyungsoo hanya memandang keluar jendela. Termenung keras tentang apa yang terjadi tadi. ‘Apa aku terlalu keras dan memaksa?’, Itulah yang terus ada di pikirannya, rasa bersalah terus menghantui dirinya.

“Aku harus melakukan sesuatu!”


...0O0...


Terlihat Euncha tengah menunggu seseorang di depan sebuah cafe di pinggiran kota Seoul dengan wajah berseri – seri. Dia tak pernah sesenang ini sejak kenangan itu terus terkuak, dia tengah menunggu seseorang yang menurutnya spesial selain Inta. Pacar mungkin? Tak mungkin.

“Mianhae... aku lama, eoh?”

Seorang namja yang tingginya setara dengannya menghampirinya dengan senyuman tulus. Euncha langsung tersenyum lebar melihat senyuman itu.

“Ah... Gwenchana. Aku sudah biasa, kok.” Kata Euncha masih tersenyum

“Yakin?”

“Kalau enggak, kenapa aku tersenyum?”

“Hmmm... benar juga.”

Euncha langsung menarik lengan Kyungsoo masuk ke cafe dengan semangat. Mereka sama – sama memesan cappucino dan mereka duduk di dekat jendela.

“Ya! Kenapa kamu mengajakku ke sini? Tak seperti biasanya.” Euncha mulai membuka pembicaraan.

“Eeeee... aku hanya ingin membawamu ke tempat yang tak biasa. Kamu tak suka?”

“Ahh... aku suka sekali. Suasananya juga tenang. Tak salah kamu memilih cafe ini.”

Kyungsoo hanya tersenyum senang melihat senyuman Euncha yang memang terlihat senang. Lalu Euncha memfokuskan pandangannya keluar jendela, senyumnya terlihat damai menyatu dengan sinar matahari yang mengenai wajahnya.

“Aku ingin jadi seseorang yang berharga bagimu.” Bisik Kyungsoo sambil menatap cappucino miliknya.

“Mwo?”

“Ahh... bukan apa – apa.”

Kyungsoo terlihat berusaha tenang dan tak memikirkan kalimat itu lagi. Euncha masih terlihat bingung. Sepertinya ada yang ingin dia katakan, itu yang ada di benaknya. Dia langsung tersenyum pada Kyungsoo seperti bocah polos di kartun yang biasa dia tonton.

‘Senyumanmu itu... tak pernah bisa terlupakan...’ Kyungsoo tersenyum senang.


...0O0...


Saat mereka keluar dari cafe itu, Euncha melihat ada sebuah taman kecil di depan cafe tersebut.

“Kyungsoo-ya! Lihat! Ada taman di depan sini! Jalan ke sana, yuk!” Kata Euncha antusias, seperti biasa.

“Ah... Benar juga. Eh! Tunggu!”

Tiba – tiba Kyungsoo terlihat sibuk menggeledah isi saku celananya, seperti ada sesuatu yang tertinggal.

“Wah! Ponselku masih tertinggal d cafe, tunggu sebentar, eoh!”

Sepeninggalnya Kyungsoo menuju ke cafe, Euncha hanya diam di depan cafe sambil menatap taman itu.

‘Kenapa aku tak pergi ke sana duluan? Jadi Kyungsoo bisa mencariku dulu. Jadi seperti petak umpet, nih!’ Gumam Euncha dalam hati, sambil tersenyum sendiri.

Tanpa ambil pusing, dia menyeberang jalan di dekatnya. Namun tiba – tiba dari samping ada sebuah truk melintas ke arahnya. Seketika tubuhnya terpelanting dan pandangannya menjadi gelap.

Ketika Kyungsoo keluar dari cafe, terlihat banyak kerumunan orang di jalan raya depan cafe. Perasaannya mulai tak enak ketika dia tau bahwa Euncha tidak ada di sekitar sini. Dia langsung menyerbu kerumunan itu dan tak menyangka bahwa korbannya adalah...


...0O0...


Inta tengah meratapi makam Chanyeol seperti biasa, sambil membawa seikat bunga dan MP3 berisi lagu buatan namja itu. Hingga dia mendapati seorang namja lain yang tak lain adalah Kyungsoo. Di pipinya terdapat setetes air mata yang sepertinya baru saja jatuh.

“Euncha... dia...”

“Gwenchana! Aku sudah tau. Kamu yang sabar, eoh.” Inta memotong pe

Kyungsoo mengantarnya ke sebuah makam lain yang terlihat masih baru. Kyungsoo meletakkan seikat bunga di atas makam tersebut. Inta hanya menatapnya sambil menahan air matanya.

“Kamu bilang, kita tak boleh terus bersedih. Tapi sekarang akhirnya aku bisa melihat air matamu jatuh.” Gumam Inta di tengah keheningan.

“Aku tau, kehilangan dua orang yang sangat berharga adalah sangat menyedihkan. Aku berusaha menahan semuanya, tapi kali ini aku tak bisa!”

Inta menatap Kyungsoo dengan prihatin, dia tau persaan Kyungsoo saat ini karena telah menahan rasa sakit yang amat dalam.

“Kamu menyukai Euncha, kan?” seketika Kyungsoo terkejut, “Jika tidak, kamu tak akan mengeluarkan air matamu itu.”

Kyungsoo mengangguk lalu menatap wajah Inta yang datar mengatakan hal itu. Semua kembali hening, menatap makam tersebut.

“Euncha, jangan lupakan kami...”


END


Yooo! What’s up!!! Kembali bersama Erza Noorfatma si author baru dengan Fanfic baru lagi! Kali ini, FanFic ini merupakan sekuel dari Moonlight yang tokoh utamanya Chanyeol. Semoga banyak yang suka dan aku terus ngepost banyak FanFic lain

Annyeong <3